Nb : Berita kapatang dari Antara Sumbar
-----------------------------------------------------------

Padang, (ANTARA) - Pakar Eco-Tourism Indonesia, DR. Ricky Avenzora
MSc, menilai sektor pariwisata bisa menjadi sumber ekonomi bagi
Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), bila dikelola dengan semangat dan
komitem yang kuat, karena memiliki kekayaan alam.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi pengembangan pariwisata di Gedung
Galery Taman Budaya dengan Kepada Dinas Pariwisata Padang, Edi Hasmi,
Kepala Taman Budaya Asnam Rasyd, Sekjen Masayarakat Peduli Kareta Api
Sumbar (MPKAS), Nofrins Nafilus, serta ikut hadir anggota Komisi IV
DPRD Sumbar, Rizal Munir, di Padang, Jumat.
Menurut Dosen Institut Pertanian Bandung (IPB) itu, dalam pengembangan
pariwisata eco-tourism ada tiga komponen penting yang tidak bisa
dipisahkan, yakni keberlanjutan sosial budaya, sektor ekonomi dan
ekologi.

Justru itu, penting mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun
pariwisata sangat perlu dan juga perawan budayawan diharapkan sebagai
'panglima' untuk mempertahan budaya.

Jadi, katanya, mengembangkan pariwisata Sumbar bagaimana sosial budaya
tetap dipertahankan, karena merupakan keunikan tersendiri.

"Para budayawan harus mampu menjadi panglima dalam mendorong
pariwisata dengan mempertahan budaya yang ada," katanya.

Selain itu, tak kalah pentingnya perlunya penyatuan persepsi
kabupaten/kota, eksekutif dan legislatif serta semua pihak dalam
pengembangan sektor pariwisata.
Putra Tanah Datar itu, juga menyayangkan satu kabupaten membuat obyek
wisata 'water boom', dan yang lainnya juga berencana membangus obyek
yang serupa.
"Ini secara hitungan tematisnya tidak realitis dan tak ketemu
logikanya, bahkan bisa menimbulkan visi yang negatif. Perlu membangun
visi bersama," katanya dan menyarankan perlu dikaji ulang dan
dievaluasi pola pengembangan pariwisata Sumbar.

Menurut dia lagi, Sumbar bisa tidak merusak lingkungan daerah yang
bagus dalam pengembangan sektor pariwisata, potensi wisata alam,
sejarah dan budaya dimiliki Sumbar cukup banyak yang dapat
dikembangkan.

Ia menyontohkan, berbagai ivent berskala besar bisa digelar, seperti
acara para perantau Minang pulang makan 'bajamba' sekali setahun, dan
juga ada silat tradional yang hingga masih disegani.

Selain itu, Master Plan harus didukung dengan Peraturan Daerah
(Perda), sehingga bidang pariwisata bisa berjalan.

Sebab, bila sudah ada rambu-rambu biarkan masyarakat berkembang dalam
partisipasi pengembangan pariwisata dan yang mungkin perlu dikawal
terkait IMB, batas jalan dari bangunan masyarakat.

Lebih jauh Ricky mengatakan, di negara lain di antaranya Eropa Barat,
dalam pengembangan kawasan wisatanya tidak berpikir kelengkapan
fasilitas terlebih dahu, tetapi membangun kesadaran masyarakatnya.

"Di Eropa mulanya hanya membangun hotel atau penginapan kecil, tetapi
mereka erat menjaga budayanya. Setelah berkembang maka lahirlah
asosiasi untuk membangun hotel berbintang," katanya.

Bahkan, pihak legislatif ingin menjadikan sektor pariwisata yang
merupakan masukan devisa lebih besar dalam negeri, tetapi belum bisa
dibuktikan.
Sebab, selama ini di Indonesia konsep pengembangan pariwisata hanya
fokus pada bidang akomodasi, bagaimana ketersediaan hotel atau
penginapan dan bidang manajemen yang berakitan proses pengurusan tiket
pengunjung.

Selain itu, ia menilai, keseriusan dalam pengembangan pariwisata masih
kurang, bahwa jabatan Kepala Dinas di Bidang Pariwisata hanya sebagai
yang terbuang.(*/Sa)

http://www.antara-sumbar.com/id/?mod=berita&d=1&id=16623

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke