Ass.Wr.Wb. Bapak Prof.Dr. H.K.Suheimi sarato Ummaik RN diPalanta yth.

Baru sekali ini, saya membaca berita tentang mantan2 yang seperti Prof. Suheimi 
(maaf kelancangan, saya singkat Bapak Prof.Dr.H.K.Suheimi, karena reflex, 
kebiasaan kami disini begitu, seandainya kurang nyaman bagi Bapak Prof. Dr. 
H.K.Suheimi mohon sudi kiranya mengabari saya) ceritakan dibawah ini.
Dimana mantan2 tersebut melalui hari2 senja mereka, keinginan2 mereka, begitu 
juga dengan pensiunan2 yang diJepang.

Apa yang pernah saya dengar di Indonesia, umumnya menganggap negativ sekiranya 
mendengar "PANTI JOMPO".
Aneh, karena „ PANTI JOMPO“ itu, mirip dengan hotel, ada yang luxus berbintang 
lima, ada yang berbintang tujuh (ubek sakik kepalo, maaf mukasuik ambo nan 
buruak bana nyo).
Saya menulis ini, karena saya pernah mendengar diGerman ini hingga 10.000 
Euro/bulan, sewa Single-Apartement yang bagus, ekonomisnya tentu saja ada. 
Kebetulan saja Pimpinan Projeknya temankuliah saya. Selain itu saya kenal 
pribadi yang pernah memanage „RUMAH JOMPO“.

Di Thailand, M'Sia, F'Pina dan di Bali sudah ada perusahan yang berbiznis, 
menampung pensiunan2 dari Eropa, sejak lama.
Mungkin2 saja disekitar S'pore/Riau Lautan (Bintan) sudah ada Resort2 seperti 
itu, karena layaknya executives disekitar S’Pore itu, ujung2nya jadi mantan2 
juga.
Sebaiknya, selain wisatawan ada baiknya rentenir2 yang dari Eropa bisa 
ditampung juga di SumBar hendaknya, ini peluang bisnis yang potensial 
Tentu saja dengan pengadaan, lokasi, perabotan, peralatan, disertai sumber daya 
manusia penerimanya yang mengizinkan, minimal standard, secara profesional.
Karena para senior tersebut, apapun profesi mereka sebelumnya, tetap sahaja 
pengalaman2 mereka bisa bermanfaat bagi kaum junior, hanya mungkin saja 
di-modifikasi/integrasi-kan sesuai dengan iklim/kultur/agama yang kita anuti.

Para senior tersebut, misalkan mantan medis yang baik, atau ex insinyur2 yang 
canggih dulunya, maupun orang2 projek/lapangan, yang empirisnya multinational.
Banyak ilmu2 yang hanya didapatkan secara kebetulan saja, berkat daya analysis 
yang kreativ, berdasarkan kann kombinasi antara theorie formal dan praktek, 
sewaktu bekerja. Konon pula seandainya persona tersebut yang mempunyai tabiat 
perfeksionist, tentu saja  theorie formal dan praktek yang didapat semangkin 
lama menjadi konvergen.

Nah di-saat2 para rentenir yang senggang, tentu saja mereka setuju didelegasi 
sebagai instruktor baik di perusahaan, rumah sakit, fabrik, sekolah, mungkin 
juga di sekolah tinggi Universitas. Karena beliau2 tidak diperbolehkan bekerja 
disebabkan pensiunan. (UU).

Idealnya, pabila khayalan Bapak Prof. Suheimi (semoga khayalan ini menjadi 
kenyataan dengan terbentuknya perhimpunan Orang-orang Gaek di suatu malam di 
rumah Pak Syurkani) bersamaan waktunya dengan dibangunnya Resort2 yang melayani 
rentenir/wisatawan, yang menghabiskan waktu senja mereka, dengan nyaman 
diSumbar, terkabul hendaknya.
Bayangkan saja, bagaimana serunya beberapa mantan2 ahli berbagai ragam disiplin 
dari mancanegara  berdiskusi, menceritakan pengalaman, bernostalgi, anekdotes 
(misalnya Bapak Zulkarnain Kahar, yang masih sedang aktiv sekali di TX),  tukar 
fikiran, berdebat dll.(tantu sajo indak badebaik kusia, bingik, AsBun, 
profiling, manubo, layu sebalun bakambang, dek levelnyo babedo).

Pendapat saya pribadi, selesai wisuda, adalah saat start belajar/kuliah.
Umumnya banyak yang, memegang faham kebalikannya yakni Wisuda, tamat kuliah, 
ber-karier.


Bak kato Pak Ir. Jupardi alias P’JePe "MANEMPE" [idiomaticum,  yang diHALALkan 
Bapak Sjamsir Sjarif nan sadang bacikutuik kadinginan {bagarah saketek Pak}], 
ambo ciek jo khayalan Bapak Prof.Dr.H.K.Suheimi, dek ambo lah ba-angan2 sarupo 
iko juo Pak Prof. Suheimi, mungkin sajo angan2 ambo labiah tenggi pulo lai ka 
awang2.
Pabilo hari sanjo ambo tibo, tolong Allah, mungkin sajo hiduik sarupo buruang, 
sommer tabang ka Eropa, dingin Winter, baliak ka Asia tenggara.
 
Wassalam,
Muljadi, German

BTW. Batanyo ambo ciek Pak Prof. Suheimi, Bapak Syurkani nan Prof. caritokan 
iko, samo urangnyo jo Drs. Syurkani, mantan Walikota Medan dan panah manjabaik 
WaGub SumBar?

-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Tue, 3 Feb 2009 16:45:04 +0800 (SGT)
> Von: suheimi ksuheimi <[email protected]>
> An: [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], [email protected], 
> [email protected], [email protected], 
> [email protected]
> Betreff: [...@ntau-net] G A E K

> G A E KOleh : K SuheimiTANGGAL 26 Oktober 1999 saya menghadiri pertemuan
> orang-orang "Gaek" di rumah Pak Syurkani. Banyak Gaek-Gaek yang hadir di
> ruang itu, ada yang mantan Wakil Gubemur, mantan pembantu gubernur, mantan
> Rektor, mantan bupati, mantan kepala pajak, mantan kepala BKKBN, ketua MUI dan
> banyak lagi mantan-mantan yang lain, pokoknya para mantan-mantanlah.
> Mereka berkumpul, mereka berbincang-bincang, perbincangan yang bermutu karena
> diungkapkan oleh orang-orang Gaek yang saya lihat memang sudah "bermutu" atau
> "bermuka tua". Tetapi ungkap mereka biar "bermutu" asal jangan "Rapi" atau
> "Rada Pikun", kemudian saya tambah lagi, jangan sampai "Rapi Jali"
> singkatan dari "Rada pikun jadi linglung". Memang dalam hidup ini tidak ada 
> orang
> yang mau pikun dan linglung.
> 
> Saya menganggap pertemuan ini sangat penting; pertemuan Orang-Orang Gaek,
> pertemuan "Lansia" atau lanjut usia, pertemuan Glamur atau "Golongan lanjut
> umur", tetapi bukan pertemuan "Lupus" atau "Lupa Usia", karena semua
> mereka yang hadir selalu ingat berapa umur dan usianya, belum ada yang sampai
> lupa. Pertemuan ini saya anggap sangat penting karena saya pun, dan anda yang
> sedang membaca karangan ini, serta siapa saja akan menjadi tua. Ke sana
> kita akan pergi, ke tempat itu kaki akan melangkah,. Suka tidak suka, senang
> tidak senang, tua akan datang menjelang.
> 
> Maka memikirkan wadah, memikirkan tempat yang akan kita tempuh,
> membicarakan sesuatu yang akan terjadi, jauh lebih penting daripada mengenang 
> masa
> lalu, mengungkit-ungkit apa yang pernah kita alami atau bemostalgia akan
> masa-masa yang sudah lewat. Maka walaupun saya capek pulang praktek, saya
> kejarkan juga menghadiri pertemuan itu. Pertemuan yang penting untuk saya,
> pertemuan yang penting untuk anda dan pertemuan yang penting untuk siapa saja,
> ialah "Apa yang dapat kita lakukan di hari tua dan apa yang kita inginkan
> dilakukan orang lain untuk kita di hari tua."
> 
> Tempat dan suasana yang bagaimana yang diharapkan, agar hari-hari tua
> diisi oleh hal-hal yang bermanfaat dan tetap produktif. Terungkap dari
> percakapan di malam itu bahwa "Orang-Orang Gaek" itu tidak mau dan tidak sudi,
> apabila diri mereka dianggap jadi beban dan memberatkan orang lain. Mereka
> ingin produktif di usia tua, dan di hari-hari yang tinggal sedikit itu, di
> sisa-sisa hidup ini mereka ingin menunjukkan kualitas hidup yang tinggi dan
> berbobot dan dapat berbakti serta mendekatkan diri pada Ilahi, sehingga
> hari-hari terakhir mereka adalah hari-hari yang penuh Rahmat dan disirami 
> Berkat
> serta dapat curahan Kasih dan sayang-Nya.
> 
> Saya pun di usia seperti sekarang ini, "Gaek alun, tapi mudo ala lampau"
> Usia muda sudah saya lewati dan lampaui, walaupun saya belum mau dikatakan
> Gaek, tetapi mau tidak mau, suka tidak suka, Gaek itu akan saya tempuh. Maka
> di hari Gaek saya membayangkan ingin berada di suatu tempat, dimana
> berkumpul banyak Gaek-Gaek yang lain. Pagiharinya kami pergi ketepian,
> berkecimpung dan berenang atau mandi di pincuran, kemudian mengail dan 
