Kepintaran orang Yahudi, konon selain dari Ras yang ber-IQ tinggi, juga karena 
menjalankan pandangan hidup yang membuatnya terus maju, seperti:
-Mencintai ilmu pengetahuan (gemar membaca, berdiskusi mengasah intelektual 
atau memanfaatkan kebebasan intelektual, dan terus belajar).
-Selalu berusaha menjadi yang terbaik, terutama di bidang profesional dan 
wirausaha.
-Terus melakukan berkreativitas.
-Tidak mau melakukan pekerjaan sia-sia.
Hal-hal seperti ini mereka dilakukan sejak zaman dulu. Tak heran 32 persen dari 
peraih Nobel dunia diraih bangsa Yahudi. Sebagian terobosan dunia (di bidang 
ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi) diprakarsai orang Yahudi. Sebagian 
besar digunakan di dunia ini, termasuk di dunia maya.
 
Ambil contoh Google yang dibuat Sergey Brin, Walt Disney yang menyihir 
anak-anak dunia, WB dan Miramax yang karyanya kita tonton, atau produksi 
Hollywood lainnya yang mengisi waktu kita. Termasuk karya-karya spektakuler 
Steven Spielberg macam Jurassic Park.
 
Belum lagi Intel yang di luar komputer kita dituliskan 'Inside' dan ribuan 
program yang kita pakai sehari-hari. Atau model bisnis konglomerasi media dunia 
yang kemudian ditiru grup Jawa Pos di Indonesia, dan grup lain. Atau juga tata 
cara bank konvensional. Dst... tentu termasuk Facebook.
 
Kecerdasan Yahudi telah kita gunakan sehari-hari. Kita mau memposisikan diri 
seperti apa? Apakah membenci Yahudi dengan meletakkan kata-kata 'licik', 
biadap, tidak bisa dipercaya. Semuanya mesti ada konsekuensinya alias tindakan 
yang benar-benar tidak merugikan kita atau membuat kita (maaf) hipokrit.
 
Nan menarik manuruik ambo, urang Minang kadang-kadang diagiah gala dek urang 
'Yahudi'-nyo Indonesia: banyak muncul intelektual dan pelaku ekonomi. Kenapa 
awak Indak mancontoh metode nan positif dari Yahudi untuak menguasai dunia 
dengan penguatan kehidupan intelektual, kreativitas, dan investasi.
 
Topik ko sangaik banyak mencerahkan ambo. 
 
Syof (38+/Padang).

--- On Tue, 10/2/09, Defiyan Cori <[email protected]> wrote:

From: Defiyan Cori <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: OOT - Mengapa Orang yahudi banyak yang pintar ?
To: [email protected]
Date: Tuesday, 10 February, 2009, 7:13 AM







Tanyo ciek Ibu Hifni...
Yang tidak mau diatur itu orang yang beragama Yahudi atau orang Yahudi karena 
ini berbeda jika kita merujuk pada postingan salah seorang sanak kita dahulu...
Apakah orang Islam atau orang yang beragama Islam dari berbagai suku bangsa ada 
juga yang tidak mau diatur?
Bagaimana dengan orang Kristen dan yang beragama lainnya...?
Ambo cuma ingek salah satu ayat dalam kitab suci Al Qurán yang babunyi: 
"Janganlah kebencianmu pada suatu kaum, membuat kamu berlaku tidak adil.."
 
Mohon pencerahan 
 
Wassalam
Defiyan Cori L/40





      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke