Def dan dunsanak sadonyo. Ambo agak2 telmi soal ko. Kalau ndak salah, diskusi ko dimulai di thread lain. Isinyo kiro2: Keluarga ingin memindahkan makam Tan Malaka, karena kalau di tempat sekarang, jika dipugar, dikhawatirkan akan mengganggu makam lainyya.
OK, itu dari sisi keluarga Tapi daris sisi kita? Bukan berarti ambo tidak menghargai para pahlawan, tapi pertanyaan ambo, setelah makam beliau itu di pindahkan ka kampuang awak, "trus what, gheetoo ..." (caro anak mudo kini). Kalaupun misalnya, seluruh pahlawan yang berasal dari Minangkabau, makamnya dipindahkan ke Sumatera Barat ... Trus? Apakah kita (tidak usah mengharap masyarakat banyak, tapi kita dulu) akan rajin mengungunjungi makam tersebut? Kalaupun rajin, seberapa banyak pengaruhnya kunjungan ke makam pahlawan itu (baik yang yang di TMP, maupun yang tersebar di berbagai tempat seperti di atas bukit di padangpanjang), terhadap "perjuangan kita"? Jangan2 nanti, ide "memulangkan makam para pahlawan" ini ujungnya akan kurang lebih sama dengan penyusunan "list urang2 hebat" nan acok awak lakukan. Setelah list tu tasusun ... ya sudah. Kalau ambo yakin, untuk menghormati para pahlawan, dan untuk meniru perjuangannya, tidak harus dengan memulangkan makamnya ... Banyak cara lain *(Catatan, hampir seluruh Taman Makam Pahlawan, dan Makam Pahlawan yang di Luar Taman di Sumatera Barat pernah ambo datangi waktu mengaudit kegiatan "Pemeliharaan Makam Pahlawan". Dari carito2 nan ambo dapek, pengunjung makam tu biasonyo cuma peserta upacara 17 agustus, dan keluarga almarhum)* Riri Bekasi, L 46 2009/2/4 Defiyan Cori <[email protected]> > Maaf Pak Saaf, Pak Mul dan Pak Syof...serta sanak lainnya nan budiman.. > > Kalau manuruik ambo ide mamulangkan makam pahlawan urang awak nan pahlawan > ko tatap tasarah ka ahli waris. Kalau pun ide mamulangkan iko dipiliah dek > ahli waris tantu baiak bagi kito dan baiak pulo bagi bangsa dan negara serta > Sumbar. Manuruik ambo tampek ndak akan mampangaruhi raso hormat urang lain > terhadap jasa kepahlawanan urang-urang awak nan alah jadi tokoh itu. > Eventhough, makam almarhum di ranah sendiri. Dan, martabat pahlawan juga > belum ada jaminan terjaga jika makamnya berada di Jakarta, ibu kota negara > Republik Indonesia. Hal ini adalah soal bagaimana kita menjaga dan > memelihara penghormatan itu dengan memberikan kabar kepada bangsa lain. Saya > melihat, banyak makam pahlawan orang2 daerah yang dimakamkan di daerah > asalnya juga dapat penghormatan yang besar dari masyarakat. > > Demikian dan maaf kalau ada yang salah > > Wassalam > Defiyan Cori L/40 > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