> memancing
> ikan, lalu membersihkan rumput di pematang sambil menanam bayam dan pucuk ubi,
> memetik sayur-sayur dan tomat. Kemudian membersihkan tambak dan
> keramba-keramba ikan, atau pergi ke sawah memalang dan memancing belut. Oh, 
> betapa
> indahnya dan betapa segarnya di tengah udara terbuka di pematang sawah dan di
> pinggir kolam.
> 
> Orang Gaek itu perangainya kembali seperti anak-anak, kata orang. Memang
> pada usia Gaek, kembali manusia ingin melakukan kebiasaan dan kesenangan
> sewaktu masih anak-anak dulu. Kalau dulu suka memancing, maka di hari tua
> keinginan itu menggebu-gebu kembali. Kalau dulu biasa memalang dan menangkap
> belut, maka di hari tua keinginan itu datang kembali. Di hari tua itu saya
> ingin tetap produktif menternakkan ikan, mengembangbiakkan belut. Dan
> pengalaman hidup semasa muda dan anak-anak akan saya jadikan pedoman dalam
> menempuh hari tua. Sorenya kami berkumpul dengan orang Gaek-Gaek yang lain 
> sambil
> "raun paniang" berkeliling melihat hasil kerja dari Gaek-Gaek yang lain,
> atau pergi menghibur dan mengobati, kalau-kalau ada di antara kami yang
> sakit.
> 
> Malamnya kami akan berkumpul, ada yang bergitar, ada yang berbiola lalu
> bersama-sama bernyanyi "Kemesraan ini jangan cepat berlalu", dengan suara
> yang tentu sudah fals dan tidak semerdu dulu lagi, tetapi bahagia dan senang.
> Sekali-sekali tentu ingin dikunjungi anak dan cucu, lalu bercengkrama dan
> berceritra. Tentu cucu-cucu saya ingin didongengi, apalagi kakeknya senang
> mendongeng, dongeng kak kancil, dongeng putri salju atau seribu dongeng
> dapat diceritrakan kembali. Betapa senangnya dalam mendongeng itu, melihat 
> cucu
> tertidur dengan lelapnya sambil memimpikan dongeng-dongeng yang
> disampaikan kakeknya. Oh masa tua, hari-hari Gaek yang penuh dengan 
> kenikmatan dan
> penuh rahmat, karena di hari itu saya sudah pensiun dan ingin menikmati
> masa-masa pensiun dengan penuh ketenangan, penuh kedamaian dan penuh
> ketenteraman. Memang untuk orang tua hati yang penuh kedamaian, fikiran yang 
> penuh
> ketenteraman dan perasaan yang penuh ketenangan, dan hidup yang penuh
>  arti sangat didambakan. Dan semua itu bukan khayalan, semua itu dapat
> diraih dan direncanakan dari sekarang.
> 
> Sebelum saya pergi ke pertemuan itu, sorenya saya menatap sebuah pohon
> kayu yang sudah tua, daunnya tidak selebat dulu lagi, rantingnya sudah banyak
> yang patah, pohonnya telah dihinggapi benalu. Badai yang berhembus kemarin
> mematahkan dahannya. Tetapi yang saya saksikan keinginan untuk bertahan dan
> hidup terus masih tampak pada-pohon tua itu, karena masih saya lihat, di
> sebagian rantingnya masih tampak daun daun baru, tunas-tunas baru. Kalau di
> sebatang pohon masih tumbuh daun-daun baru dan tunas-tunas baru, pertanda
> pohon itu masih panjang umurnya, karena dia masih produktif menghasilkan
> tunas dan pucuk-pucuk baru. Tetapi begitu dia tidak bisa lagi menghasilkan
> tunas dan daun, maka sebentar lagi dia akan layu, terkulai dan mati.
> 
> Agaknya manusia pun demikian, setiap hari dia harus produktif, harus bisa
> dan mampu menghasilkan sesuatu. Kalau dia tidak mampu lagi, maka hidupnya
> pun tidak akan lama. Dan seseorang dinilai dari produktivitasnya. Orang yang
> berkualitas adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya, ialah orang yang
> bisa menghasilkan sesuatu di setiap saat dan setiap waktu. Kalau tidak,
> maka demi waktu, mereka akan jadi orang-orang yang merugi. yang tidak merugi
> ialah mereka yang selalu beriman mendekat pada Tuhannya, beramal atau selalu
> bekerja dan mengerjakan perbuatan yang baik, serta berfatwa untuk kebaikan
> dan berfatwa dalam kesabaran.
> 
> Di Jepang orang-orang muda dan para sarjana dianjurkan ke kota. Dengan
> kekuatan dan kemampuannya serta kesarjanaannya mereka bergiat dan berlomba
> untuk. bersaing dan berproduksi, sedangkan orang-orang tua yang telah jadi
> mantan, mantan ini dan mantan itu, yang sudah lama merasakan pahit dan
> getirnya hidup, serta yang sudah lama makan garam kehidupan, dianjurkan pergi 
> ke
> desa-desa. Di desa mereka jadi panutan, apa yang dikatakan dan dikerjakan
> menjadi contoh dan teladan. Mereka tidak memburu-buru duit, tidak mencari
> kekayaan lagi. Berkat pengalaman dan pengetahuannya, mereka bekerja dan
> berfikir jauh lebih efisien dan efektif yang akan dicontoh oleh masyarakat di
> sekitarnya. Apa yang dikatakannya diikuti oleh masyarakat desanya. Hidupnya
> penuh arti, dia adalah jadi pembaharu dan dia jadi pahlawan di desanya. Pada
> hakekatnya desa-desa di jepang dibangun oleh orang-orang Gaek. Dia puas
> dengan hasilnya itu dan dia puas pula waktu akan meninggalkan dunia yang
>  fana ini.
> 
> Selama hidupnya dia menjadi orang yang berkualitas, dan. waktu matinya dia
> punya nama, karena dia sudah berbuat baik dan dia telah meninggalkan
> sesuatu, dia menjadi suri dan tauladan. Bukankah dikatakan bahwa harimau mati
> meninggalkan belang, Gajah mati meninggalkan. gading dan manusia mati
> meninggalkan nama?
> 
> Maka pertemuan 26 Oktober itu punya makna dan arti tersendiri dalam hidup
> saya, sambil membayangkan PERGERI atau Perhimpurtan Gerontologi Indonesia
> ini. Akan punya sebuah lahan tempat mereka berkumpul, lahan dimana ada
> sungai yang mengalir, punya tambak ikan, punya tempat memancing belut, punya
> taman dan. kebun memetik daun teh, punya ladang dan. sayuran, di udara yang
> bersih tanpa polusi. Dan kalau di satu tempat telah berkumpul mantan orang
> cerdik pandai, tentu di sana akan muncul ide-ide dan pemikiran baru yang akan
> jadi contoh dan ikutan masyarakat banyak.
> 
> Saya melamunkan suatu tempat, tempat yang tentu jauh berbeda dengan
> tempat-tempat "Panti Jompo". yang saya lamunkan adalah suatu areal, suatu 
> daerah,
> di mana berkumpulnya orang-orang Gaek yang produktif, berfikiran cemerlang
> dan berpenampilan segar bugar. Mukanya merona merah dengan sesungging
> senyum di bibirnya, hidupnya penuh arti. Dan dia meninggalkan dunia ini 
> dengan.
> penuh kedamaian, ketenteraman dan ketenangan di hadapan para anak cucu
> yang sangat mencintainya. Dan tempat itu bisa dan dapat dicari serta
> diusahakan. Di tempat itu nanti tertulis kata-kata "Disini, di tempat ini 
> adalah
> syorga bagi orang Gaek-gaek". Siapa yang mau bergabung ikutlah bersama kami.
> Semoga khayalan ini menjadi kenyataan dengan terbentuknya perhimpunan
> Orang-orang Gaek di suatu malam di rumah Pak Syurkani.
> 
> Untuk itu saya teringat sebuah firman suci-Nya: "Dan Tuhanmu telah
> memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu 
> berbuat
> baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang di antara
> keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanMu maka sekali-kali
> janganlah. kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan. janganlah kamu
> membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan
> rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan 
> ucapkanlah
> 'Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah
> mendidik aku waktu kecil'."(surat Al. Israa' ayat 23-24).
> 
> Selanjutnya Allah berfirman: "Kami perintahkan kepada manusia supaya
> berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan. susah
> payah dan melahirkannya dengan susah payah. Mengandungnya sampai menyapihnya
> adalah 30 bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat
> puluh tahun ia berdoa "Ya Tuhanku, tunjukkanlah. aku untuk mensyukuri
> nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan
> supaya aku dapat berbuat amal. saleh yang Engkau ridhai, berilah kebaikan
> kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku
> bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya -aku termasuk orang-orang yang 
> berserah
> diri." (surat Al Ahqaaf ayat 15)
> 
> Padang  26 Oktober 1999
> 
> 
>       Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan
> jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
> > 

-- 
Jetzt 1 Monat kostenlos! GMX FreeDSL - Telefonanschluss + DSL 
für nur 17,95 Euro/mtl.!* http://dsl.gmx.de/?ac=OM.AD.PD003K11308T4569a

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke