Kab. Agam | Rabu, 21/01/2009 13:17 WIB

1.001 Perempuan Siap Menggulai Itiak


Eka Ridhaldi Alka - Padang Ekspres <http://www.padangekspres.co.id> 

  <http://www.padang-today.com/foto/berita/itik%20ok.jpg> 

Seribu orang perempuan dari 10 kelompok dasa wisma di kecamatan IV Koto
dan Banuhampu, Kabupaten Agam, saat ini telah mulai mempersiapkan diri
menyambut Festival Gulai Itiak pada puncak peringatan 100 tahun
Kebangkitan Nasional. Bahkan berbagai persiapan menjelang puncak acara
pada 24 Januari mendatang tersebut telah dikebut, seperti didirikannya
tenda serta peralatan upacara lainnya. 

Gulai Itiak Ijau adalah salah satu masakan khas dari Ranah Minang,
khususnya dari Nagari Kotogadang dan nagari-nagari sekitarnya, kecamatan
IV Koto, Kabupaten Agam, Provinsi Sumbar. Dari pantauan Padang Ekspres
(Group Padang-Today) di Koto Gadang, Selasa (20/1), ratusan warga
melakukan goro masal membersihkan kawasan yang akan menjadi pusat
kegiatan, di simpang empat Mesjid Nurul Iman Koto Gadang. 

Sementara belasan pekerja juga sedang mendirikan tenda roder berukuran
10x30 meter dan tenda tamu ukuran 15x10 meter serta podium utama seluas
7x5 meter, yang berlokasi di halaman Masjid Nurul Iman tadi. Juga
terdapat 15 unit tenda kerucut berukuran 3x3 meter, yang nantinya akan
dijadikan tempat pameran sejumlah kerajinan home industri dari Koto
Gadang dan daerah disekitarnya. 

Dilain pihak, beberapa tukang bangunan juga terus menyelesaikan
pekerjaan pembangunan Mesjid Nurul Iman, yang nantinya akan menjadi
background puncak acara Rang Minang Baralek Gadang. Wali Nagari Koto
Gadang, Budi Zulfikar menjelaskan, selaku koordinator Festival Gulai
Itiak pihaknya terus melakukan berbagai persiapan. Diantaranya
mengkoordinir 7 nagari di kecamatan IV Koto dan 3 nagari di kecamatan
Banuhampu, untuk memeriksa persiapan terakhir ibu-ibu yang akan
menggulai itiak pada festival tersebut. 

"Kita melibatkan masing-masing satu kelompok dasa wisma dari 10 nagari
yang telah ditentukan tadi. Setiap dasa wisma akan beranggotakan 100
orang, yang dikoordinir pula oleh satu ketua kelompok. Setiap kelompok
nantinya akan memiliki satu dapur umum, yang pada H-1 telah selesai
menggulai itiak," ungkap Budi Zulfikar. 

Gulai itiak karya 1001 perempuan tadi nantinya akan disajikan dan
dimakan bersama seluruh undangan serta anak nagari yang hadir pada
puncak acara Rang Minang Baralek Gadang, yang rencananya akan dihadiri
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Gulai itiak tersebut dihidangkan dalam
belanga, yang akan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai
prosesi memasak dengan tungku dan belanga terbanyak di Indonesia. 

"Kita juga akan mendirikan stand pameran yang akan diisi oleh perempuan
pengrajin kerajinan tradisional, yang tergabung dalam organisasi Bundo
Sakato. Kelompok tersebut beranggotakan pengrajin perak, bordir dan
sulaman, yang selama ini dibawah binaan Kelompok Pengrajin Perempuan
(KPP) kenagarian Koto Gadang," ungkap Budi Zulfikar. 

Budi Zulfikar juga menjelaskan, seluruh prosesi memasak gulai itiak ini
dilakukan secara tradisional. Belanga yang akan dipakai memasak terbuat
dari tanah liat, kemudian memasak menggunakan kayu bakar serta memakai
bumbu ramuan tradisional dan itiak yang akan dimasak juga berasal dari
daerah sekitarnya. Nantinya hasil masakan tersebut juga akan dinilai. 

"Kita juga telah meminta rekomendasi dari dinas terkait di Agam dan
Sumatera Barat, ketika puncak acara menggulai 1001 itiak ini akan
terlihat kepulan asap yang cukup banyak dari daerah Koto Gadang dan
sekitarnya, karena asap ratusan tungku yang sedang dibakar oleh 1001
perempuan ini," ungkap Budi Zulfikar.(*) 

http://www.padang-today.com/?today=news&id=3281

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke