Assalamualaikum..WW...Sayang sampai  kini ko  alun tadanga, ado evaluasi  
komprehensif dan objektif atas daerah-daerah hasil pemekaran, apokah 
masyarakatnyo tambah sejahtera atau malah sengsara sejak pemekaran 
tu..(misalnyo). Kalau elit nyo pastilah tambah sejahtera. Kalaulah rakyat di 
Pasbar  (misalnyo) tambah sangsaro dek pemekaran ko, mungkin ancak 
"reunifikasi" jo Lubuk Sikapiang. Baitu juo, kalau tu tajadi jo Solok Selatan, 
Dharmasraya, Pariaman jo Mantawai dan lainnyo. Wassalam.

Israr Iskandar/35


--- On Tue, 1/20/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:
From: Riri Chaidir <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Wacana Pemekaran Provinsi Kemauan Segelintir Elit
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 20, 2009, 6:02 PM

Assalamualaikum wr.wb.
 
Sebenarnya tidak ada "hal baru" hal pemekaran. Alasan yang diajukan, dan alasan 
di balik proposal pemekaran sudah "standar" dan sudah menjadi "public 
knowledge" (terlepas dari benar atau tidaknya)

 
 
Dari sisi pemerintah, itu sudah jelas, dari dulu sudah menyatakan "moratorium" 
atas pemekaran. Pernyataan pemerintah itu didukung dengan hasil penilaian 
terhadap 148 daerah yang dimekarkan selama 1999-2004, katakanlah di periode 
awal otonomi daerah. Pemerintah juga sudah "menyempurnakan" aturan tentang 
pemekaran dengan menerbitkan PP 78/2007, disitu jelas prosedur yang harus 
ditempuh untuk pemekaran. Pemerintah juga punya Dewan Pertimbangan Otonomi 
Daerah.

 
Tapi yang belakangan juga sudah merupakan "public knowledge" adalah, para 
promotor pemekaran itu "masuk"nya tidak lagi dari Merdeka Utara menggunakan 
pintu PP 78/2007) itu, tapi dari Senayan.

 
Sebagai orang awam saya pernah bertanya, lho kok bisa, kan PP itu dasarnya UU 
32/2004. UU artinya produk bersama pemerintah dengan parlemen, artinya parlemen 
juga harus mendukung donk .. Tapi yang saya tanya menjawab, ya, tapi kan DPR 
punya hak inisiatif. Tadinya saya ingin melanjutkan perdebatan dengan 
mengatakan: "Hak inisiatif itu kan merupakan lex generalist, sedangkan UU 
32/2004 yang diterjemahkan ke PP 78/2007 itu merupakan lex specialist". Tapi 
pertanyaan itu segera saya batalkan, karena yang akan saya tanya itu adalah 
seorang sarjana hukum. Takuik lo ambo beko dapek jawaban: "tentara lo ka ang 
aja babarih ...".

 
Riri
Bekasi, L 46
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
2009/1/21 Nofiardi <[email protected]>




Propinsi | Selasa, 20/01/2009 18:27 WIB

Wacana Pemekaran Provinsi Kemauan Segelintir Elit

Pasaman Barat, (ANTARA) — Mencuatnya wacana pembentukan provinsi wilayah utara 
Sumatera Barat (Sumbar) saat ini menjadi perdebatan diberbagai kalangan di 
Sumbar. 


Ada sebagaian pihak yang beranggapan itu hanya merupakan sesuatu hal yang biasa 
sebatas wacana, namun ada juga yang menanggapi secara serius dengan alasan 
pemerataan pembangunan. 

Salah seorang tokoh, ulama Pasbar yang juga anggota DPRD Pasbar Fraksi PKS, 
Masnil menyatakan secara politis wacana pemekaran yang diapungkan tak lebih 
hanya sekadar lontaran kemauan segelintir elit yang memiliki kepentingan dan 
tujuan tertentu. 


Di sisi lain, memunculkan wacana, ide dalam rangka percepatan pembangunan suatu 
daerah merupakan sesuatu hal yang lumrah. Apalagi untuk mengkritisi kebijakan 
pembangunan provinsi ke Pasbar. 

"Wacana pemekaran jika alasan ketimpangan atau kurangnya keadilan anggaran 
pembangunan dari provinsi itu hanya alasan yang mengada-ada dan perlu 
dibuktikan lebih jauh," katanya. 


Dikatakannya, jika memang ada indikasi yang menyatakan perhatian provinsi 
terasa kurang, maka perlu untuk dikomunikasikan lebih jauh. Jangan hendaknya 
main tuduh dan tidak diiringi dengan bukti yang kuat, katanya. 


"Pemekaran suatu daerah tidak segampang yang kita kira. Beragam alasan yang 
menjadikan suatu daerah dapat dimekarkan, tidak hanya masalah perhatian dari 
provinsi. Mulai dari budaya, potensi pemerintahan, penduduk, luas daerah dan 
sebagainya. Jadi tidak segampang yang dikira dalam pemekaran suatu daerah," 
tegasnya. 


Masnil menilai, khusus Kabupaten Pasbar setelah lima tahun pemekaran, pelayanan 
pemerintahan semakin dapat dilakukan secara optimal, masyarakat lebih dekat 
dengan pusat pelayanan pemerintahan, jika dibandingkan sebelum pemekaran dengan 
kabupaten induk Kabupaten Pasaman. 


"Jika dikatakan gubernur tidak perhataian kepada Pasbar, saya kira juga tidak 
benar. Kemajuan Pasbar selama ini tidak terlepas dari peran provinsi. Jika 
momen tertentu gubernur tidak bisa hadir di Pasbar, kemungkinan beliau ada 
kesibukan yang lebih penting," kata Masnil. 


Sebelum wacana ini kian berkembang, yang lebih penting adalah bagaimana program 
dan agenda pembangunan berjalan demi kepentingan masyarakat. 

"Lain hal jika semua masyarakat mengkehendaki,mulai dari tokoh-tokoh 
masyarakat, baik di dalam dan diperantauan, ninik mamak, alim ulama, maka 
wacana ini perlu diapungkan. Namun, sejauh ini di Pasbar sendiri tidak terjadi 
gejolak atau keinginan yang kuat untuk pemekaran," pungkas Masnil. 


Berbeda dengan Masnil, Sekretaris Komisi C DPRD Pasaman Barat (Pasbar), 
Syafrizal Mandayu, menyatakan pemekaran provinsi wilayah utara Sumbar perlu 
disikapi dengan serius. 

"Jika dikaji secara dalam, sudah saatnya pemekaran dilakukan. Dilihat dari segi 
jumlah penduduk untuk tiga kabupaten, yakni Pasbar, Pasaman dan Mandailing 
Natal (Madina) sudah melengkapi persyaratan. Jumlah penduduk ketiga kabupaten 
itu diperkirakan lebih dari 1 juta jiwa. Dari segi geografis, budaya, sosial 
dan ekonomi, ketiga daerah tersebut hampir bersamaan," katanya. 


Dikatakannya, perhatian Provinsi Sumbar terhadap Pasbar jauh dari harapan. 
Gubernur dinilai hanya memikirkan kabupaten lainnya saja, seperti Solok, 
Tanahdatar, Padang, Padangpariaman dan Pariaman. Bagaimana daerah Pasbar dan 
daerah utara Sumbar akan maju dan berkembang, katanya. 


"Untuk diketahui saja, untuk bulan Januari ini saja ada sekitar 70 item proyek 
yang ditenderkan, namun tidak satupun yang menyentuh Pasbar, kecuali proyek 
jalan lingkungan," ungkapnya. 

Menurutnya, wacana pemekaran perlu untuk diapungkan dengan alasan pemerataan 
pembangunan di Sumbar. Provinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintahan 
pusat, apa salahnya semua daerah diperhatikan sama. 


Pada hal kecil juga dapat dilihat, setiap acara atau momen penting, gubernur 
tidak hadir di Pasbar dan selalu diwakilkan. "Belum lagi mengenai jalan 
provinsi yang tak kunjung baik, padahal Pasbar merupakan daerah potensial bagi 
APBD Sumbar. Jalan saja tidak diperbaiki, apalagi dengan yang lainnya," 
katanya. (aml/wij)

 
http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?mod=berita&d=1&id=12893

 The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you. 









      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Nofiardi
    • ... muhammad syahreza
      • ... Z Chaniago
    • ... hery yusamandra
    • ... Riri Chaidir
      • ... israr iskandar
        • ... Riri Chaidir
          • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
            • ... Riri Chaidir

Kirim email ke