Riri dan para sanak kasadonyo,
 
Kok baitu duduaknyo pakaro, syukurlah. Indak usah kito buek tim kecil gabungan.
 
Hanyo pak Bupati Tanah Data paralu mananyo ka anak buah baliau, baa mako nan 
basangkutan maagiah katarangan saroman tu. 

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]



--- On Thu, 2/5/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:


From: Riri Chaidir <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Tapal Batas Padang Panjang dan Tanah Datar
To: [email protected]
Date: Thursday, February 5, 2009, 8:10 PM



Pak Saaf dan Dunsanak Sadonyo
 
Kalau pengamatan saya, "Tenang-tenang saja" mengenai perbatasan PP dengan TD 
itu bukan hanya di atas permukaan, tetapi dimana2 memang tenang2 saja, walaupun 
ada segelintir elit yang "tidak tenang-tenang".
 
Ini sebetulnya bukan cerita baru. Dulu PP ingin "mengklaim" dua kecamatan di TD 
(sekarang menjadi 3, karena pemekaran). PP memiliki dasar, misalnya peta jaman 
dulu yang ditemukan dipelihara dengan baik di Belanda, atau, kenyataan yang ada 
sampai sekarang, pasar PP itu disebut "Pasar Serikat" yang dibangun oleh 
nagari2 di PP dan kedua kecamatan tsb. 
Tapi TD juga punya pertimbangan lain.
 
Tapi tahun 2006, kedua Kepala Daerah, menyatakan "tidak ada lagi masalah 
perbatasan administratif, kita membangun sama-sama" (di bawah ambo copykan 
berita di PadangEkspres, berisi pernyataan kedua Kepala Daerah dan tokoh Sumbar 
lainnya pada waktu Halal hi Halal di Jakarta).
 
Nah, kalau kadang2 isu ini "diangkat lagi" (sebelumnya saya juga pernah 
mendengar waktu di Halal bi Halal Kec. Batipuah), ya nampaknya - menurut saya - 
kurang lebih berkaitan dengan pesta akbar bulan April nanti.
 
Bagaimana dengan pendapat para perantau? Dari dulu sudah minta agar kedua 
daerah membuat rencana pembangunan yang terkoordinasi. 
 
Untuk menggambarkan bahwa bagi perantau, isu administratif perbatasan bukan 
berarti menjadi ganjalan untuk bersama2 memperhatikan kampuang tampak dari 
namanya IKAPPABASKO (Ikatan Keluarga Padangpanjang, Batipuah, dan X Koto).
 
Jadi, kalau ambo raso, alun paralu - atau mudah2an tidak akan pernah paralu - 
pembentukan "tim kecil gabungan", karena baik uang nan di kampuang, maupun kami 
yang di rantau - dengan IKAPPABASKO - selalu "aware" dengan isu-isu ini ...
 
Riri
Bekasi, L 46
 
dari: http://groups.yahoo.com/group/IPMPP/message/919?source=1&var=1&l=1
 
Perluasan Kota Padangpanjang Jangan Dipaksakan Senin, 04-Desember-2006, 
03:30:48 
 
Jakarta, Padek—Dua kepala daerah masing-masing Wali Kota Padangpanjang Suir 
Syam dan Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadiqoe menegaskan agar masyarakat di dua 
daerah ini tidak memaksakan kehendak terkait adanya aspirasi perluasan wilayah 
Kota Padangpanjang jangan . 
"Tak perlu ngotot soal perluasan Kota Padangpanjang, yang penting. Bagaimana 
kita bisa membangun kerjasama untuk mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat 
yang lebih baik," tegas Wali Kota Suir Syam, pada acara halal bihalal 
Ikappabasko Jakarta Raya, di Padepokan Pencaksilat, Taman Mini Indonesia Indah 
Jakarta, Minggu (3/12). 

Kedua kepala daerah ini sepakat untuk tidak mempermasalahkan batas dan luas 
masing-masing wilayah. Sementara Bupati Tanahdatar, di tempat dan acara yang 
sama menegaskan wilayah administratif Kota Padangpanjang dan Kabupaten 
Tanahdatar tak bisa dipertentangkan. "Yang pantas bagi dua daerah adalah 
dipersandingkan, bukan dipertentangkan," tegas Shadiq. 
Menurut Shadiq, langkah yang paling tepat dilakukan oleh masyarakat di dua 
wilayah adalah berkosentrasi terhadap pembangunan. 

"Saat ini antara Padang Panjang dan Tanahdatar telah terjalin kerjasama secara 
sangat baik diberbagai terutama untuk program pendidikan, kesehatan dan 
pertanian serta perdagangan," ujar Sadik. 

Secara kultural, kata Shadiq, Kota Padangpanjang merupakan pusat kegiatan 
aktivitas dari masyarakat Batipuh Selatan yang masuk dalam wilayah Tanahdatar. 
Interaksinya sangat positif dan tak perlu ada kekhawatiran dan kecemasan 
terhadap proses yang selama ini berjalan. 

"Biarah administrasi babeda, asa iduik badampingan," kata bupati. 

Bersamaan dengan itu, tokoh masyarakat Kota Padangpanjang, Hasan Basri Durin 
menambahkan, yang lebih esensial adalah membangun kebersamaan. 

"Yang penting hati satu, tatap badunsanak taruih," kata mantan Menteri Agraria 
dan Kepala Badan Pertanahan Nasional itu, sesaat akan meninggalkan acara halal 
bihalal. 

Selain dihadiri oleh kedua kepala daerah, halal bihalal Ikatan Keluarga Padang 
Panjang, Batipuh dan X Koto juga dihadiri oleh Wakil Walikota Jakarta Utara H 
Syafruddin Putra Dt Sungguno dan Sekjend DPR/ MPR RI Faisal Djamal. (fas)



 
2009/2/5 Dr.Saafroedin BAHAR [email protected]






Kelihatannya di atas permukaan kota Padang Panjang dan kabupaten Tanah Datar 
tenang-tenang saja. Akan tetapi ternyata -- seperti tercantum dalam berita 
harian Singgalang Online berikut -- di bawah permukaan ada masalah, mirip 
dengan masalah yang belum selesai antara kota Bukittinggi dengan kabupaten Agam 
sekarang ini.
 
Mumpung masih tenang, bagaimana kalau dibuat semacam tim kecil gabungan untuk 
mempelajari masalah ini dan untuk memberikan saran penyelesaiannya ? Kan baik 
kalau sedia payung sebelum hujan. 


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]














 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke