Waalaikumsalam wr.wb. Pak Saaf, dari beberapa literatur, termasuk yang dari gontor sendiri, kelihatannya statemen Prof Jurnalis itu agak kurang tepat. Ide Gontor sudah mulai diterapkan tahun 1926, sedangkan Kulliyatul Mubjaligiin (KM) di Padangpanjang baru didirikan tahun 1930.
Memang benar bahwa bentuk *final* pembaruan pendidikan yang mengintegrasikan model pesantren itu baru terwujudi tahun 1936. Model pesantren diambil dari yang sudah selama ini berkembang, sedangkan model sekolah diambil dari Sekolah Normaal Islami di Padangpanjang. Jadi pengaruh sistem pendidikan Islam yang telah berkembang di Padangpanjang sangat besar sekali, walaupu pihak Gontor "agak malu-malu mengakuinya" dengan mengatakan: "...apa yang dilakukan Imam Zarkasyi bukanlah sepe-nuhnya memfotokopi ide dan konsep Noormal Islam dan Sumatera Thawalib" ( http://gontor.ac.id/file/print.php?type=A&item_id=45) Kalau menurut saya, KM vs Gontor, ataupun INS vs Taman Siswa bukan hanya 2 contoh bagaimana kita bisa kalah, padahal jaman dahulunya kita sangat bagus, tapi sekarang terbalik. Contohnya Padangpanjang, itu bukan hanya KM, tapi sederetan pendidikan Islam modern dimulai dari sana http://thawalib.wordpress.com/2008/06/17/kajian-historis-pendidikan-padang-panjang-di-zaman-kolonial-belanda/ tapi sekarang,.. ya begitulah. Di bidang bisnis juga begitu. Batubara sekarang entah bagaimana ceritanya. Semen Padang - kalau saya baca - adalah yang pertama di Indonesia. Saya masih ingat iklan besar di Sitinjau Lauik: "Kami Sudah Membuat Sebelum Orang Lain Memikirkannya". Tapi saya yakin, mengingat2 sejarah keemasan itu tidak salah, cuma, bagaimana supaya jaman keemasan itu kembali dimiliki? Itu mungkin pertanyaan kunci yang memerlukan jawaban. Riri Bekasi, L 46 2009/2/1 Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> > Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, > > Pagi hari Minggu tanggal 1 Februari 2009 ko ambo hadir -- talambek -- dalam > rapek Dewan Pembina INS Kayutanam di gedung Dharma Wanita Kuningan, Jakarta, > dipimpin dek Prof Dr Farid Anfasa Moeloek. > > Sasudah rapek, ado informasi Prof Dr Jurnalis Uddin nan mambuek ambo > tamanuang panjang, yaitu : > > * Idee Pondok Pesantren Gontor tanyato baasa dari Kulliyatul Muballighin > Padang Panjang. Kini Gontor bakambang biak, Kulliyatul Muballighin alah > mati. > > * INS Kayu Taman samo-samo dibangun jo Taman Siswa 82 tahun nan lalu. Taman > Siswa juo bakambang biak, INS Kayu Tanam sampai kini sasak angok. > > Patanyoan ambo adolah: apokoh nan salah di kito koh ? > > Wassalam, > Saafroedin Bahar > (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo) > Alternate e-mail address: [email protected]; > [email protected] > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
