Dunsanak di lapau sakalian,
 
Iyo rancak pakaian putiah2 tu tampak. Tapi topi e sarupo topi Tuan Kontroleur 
saisuak, maingek'an ambo ka artikel almarhum Prof. Dr. Khaidir Anwar (abak e 
Dewi Fortuna Nawar jo Desi Anwar): "The Dutch Controller's Visit to a 
Minangkabau Village", Sumatra Research Bulletin 4, No. 1 (1974).
 
Lah taragak raso e nak naiak kuretapi tu. Kok pulang isuak ko dicubo naiak, 
diajak keluarga. Tapi baalah suasana di dalamnyo salamo perjalanan nan 5 jam 
tu? Iko kurang diekspose di media: apo sajo nan ado di dalam? Lai ramah2 
pelayan e nan pakai baju saragam tu? Mudah2an lai tabaokan 4 rancak 5 elok 
bana...(eh iyo co itu semboyannyo?). Jan ramah e duo hari sajo atau salamo 
peresmian sajo. Sudah tu lah barubah. Urang awak ko lakeh pambacan. Iko paralu 
diingek'an ka seluruh jajaran nan maoperasikan kuretapi wisata kito ko.. 
Tamasuak soal kebersihan di dalam gerbong tu. Mudah2an kulik kacang jo boto 
aqua jan baserak2 sajo. 
 
Lai bisa  awak mamasan teh manih jo nan ka dikudok sambia mambaco2 brosur nan 
bamanfaaik (dalam bahaso Indonesia tau Inggris) sambia sakali2 maliek ka lua 
jenjela manikmati pemandangan? Jadi, ambo kiro rancak pulo dibuek produk2 
tambahan nan bisa dijua salamo perajalanan tu: brosur, souvenir, dll. Pokok e 
nan ka manambah pemasukan dek pengelolanyo.
 
Baa pulolah bantuak interior ruang kuretapi wisata kito tu? Tabayang dek ambo 
alangkah rancaknyo di satiok gerbong dilatak'an repro beberapa foto tuo 
mengenai perkeretaapian Sumatera Barat lamo. Ado ratusan foto2 tuo mengenai 
perkeretaapian Sumatera Barat kini tasimpan di KITLV Leiden. 
 
Jadi, suasana dalam gerbong tu batua2 mendukung: sambia menikmati wisata 
perjalanan jo kuretapi tu, nan wisatawan tu dibari pulo imajinasi kesejarahana 
mengenai perkeretaaapian Sumatwra Barat di maso lampau.
 
Eh....raso2 ka lamak rasonyo. 
 
Salam,
Suryadi


--- Pada Ming, 22/2/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis:

Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Topik: [...@ntau-net] Re: Warga Sawahlunto Bersorak Saat Peluit 'Mak Itam' 
Berbunyi ---> PERTAHANKAN PAKAIAN PUTIH !
Kepada: [email protected]
Cc: "MAPPAS MAPPAS" <[email protected]>
Tanggal: Minggu, 22 Februari, 2009, 11:25 AM







Alhamdulillah. Kalau bisa pakaian putih-putih petugas PT KAI tersebut tetap 
dipakai, sebagai ciri khas KA Wisata kita. Bravo untuk MPKAS, PT KAI, Pemda 
Sumbar, dan khusus untuk pak Nof, RPKADnya MPKAS.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak".
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]







From: Nofend Marola <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]
Sent: Sunday, February 22, 2009 8:09:40 AM
Subject: [...@ntau-net] Warga Sawahlunto Bersorak Saat Peluit 'Mak Itam' 
Berbunyi


PadangKini.com | Minggu, 22/2/2009, 0:31 WIB


Petugas PT KAI Divre Sumatera Barat berpakaian Menir Belanda di depan 'Mak 
Itam'.
SAWAHLUNTO--Ratusan warga Sawahluto sejak Sabtu (21/2) siang sudah memadati 
Stasiun Kereta Api Sawahlunto ingin meyaksikan diaktifkannya lokomotif uap 
E1060 yang terkenal dengan panggilan ‘Mak Itam'.
Mereka membawa anak-anak dan memenuhi halaman dan stasiun, sehingga beberapa 
anggota Satpol PP dan polisi sibuk mengatur warga agar tidak berdiri di rel 
kereta api yang sebentar lagi akan didatangi kereta api wisata dari 
Padangpanjang. 
Pukul 5 sore, kereta api wisata yang membawa Menteri Perhubungan Djusman Syafei 
Djamal dan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi mulai memasuki Kota Sawahlunto 
dari arah Mesjid Raya Sawahlunto. 
Mesin Lokouap yang ada di depan stasiun mulai dihidupkan. Dua Masinis dan 
asisten masinis yang berpakaian seragam putih-putih ala menir Belanda mulai 
menghidupkan ‘dapur ‘ lokouap. Mengatur mesin secara manual dengan tangan, 
memasukkan batubara ke dalam tungku pemanggang, dan mengukur tekanan uap. 
Tidak lama, lokouap mulai mengepulkan asap hitam yang tebal. Suara mesinnya 
yang khas mulai terdengar berdesis. Saat lokouap mulai berjalan di atas rel 
sambil mengeluarkan asap  atas dan bawah, juga mengeluarkan percikan air ke 
udara. Ratusan warga yang menyaksikan bersorak gembira saat terompet Mak Itam 
dibunyikan dan terkagum-kagum pada kepulan asap Mak Itam yang bergerak perlahan 
menyambut kereta api wisata hingga bersisian. 
Pengunjung berebutan berfoto di depan lokouap. Wajah-wajah pegawai PT KAI 
Devisi Regional Sumatera Barat memancarakan kegembiraan. Mereka bergantian 
berfoto di depan Mak Itam bersama teman-teman berpakaiana ala Menir Belanda. 
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi mengatakan, perjalanan 
Mak Itam yang didatangkan ke Sumatera Barat melalui jalan panjang dan 
diperjuangkan oleh Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKS). 
"Kembalinya Mak Itam tidak terlepas dari usaha MPKAS, dulunya Mak Itam ke 
Ambarawa karena di ranah dianggap baguno balun, tetapi sekarang sudah kembali 
ke Sumatera Barat karena sekarang sudah berguna," kata Gamawan. 
Ia mengatakan, karena keunikan lokouap ini, jangan sampai dijual murah, tetapi 
dijual mahal untuk wisata. Sebab lokouap sudah langka dan punya sejarah yang 
panjang. 
Menteri Perhubungan mengatakan, dengan lokoua diharapkan akan melengkapi 
Sawahlunto sebagai ‘Living Museum'. 
"Lokouap amat istimewa, karena sarat sejarah dan tidak terlepas dari sejarah 
Kota Tambang Sawahlunto dan sejarah dunia perkeretaapian di Indonesia, saya 
harapkan ini dapat bermanfaat untuk membangkitkan dunia pariwisata di Sumatera 
Barat," ujarnya. 
Lokouap diresmikan dengan meriah diiringi gamelan jawa. Menteri Perhubungan 
Djusman Syafei Djamal, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, dan mantan 
Menteri Perhubungan Azwar Anas menyiram Mak Itam dengan air kembang dan jeruk 
nipis. (yanti)







      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke