Yang penting dan diperlukan juga adalah seorang ahli sejarah yang bisa meluruskan dan menjabarkan pemahaman pemahaman beliau sebagai seorang tokoh terhadap perannya dalam pergolakan bangsa ini.

Sehingga generasi Muda Minang dan Indonesia secara khusus dan umum bisa lebih jelas mengetahui tokoh fenomenal yang satu ini. Sehingga bisa lurus nan bengkok selamo ko.

Beliau adalah figur yang patut dicontoh dan diteladani dalam beberapa hal, pemikiran pemikiran beliau perlu lebih dalam dikaji. Kalau boleh dikatakan beliau adalah figur sebelum yang tokoh indonesia lainnya menjadi figur dikancah international, sehingga tidak aneh banyak ahli sejarah dunia mengagumi nya salah satunya adalah Rudolf Mrazek.

Tan Malaka "Kita semua harus meninggalkan budaya yang tidak masuk akal untuk bisa keluar dari dan mengejar segala ketertinggalan. Dan biarkan anak anak muda memegang peranan dan kendali terhadap setiap langkah yang bernama masa depan".

Salam Hormat
Ronal Chandra


 
Saya ingat betul, bahwa rujukan pasukan TNI di Sumatera bukanlah pemikiran Nasution atau Simatupang, atau Soedirman, tetapi bukunya Tan Malaka. Dengan kata lain, dari segi pemikiran, setidak-tidaknya beliau setara dengan Nasution, Simatupang., dan Soedirman. Tan Malaka layak untuk diakui sebagai salah seorang 'Bapak TNI'.
 
Ada alasan lain saya: Tan Malaka ditembak mati oleh pasukan Republik sendiri dalam suasana yang sungguh memprihatinkan. Kita harus mengembalikan kehormatan Pahlawan Nasional ini seperti seharusnya.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
Alternate e-mail address: [email protected];



--- On Tue, 2/3/09, Nofiardi <[email protected]> wrote:

From: Nofiardi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Diyakini 90 Persen, Makam Tan Malaka Akan Digali Maret
To: [email protected]
Date: Tuesday, February 3, 2009, 8:00 AM

Diyakini 90 Persen, Makam Tan Malaka Akan Digali Maret

 

PadangKini.com | Senin, 2/2/2009, 10:10 WIB

 

PADANG--Makam pahlawan nasional asal Minangkabau, Tan Malaka atau Ibrahim bin Rasad gelar Datuak Tan Malaka, yang diduga berada di Desa Selopanggung, Jawa Timur, akan digali.
Ibarsyah, suami Aina Zarni, kemenakan Tan Malaka, mewakili keluarga besar Tan Malaka mengatakan, penggalian akan dilakukan sekitar bulan Maret atau April.
"Kami menunggu izin tertulis dari Kementerian Sosial, kalau izin secara lisan dari Pak Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah sudah," kata Ibarsyah yang dikontak, Senin (2/2).
Menurut Ibarsyah, keyakinan makam Tan Malaka di Selopanggung 90 persen. Untuk memastikan itu makam akan digali dan kerangka akan dites DNA dan dicocokkan dengan pihak keluarga ayah dan ibu Tan Malaka.
"Kalau benar itu makam Tan Malaka maka rencananya makam tersebut akan tetap di Selopanggung, hanya akan dipindahkan sekitar 200 meter lebih ke atas, karena tempat makam sekarang di lembah dan di pemakaman umum, kalau mau dipugar nanti takut makam lainnya terganggu," ujarnya.
Menurut Ibarsyah, warga Selopanggung sangat antusias dan mendukung agar kuburan Tan Malaka tetap di Selopanggung. Bahkan, katanya, kepala desa Selopanggung juga akan membantu jika nanti butuh pembebasan lahan untuk makam baru.
Selain penggalian makam Tan Malaka, Panitia Peringatan 112 Tahun Tan Malaka akan meluncurkan buku terjemahan dari karangan Profesor Harry A Poeze tentang Tan Malaka. (yanti/s)
 

Sejumlah Acara Disiapkan Peringati 112 Tahun Kelahiran Tan Malaka

 

PadangKini.com | Minggu, 1/2/2009, 19:07 WIB

 

PADANG--Sejumlah acara disiapkan memperingati 112 tahun (1897-2009) kelahiran tokoh nasional legendaris asal Minangkabau, Tan Malaka.
Informasi yang disampaikan Panitia Peringatan 112 Tahun Tan Malaka menyebutkan, ada tiga agenda kegiatan dalam rangka peringatan Tan Malaka yang dilahirkan 1897 dan hilang atau tewas pada 19 Februari 1949.
Agenda itu pencarian dan penggalian dugaan makan Tan Malaka di Selopanggung, Jawa Timur, penerbitan buku kenangan  dari sejumlah tokoh sezaman dan ahli yang belum pernah diterbitkan, dan pembuatan film dokumenter tentang Tan Malaka berjudul "Ironi Ketiga".
Pencarian dan penggalian makam yang diduga sebagai makam Tan Malaka di Selopanggung didukung sejarawan Universitas Leiden, Belanda, Profesor Harry A Poeze, tim ahli arkeologi, dan Departemen Sosial.
Rencananya setelah makam digali, tulang-belulang akan dicocokkan dengan Zulfikar, keponakan kandung Tan Malaka.
Sedangkan penerbitan buku kenang-kenangan yang akan diterbitkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Tan Malaka berisi artikel-artikel dari tokoh atau pemimpin yang hidup sezaman dengan Tan Malaka yang belum diterbitkan, ditambah tulisan para ahli berbagai bidang, serta aktivis dan simpatisan. (s)

http://padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3303

 ---


Kirim email ke