Sanak palanta Yth :


 

Ada sedikit
perubahan di BIM pada tahun 2008 dibandingkan tahun 2006 lalu  yakni dalam 
penempatan Taxi Conter . Tahun
2006 loket  pemesanan taxi berada didalam
ruangan  kedatangan dekat para penumpang
mengambil bagasi ( restricted area ). Namun pada  2008 taxi konter  berada 
diluar ruang  kadatangan bagian depan bandara  ( public area ) . Menurut info 
yang saya
dapat ini disebabkan adanya protes dari pemilik Taxi dan jasa angkutan lainnya
yang biasa mangkal dan cari makan di 
bandara . Sewaktu  loket pemesanan
taxi berada didalam ditenggarai  terjadi
koncoisme dan kongkalingkong dalam pembagian giliran taxi oleh pengelola taxi ,
hal ini diprotes oleh pengemudi taxi dengan melakukan demo makanya oleh
penguasa bandara ( PT Angkasa Pura II ) taxi konter dipindahkan ke bagian luar
untuk memudahkan control oleh pengemudi dan pengelola taxi , dan para
penumpang   bisa  melakukan pemesanan taxi atau alat angkutan
sesuai route yang diinginkan . Perlu diingat bahwa pelayanan taxi di BIM bukan
dikelola oleh Angkasa Pura II tapi dilaksanakan oleh Koperasi Taxi ( Koptax ) .
Menurut pengamatan saya , pengurusan dan pelayanan taxi di BIM sudah cukup baik
dan lumayan  Kalau ada kasus atau rebutan
penumpang biasanya terjadi bagi penumpang lepasan dan ingin melakukan tawar
menawar untuk mendapatkan harga yang lebih murah dari tariff resmi yang ada
diloket    (konter) , Penumpang inilah
yang menjadi makanan oleh para calo penumpang taxi . Hal ini juga terjadi
dimana saja termasuk bandara Ngurah Rai sekalipun . Tentunya rebutan penumpang
ini tak bisa lepas dari perilaku masyarakat dan betapa sulitnya perekonomian
saat ini . Saya pernah berbincang – bincang dengan salah seorang sopir taxi
yang mengantar saya ke Solok . Kebetulan taxi yang ia operasikan adalah
kepunyaan salah seorang anggota AURI dengan system setoran, menurut
pengakuaannya sejak antre dari pagi baru pertama kali ini ia mendapatkan
penumpang . Sesampai di Bandar Buat , si sopir mau  mengisi BBM dengan sedikit 
malu-malu  harus pinjam dulu dari saya yang katanya belum
punya uang dan nanti akan dikonpensasi dengan ongkos  . Melihat dan 
memperhatikan kegalauan sang
sopir terpaksa saya nasehati untuk ber hati-hati dan pelan – pelan saja biar
selamat sampai  tujuan . Sesampainya di
Lubuk Selasih dengan perasaan ikhlas saya mengajaknya untuk makan bersama
karena menurut pengakuannya dari siang dia belum makan .  Itulah 
sekelumit kisah pilu sopir  taxi
di nagari Minang . 

 

Zul amry piliang
.




      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke