Kelihatannya, wacana pemindahan makam ke TMP atau ke Sumbar, baru ada di
palanta ini, bukan dari pemerintah ataupun keluarga.

Saya coba tanya2 mak Google umumnya artikel2 yang ada mengatakan keluarga
ingin tetap di sana, namun mereka meminta kepada pemerintah Indonesia agar
makamnya dipugar dan dibikin lebih layak seperti makam pahlawan lainnya.
Warga sekitar makam juga berkeberatan jika kuburan (Tan Malaka) dipindah
dari desa mereka. Poeze juga menyarankan agar Pemerintah melengkapinya
dengan pusat studi dan dokumentasi. Tetapi dari berapa penjelasan Mak
Google, tampaknya Pemerintah masih "tenang2" aja tuh.

Tentang jalan terpanjang, selain jalan Let. Jen Jamin dari Medan itu, saya
temukan lagi di http://rachmad.kuyasipil.net/?p=107 jalan yang lebih panjang
lagi, dan jalan ini berada di sebuah pulau yang panjangnya hampir 100 km
yakni *jalan Tgk Diujung. Jalan ini menghubungkan kota Sinabang dan kota
Salang *
**
BTW, waktu batanyo2 ka mak Google tentang jalan terpanjang itu, jawaban2 nan
ambo temukan agak mambuek ambo takajuik juo. Misalnya, *Tgk Diujung* itu dek
mambaconyo talampau capek, agak lain maknanyo ha ha. Baru tabaco itu di
Aceh, baru ambo sadar Tgk itu dibaconyo Tengku.

Tapi ado lo nan manjawek: Jalan terpanjang itu Jalan Asia Afrika, ha ha,
menempuh 2 benua.

RIri
Bekasi, L 46










2009/2/4 benni_inayatullah <[email protected]>

>
> Seingat saya jalan terpanjang di Indonesia ini (yg memiliki nama) ada
> di depan rumah saya di 50 koto. Jalan itu memanjang dari Payakumbuh
> melewati Dangung2 terus ke Limbanang, Suliki, Pandam Gadang dan
> berakhir di Koto Tinggi. Panjangnya tak kurang dari 55 kilometer dan
> nama jalan itu Tan Malaka.
>
> Tak ada keputusan yang lebih bijak dairpada membiarkan jasad Tan
> Malaka beristirahat tenang di kuburnya saat ini. Kenapa harus di bawa
> ke TMP Kalibata sementara saya percaya tidak semua yang terkubur
> disitu adalah pahlawan dalam arti yang sebenarnya. Pahlawan tidak
> dihormati dengan dimana dia dikubur namun, dihormati dengan apa yang
> telah dia perbuat.
>
> Bila pemerintah tetap bersikeras membawa jasad Tan malaka ke TMP
> Kalibata maka itu adalah penzaliman karena ahli waris Tan sendiri
> memilih beliau tetap terkubur di tempat saat ini.
>
>
> salam
>
> Ben
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke