--- In [email protected], "Rasyid, Taufiq (taufiqr)"
<tauf...@...> wrote:

> 
> IIronis nyo di babarapo tampek Angkasa Pura mengecekkan lah rugi
> galehnyo .... Apo memang bisa baitu ????
> 

Memang tidak semua bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura mendapat
keuntungan , tak sedikit pula yang masih kondisi merugi , temasuk BIM
masih dalam kerugian karena besarnya biaya penyusutan dan amortisasi
yang ditanggung oleh BIM . Kemungkinan  besar BIM untuk 5 atau 10 
tahun kedepan belum akan memberikan keuntungan alias masih merugi dan
baru akan bisa meraih keuntungan apabila  penumpang telah mencapai 2,5
- 3 juta  orang dan nantinya  diikuti pula  penambahan/peningkatan 
aircraft movement . Dan kerugian yang dialami BIM ini tidak perlu
merisaukan Pemda ataupun Pemkab , karena seluruh kerugian  BIM akan
disubsidi silang oleh bandara lain dibawah pengelolaan AP II yang
telah meraup keuntungan seperti bandara Soekarno Hatta dan  Polonia
Medan . Inilah salah satu missi dari keberadaan Ap sebagai pengelola
bandara didaerah disamping mancari profit juga punya tugas untuk
mengembangkan  wilayah dimana bandara tersebut berada baik dibidang
ekonomi , pariwisata dan pembangunan lainnya . BIM boleh merugi ,
namun efek domino yang terjadi di Sumbar dengan keberadaan BIM ini
sangat "luaar biasa"  baik dibidang ekonomi , pariwisata dan
peningkatan PAD dimana bandara tersebut berada  .

> Agak samo sebangun jo iko....adolah  pengelola pelabuhan laut bahkan
> kaduonyo  terkesan agak exclusive bagi pemerintah daerah nan kini
sadang > damam otonomi. Karano keceknyo....apo kepedulian keduo badan
usaha ko > bagi daerah tampek mereka bakureh...
> 
> Mungkin ado info lain manganai hal iko dari mak Zul ??

Dibeberapa daerah diakui telah terjadi ketegangan antara Pemda disatu
sisi dengan Angkasa Pura sebagai pengelola bandara dipihak lain ,
penyebabnya tiada lain adalah masalah pembagian kue hasil pendapatan 
bandara dimana bandara tersebut berada , pemda meminta sekian persen
padahal bandaranya masih merugi  . Yang ramai dipersoalkan saat ini
adalah pembagian kontribusi parkir kendaraan dan penerimaan Visa On
Arrival (VOA) yang dipungut Imigrasi .  Pengelola bandara secara
routine  setiap  tahun sudah memberikan Bantuan Kredit Lunak 
khususnya kepada UKM sebagai mitra binaan dimana bandara tersebut
berada termasuk didaerah bansara yabg rugi sekalipun . Kadangkala
Pemda melihat bahwa pendapatan suatu bandara adalah murni dari usaha
bandara bersangkutan . Tapi sebenarnya penghasilan atau pendapatan 
merupakan profit sharing dengan bebarapa bandara , contohnya ; setiap
pesawat yang lewat diatas udara Indonesia bagian timur , maka yang
memungut hasil pelayanan penerbangan ( JP2U ) adalah Ujung Pandang .
Padahal yang bekerja melakukan pengawasan dan pengontrolan adalah
beberapa bandara seperti Ngurah Rai , Kupang , Surabaya , Semarang .
Patutkah  Pemda NTT , Bali , Jatim , Jateng berhak dapat bagian dari
JP2U tersebut  ? Inilah yang menjadi persoalan .
 

Wassalam : zul amry Piliang ( 61 th ) . mantan karyawan Ap Ngurah Rai
tapi bukan jubir Angkasa Pura .
> 
> Wass
> 
> TR53+



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke