Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
 
Siapapun yang akan terpilih nanti. karakter pribadi serta kemampuan profesional 
mereka akan mempengaruhi kehidupan kita berbangsa dan bernegara untuk lima 
tahun selanjutnya.
 
Oleh karena itu besar manfaatnya jika kita tekuni profil para caleg untuk 
Pemilu 2009 mendatang ini.
 
Bagaimana komentar sanak ? 

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak".
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]


Delapan dari 10 Caleg Berpendidikan Sarjana
 
Kompas, Senin, 9 Februari 2009 | 00:43 WIB
Gambaran calon wakil rakyat yang berusia relatif muda dan berpendidikan tinggi 
tampak mendominasi profil caleg yang akan bertarung dalam Pemilu 2009. Dari 
sisi usia, profil caleg bahkan lebih unggul daripada komposisi anggota 
legislatif (DPR) saat ini.
Hasil penelusuran Kompas atas profil caleg memperlihatkan delapan dari tiap 
sepuluh caleg tercatat berpendidikan sarjana. Jumlah sarjana tercatat hampir 
5.000 orang, pascasarjana sebanyak 1.599 orang, dan doktor 281 orang.
Dibandingkan dengan profil pendidikan anggota DPR hasil Pemilu 2004, profil 
tingkat pendidikan caleg saat ini mengalami peningkatan kualitas. Meski caleg 
berpendidikan pascasarjana menurun jumlahnya, yang berlatar belakang sarjana 
meningkat drastis dengan masuknya ratusan caleg berpendidikan S-3.
 
Diukur dari jumlah caleg yang diajukan parpol, Golkar memiliki komposisi caleg 
berpendidikan tinggi terbanyak. Dari total caleg yang diusung sebanyak 602 
orang, 92 persen di antaranya berpendidikan sarjana. Partai lainnya yang hampir 
mirip komposisi calegnya adalah Partai Kebangkitan Nasional Ulama dan Partai 
Matahari Bangsa.
 
Jika merujuk kepada fungsi parpol sebagai salah satu sarana penyaluran aspirasi 
rakyat, potensi ”kekuatan intelektual” ini mestinya merupakan sebuah modal awal 
bagi terciptanya anggota legislatif yang lebih bisa diandalkan oleh rakyat. 
Kondisi ini memunculkan harapan caleg yang terpilih nanti akan lebih kritis 
dalam mengawal kinerja atau kebijakan pemerintah.
 
Lebih muda
Regenerasi kepemimpinan parpol yang banyak didengung-dengungkan tampaknya juga 
mendapatkan sambutan memadai dari parpol. Jika dilihat secara keseluruhan, 
terlihat bahwa tujuh dari sepuluh caleg tergolong berusia relatif muda, yakni 
antara 21 tahun dan 50 tahun.
Proporsi terbesar caleg berada dalam rentang usia menengah, yakni antara 31 
hingga 50 tahun. Salah satu caleg yang tercatat paling tua adalah Drs HM 
Asy’ari, MA, seorang pensiunan dosen berusia 74 tahun yang dicalonkan Partai 
Keadilan Sejahtera. Sedangkan yang termuda adalah Elvina Indriani, caleg dari 
PKPB, berusia 21 tahun, dan masih berstatus mahasiswa.
 
Parpol yang dominan diisi oleh caleg-caleg muda berusia 21-30 tahun adalah 
Partai Barisan Nasional dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, 
masing-masing dengan komposisi separuh dari antara calegnya.
Sementara itu, Partai Merdeka, PPDI, Partai Golkar, dan Partai Perjuangan 
Indonesia Baru adalah tiga partai yang komposisi calegnya didominasi oleh 
tokoh-tokoh ”senior” berusia 51 tahun ke atas.
 
Jika merujuk kepada komposisi usia anggota DPR hasil pemilu sebelumnya, 
komposisi usia caleg yang disodorkan parpol saat ini memang mencerminkan sebuah 
perubahan generasi. Komposisi caleg berusia 20-an meningkat pesat, sementara 
caleg di atas 50 tahun menurun separuhnya.
 
Demikian juga jika melihat dalam dikotomi partai lama dan partai baru, tidak 
terdapat perbedaan signifikan perihal keterwakilan kalangan muda. Pada partai 
besar seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, maupun 
parpol-parpol baru keterwakilan kaum muda sama, mencapai proporsi rata-rata 72 
persen.
 
Jika dilihat berdasarkan golongan usia, kualitas caleg kalangan muda ternyata 
tidak jauh berbeda dengan caleg yang berusia mapan. Hal itu tampak dari 
proporsi caleg, baik yang muda maupun caleg berusia mapan, komposisi yang 
berpendidikan tinggi sama-sama mencapai tiga perempat bagian.
 
Gambaran karakteristik caleg yang dipaparkan di atas menunjukkan bahwa partai 
politik, baik partai lama maupun yang baru, menyajikan kekuatan yang cukup 
berimbang untuk menarik konstituen. Terlebih dengan sistem pemilu yang berlaku 
sekarang, persaingan tidak lagi terjadi di antara sesama partai, tetapi juga 
terjadi antarfigur caleg.
 
Rentang waktu tiga bulan sejak Komisi Pemilihan Umum mengumumkan daftar calon 
anggota legislatif tetap tentu tidaklah cukup bagi masyarakat untuk mengenal 
satu demi satu sosok calon wakil rakyat. Terdapat 11.225 caleg dari 38 parpol 
yang akan bertarung memperebutkan 560 kursi di DPR
 
Menghadapi pemilu yang tinggal dua bulan lagi ini, jualan citra sebagai caleg 
yang muda dan berkualitas sudah menjadi daya pikat tersendiri.(Gianie/Toto S/ 
Litbang Kompas)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke