Ambo taringek meliput Batanghari (Dharmasraya) penghujung 2007 (ado laporannyo di PadangKini.com). Alun cocok disabuik mengarungi Batanghari karano hanyo dari Siguntur ka Sungai Lansek. Labiah banyak mancaliak candi, wawancara jo masyarakaik sekitar dan pewaris kerajaan.
Pembalakan liar alah mulai hilang di Siguntur karano tagehnyo polisi manggiliang ilegal logging sajak 2006. Wartawan nan naiak kapa paralu pakai pelampung untuak jago-jago kalau kapa tasoleang.
From: Nofiardi <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Menelusuri Batang Hari, Menemukan Keseharian To: [email protected] Date: Wednesday, 11 February, 2009, 9:36 AM
Menelusuri Batang Hari, Menemukan Keseharian
PADANG —Hari ini, Rabu (11/2) Tim Ekspedisi Singgalang I akan memulai perjalanannya menyusuri Sungai Batang Hari di Kabupaten Dharmasraya. Tidak saatnya lagi, wartawan main di ruangan humas. Tim yang terdiri dari koordinator, Trio Jenifrans, reporter, Rifki Wahyudi, dan fotografer, M. Fadli, selanjutnya akan bergabung dengan dua orang wartawan Singgalang di Kabupaten Dharmasraya, yakni Asrial Gindo dan Syaiful Hanif. Ekspedisi perdana yang digelar Harian Singgalang ini, mengambil tema ‘Menyusuri jejak Minangkabau dari Tepian Batang Hari’. Berlangsung selama tujuh hari, dimulai 11 Februari 2009 dan berakhir 18 Februari 2009. Menurut Pimpinan Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi (KJ), Selasa (10/2), ekspedisi tersebut bertujuan untuk menginformasikan berbagai potensi, keseharian warga, panorama alam,
situs, kehidupan anak-anak, dan perkembangan daerah yang dilalui tim eksedisi kepada masyarakat. Menurut dia, wartawan memang bekerja di belakang komputer. Namun harus ada waktu dan tim yang menelisik ke pedesaan dan pendalaman. “Kita tak boleh jauh dari warga di pedesaan, sebab sesungguhnya kehidupan ada di sana ,” kata dia. Menurut dia, sudah tiba waktunya, giliran rakyat yang masuk koran, bukan lagi pejabat, politisi dan entah siapa lagi. “Menemui rakyat memang terasa berat, sebab selama ini kitadi kantor saja,” kata dia. Menurut catatan unsur pimpinan Singgalang, berita “bertemu rakyat” sudah banyak diturunkan Singgalang selama ini. Cuma saja itu, tidak terpola. Sangat kasuisitis. “Sekarang kuat coba terpola, pakai rencana kerja yang matang,” kata dia. Khairul yakin, dengan bertemu dengan rakyat yang sedang melakukan kesehariannya, maka hal itu akan menjadi bekal yang banyak bagi wartawan muda untuk karirnya di masa
depan. “Tak saatnya lagi wartawan main dan menghabiskan hari di ruangan humas,” kata KJ pula. Tahap awal ini, sengaja di pilih daerah-daerah di tepian Sungai Batang Hari. Di samping untuk menjawab keingintahuan masyarakat terhadap kondisi terbaru daerah tersebut, juga karena Dharmasraya pernah menjadi pusat peradaban pada masa lalu. Bahkan sejarawan meyakini, daerah Dharmasraya memainkan peran penting di masa lalu. “Tim ekspedisi Singgalang I, akan berupaya melaporkan berbagai hal yang ditemui dalam perjalanan mereka kepada masyarakat. Baik aspek sejarahnya, yang akan dirangkum dari keterangan tokoh-tokoh masyarakat dan kalangan adat di Dharmasraya maupun aspek lainnya yang terkait potensi pariwisata, kondisi kehidupan masyarakat dan potensi alam Dharmasraya,” tutur Khairul yang diamini repdel Widya Navies dan Korlip Sawir Pribadi serta Susilo Abadi Piliang. Sementara itu, anggota komisi IV DPRD Provinsi Sumatra Barat, Drs H.
Irdinansyah Tarmizi, yang ditemui di tempat terpisah, menyatakan sangat mendukung perjalanan tim wartawan Harian Singgalang tersebut. Menurutnya, Kabupaten Dharmasraya memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Baik perkebunan, pertambangan maupun bidang lainnya. Bahkan untuk pariwisata, potensinya jauh lebuh besar lagi. Terutama untuk pariwisata sejarah. “Dari kunjungan saya bersama Komisi IV DPRD Sumbar beberapa waktu lalu ke sana , memang berbagai potensi di Dharmasraya ‘menunggu’ untuk dikembangkan. Semoga perjalanan Tim Ekspedisi Singgalang I ini, bisa memberikan dampak positif terhadap daerah tersebut,” ungkap Irdinansyah. Bupati Dharmasraya, Marlon Martua di tempat terpisah menyatakan, menjamin tim Singgalang akan terkagum-kagum melihat pedalaman kabupatennya. “Sebagai orang Sumbar, siapa yang sudah masuk pedalaman Dharmasraya, siapa yang sudah melintasi Batang Hari? Ini akan menakjubkan,” kata dia. Selain itu, ia juga minta
tim untuk memotret hasil-hasil pembangunan di wilayahnya.107
http://hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=267
The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
|