Sabtu, 21 Februari 2009 Evaluasi Pemekaran Daerah di Sumbar
Padang, Padek--Empat daerah pemekaran di Sumbar yakni Kepulauan Mentawai, Solok Selatan, Dharmasraya dan Pasaman Barat sudah dievaluasi tiap tahun. Namun hasil evaluasi tersebut belum pernah diungkap ke publik. Baru-baru ini Pemprov bekerjasama dengan tiga instansi yakni BPK, BPS dan Inspektorat sudah merampungkan evaluasi tahun 2008. "Dari empat daerah itu yang agak terlambat kabupaten Mentawai. Meski potensi daerahnya cukup besar tetapi pemerintah daerah belum bisa mengelolanya secara optimal. Buktinya pendapatan asli daerah (PAD) belum bisa digenjot. Pasbar, Solsel dan Dharmasraya sudah oke. Padahal Mentawai duluan pemekaran," terang Kepala Biro Pemerintahan Sumbar Fachril Murad kepada koran ini, kemarin. Menurutnya banyak faktor yang menyebabkan ketertinggalan Mentawai. Di antaranya rendahnya sumber daya manusia (SDM) dan lambannya pembangunan infrastruktur sehingga menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Mestinya terang Fachril Murad Pemkab harus membuka jalan lingkar sehingga potensi yang ada di daerah pedalaman bisa dibawa ke pasar dengan cost yang lebih murah. Ia juga mengkritisi pemekaran kecamatan dari empat menjadi 10 di kabupaten kepulauan tersebut. Menurutnya meski mendekatkan masyarakat dengan pelayanan tetapi akan menambah cost untuk pembangunan infrastruktur perkantoran dan biaya belanja pegawai. "Harusnya akses jalan dulu yang dibuka. Pelayanan bisa mengikuti. Banyangkan berapa tunjangan dan operasional yang harus ditanggung APBD," terangnya. Komitmen Kepala Daerah Mantan Sekda Pemprov Sumbar Rusdi Lubis mengakui hal yang sama. Menurutnya Mentawai merupakan daerah yang paling lamban laju pembangunannya dibanding tiga daerah pemekaran lain. Meski begitu ia tidak sepakat ada penggabungan daerah yang sudah dimekarkan. Justru ia menyaranlan Sumbar agar menyetop segala bentuk rencana pemekaran hingga beberapa tahun ke depan. Kelambanan tersebut tidak bisa dilepaskan dari SDM aparatur dan komitmen dari kepala daerahnya. "Mentawai misalnya memang ada kendala dengan kondisi wilayah tetapi harusnya itu menjadi peluang," ujarnya. Menurutnya aspek pelayanan dasar harus menjadi perhatian utama seperti pendidikan, kesehatan dan kualitas SDM. "Pelayanan kesehatan misalnya bisa dikembangkan dengan pelayanan berjalan. Provinsi juga diminta melakukan pembinaan. Ya, sepanjang mau dibina. Kalau tidak ya biarkan saja," tukasnya. Dari empat daerah tersebut Rusdi menilai Solok Selatan dan Dharmasraya yang bergerak cepat dalam bidang pembangunan. "Solsel bisa mengajak investor masuk ke daerahnya. Memberikan berbagai kemudahan. Dharmasraya mampu mempromosikan daerah ke luar. Pasbar sepertinya masih biasa-biasa saja," ungkapnya. (*) http://www.padangekspres.co.id/content/view/31029/1/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
