Assalamualaikum WrWb. Ambo acok mengungkapan Mubazir ko di Palanta, kini ambo garis merahi awal tulisan Mamanda K. Suheimi nan bajudul Mubazir tempo hari seperti dibawah. Kita sebagai masyarakat Minang dan Islam, pasti setuju, bahwa mubazir itu dilarang dalam agamo kito, tapi walaupun begitu, dengan ambo sadari, kadang ambo masiah acok melakukan nan Mubazir ko, contohnya.. ya merokok (ada 2 sisi pandangan marokok diambo) Mubazir nan sabana Mubazir dan Mubazir dengan efek lain, ya pergaulan, kesuntukan dlsb.
Mubazir yang ambo sampaikan kini tidak lain dari apa yang selalu kito tarimo setiap akhir email yang kalua masuak di Palanta, sebagai salah seorang Tim di Dapua RN, ambo punya kewajiban untuk selalu mengingtkan nan talupo ataupun nan baru tau, apolai nan masa bodoh, yahh.. mungkin dengan hanya mengkopi paste ulang sebaris itu, seperti nan di posting Mak Capten Parapatiah tadi pagi nan bahuruf Merah dan sagadang Gajah, namun kadang ado juo sanak nan indak peduli (Mohon ma'af bagi sanak nan talupo), atau juga mungkin indak Paham. Bagi ambo, dengan memberi tanggapan atau pandapek 3-5 baris terhadap sebuah artikel yang panjang ber alinea2 dan bagus, tetapi tidak menghapus Footer atau seluruh bagian yang tidak perlu adalah salah satu kemubaziran yang nyata di Palanta ini, apalagi sampai 5 replyan dari orang2 yang pertama mengirimkan, karena sama kita tau, bahwa email pertama yang dikirim, kita yang ikut dipalanta ini pasti menerimanya, atau kalau di groups, pasti saling berhubungan dalam 1 email, jadi jelas permasalannya dari pertama sampai akhir, kecuali kalau kita, ingin men cc kan ke group lain atau pribadi email lainnya. Jadi untuak itu, ambo cubo menyampaikan sedikit dengan pembahasan yang ambo mampu jelaskan seperti ini. Saya akui, dari setiap postingan kita disini, kita berbicara ingin lebih baik, patuh terhadap ketentuan, cuman yang disayangkan, kita tau akan semua itu mubazir, tetapi kitak tidak sadar apa yang kita lakukan adalah Mubazir. Menyalakan lampu yang tidak perlu dimalam hari, adalah perbuatan mubazir yang selalu di ingatkan pemerintah, efeknya kepada kita adalah, kita tidak terlalu banyak memnggunakan energy, dan harapannya anak cucu kita masih punya banyak cadangan nantinya sepeninggal kita, begitu juga dengan penggunaan telp/hp, kalo tidak perlu dan penting2 sekali, bubazir rasanya membuang2 pulsa (Khusus Hotline dan Ramalan yang rame di iklankan itu), begitu juga dengan penggunaan Air, dan kebutuhan lainnya. Pemakain Bandwith dalam mengirimkan email, menurut saya sama halnya dengan contoh2 diatas, semakin banyak kita kirim data, maka semakin banyak bandwith yang terpakai. Masalahnya kita tidak sadar, dalam ber email kadang kita mengirimkan/reply email yang mana besaran datanya hanya sekita 20 KB, tetapi kita mereply email yang sebelumnya yang sampe 50 KB dengan tidak membuang/memotong sebagian email tersebut, maka berapa yang Mobazir kita lakukan... memang sihh.... indak gadang2 bana, dan indak ado pangaruah (itu kalau pakai email plat merah atau unlimited provider) tapi mesti kito ingek juo, bahwa yang menerima indak semua nan pakai plat merah dan unlimited provider tadi, sangai baraso bana pasti, bagi nan mamakai speedy, atau bukak/download email nan manggunokan provider berbayar non unlimited, sangai taraso bana, bara rupiah nan dibayia satiok 1KB itu. Jadi, mohon maaf, mungkin lai ado sanak nan paham makasuik ambo ko, terutamo nan acok lupo dan nan alias indak peduli (banyak juo nan di remove kalau tasangkuik), dan tarimokasih sagadang2nyo ka sanak nan paham bana dan manjago rancaknyo ota kito di Palanta ko. Akhir kato, mohon maaf nan sagadang2nyo dari ambo, mari kita caliakan keinginan baik kito dengan perbuatan yang "gak ngaruh/Gak ngefek" kecek anak2 ABG kini. Wassalam Nofend St. Mudo, 32+ Nangroe Aceh Darussalam ________________________________ From: [email protected] [ <mailto:[email protected]> mailto:[email protected]] On Behalf Of suheimi ksuheimi M u b a z i r Oleh : K Suheimi Mubazirun Ikhwanul Syaitan. mubazir itu adalah kawan setan " Al mubaziirun ikhwanul syaitan" kata guru saya. Ke mubaziran itulah yang saya lihat kemarin di sepanjang jalan dari Padang menuju P Baru. Disepanjang jalan itu ribuan Foto dan ribuan bendera terpampang Foto dan bendera itu itu tak bicara apa-apa., membisu seribu bahasa . "90% dari deretan wajah itu tak menarik" dan dalam perjalan yang panjang dari Padang ke Pekena Baru membuat hati jadi jenuh dan bosan. Apalagi kalau foto-foto itu menghalangi pemandangan kerna di pasang di Pohon-pohon di tonggak listri, disimpang-simopang jalan. Memecah konsentrasi, terus terang ada sedikit kesal, karena pemandangan yang indah itu jadi tak indah lagi kerna tumpukan foto=foto yang berulang kali di sajikan. Dan mengotori tembok-tembok. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
