Rokok "Diwajibkan" Dalam Adat, Usai 40-70 Tahun Rawan Serangan Jantung

 

Selasa, 10 Februari 2009

Padang, Padek--Tingginya penderita penyakit di Sumbar dari tahun ke
tahun, menurut Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi merupakan salah satu
motivasi pendirian pusat pendidikan jantung.

 

Apalagi saat ini penyakit jantung menyerang semua lapisan masyarakat.
Kondisi ini makin diperburuk dengan pola makan masyarakat Sumbar yang
banyak mengandung lemak dan menjadikan rokok sebagai suatu kewajiban
dalam adat. "Kami sangat mendukung rencana Fakultas kedokteran untuk
menjadikan Sumbar sebagai salah satu pusat pendidikan spesialis jantung
di Indonesia. Apalagi saat ini baru ada dua tempat pendidikan jantung di
Indonesia, di Jakarta dan Surabaya," ujar Gubernur kepada pers usai
memberikan sambutan dalam kegiatan peresmian Rumah Sakit Khusus Jantung
di Jalan Khatib Sulaiman Padang,  kemarin.

 

Hadir dalam peresmian RS tersebut d iantaranya Ketua III Yayasan Jantung
Indonesia (YJI)  Merry Aulia Sani beserta sejumlah dokter spesialis
jantung. Dewan Pembina YJI Cabang Utama Sumbar Prof Dr Asnil Sahim,
Ketua YJI Sumbar Vita Gamawan, Dirut RSUp M.Djamil Padang Suchyar dan
Dekan Fakultas Kedokteran Unand Masrul. Selain itu dengan adanya pusat
pendidikan jantung, tentunya diharapkan membawa efek positif bagi warga
Sumbar.

 

Warga tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, cukup di Sumbar, sebab
fasilitas dan tenaga medisnya juga telah teruji. Gamawan pun berjanji
akan menrasilitasi kebutuhan Unand jika memang usulan untuk menjadikan
Sumbar sebagai pusat pendidikan di setujui.

Apalagi saat ini pemerintah memang sedang gencar-gencarnya untuk
menjadikan Sumbar sebagai kota tujuan pendidikan dan pelayanan
kesehatan. Sedangkan untuk perluasan RS Khusus Jantung, Gubernur telah
menyediakan lahan seluas 1.5 hektar di samping TVRI Padang.

 

Ia sendiri memberikan apresiasi kepada YJI Sumbar, sebab tindakan yang
dilakukan tidak hanya kuratif (pengobatan) tetapi juga preventif
(pencegahan) dan rehabilitatif (penyembuhan).

 

Sementara itu Dewan Pembina YJI Cabang Utama Sumbar Prof. Dr.Asnil Sahum
SpJP yang juga merupakan salah dokter penyakit jantung andalan Sumbar,
memang selayaknya Sumbar memiliki pusat pendidikan jantung. Hingga kini
30 persen penyebab kematian di Sumbar masih dipicu penyakit jantung.

 

Sedangkan dari segi umur, usai 40 tahun hingga 70 tahun paling rentan
terkena penyakit mematikan tersebut. "Sebab memang pola makan kita yang
salah, apalagi tidak dibarengi olahrga serta memiliki kebiasaan merokok.
Sehingga di mana saja, orang Sumbar memang rawan mengidap penyakit
jantung. Sebagian besar yang dirawat di RS Harapan Kita, adalah warga
Sumbar, meskipun ia berdomisili di Jakarta," ujarnya. (nia)

Tak lama sesudah itu, Puti Intan dinikahi oleh Pamuncak St Maka. Namun
mantan isterinya, Reno Bungalai, yang tidak setuju dengan perkawinan
tersebut menaburi racun pada makanan keduanya. Akibat racun tersebut,
Pamuncak St Maka mati seketika, sementara Puti Intan sempat
sakit-sakitan dan beberapa pekan kemudian juga meninggal dunia.

 

Deta (kain ikat kepala) Ambuang Baro yang terlepas saat berkelahi dengan
St Talauik Api, menurut legenda berubah menjadi seekor elang hitam yang
salah satu sayapnya patah. Hingga kini elang hitam tersebut kadang kala
terlihat, jika ada keturunan suku Piliang yang meninggal dunia. (Eka
ridhaldi a)

Tak selalu mulus memang, kalau kita ingin merintis dan memilih eksis di
satu jalur usaha. Tak jarang, Amrizal sering terkendala dengan
permasalahan kayu yang sangat terbatas jumlahnya. Pernah, Amrizal dan
rekannya yang lain terhenti pekerjaannya hanya gara-gara tak ada kayu
untuk diukir.

 

"Kayu sekarang sangat langka. Harganya pun mahal," ungkap Amrizal.Meski
begitu, ia dan rekannya yang lain tak pernah patah semangat selalu
mencari alternatif tempat lain apabila sawmil atau toko bangunan
tempatnya berlangganan kehabisan stok kayu yang dibutuhkan.

 

"Kalau perlu dengan perjuangan keras dan menunggu berhari-hari. Kayu
yang kami butuhkan biasanya jenis Surian dan Meranti," lanjutnya.

 

Ketika ditanya tentang cita-cita dan rencananya ke depan, Amrizal dengan
spontan mengatakan Ingin membuka sanggar seni ukir di rumahnya. Namun
sayang, karena kekurangan modal, cita-citanya tersebut terpaksa tertunda
hingga entah berapa lama.

"Kalau saya punya modal cukup, pemuda-pemuda yang ada disini akan saya
ajak untuk belajar mengukir. Pendapatannya lumayan dari pada
menganggur," imbuhnya terbahak. (cr3)

 http://www.padangekspres.co.id/content/view/30313/1/

  

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke