Hendra, selamat.
Di abu dhabi kerja di sana atau buka usaha sendiri di sana?
Wass,
mh

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Hendra Messa
Sent: Wednesday, February 25, 2009 2:04 PM
To: alma wardi
Subject: [...@ntau-net] Pengembaraan sehelai daun teh


rekan2 sekalian, 

sekali waktu, perjalanan hidup ini susah untuk diduga akan kemana perginya, 
angin nasib telah menerbangkan saya jauh dari tengah hamparan hijau kebun teh 
bandung selatan melintas samudra sampai ke tengah padang pasir Abu Dhabi...

simak cerita selengkapnya ;
http://hdmessa.wordpress.com/2009/02/24/daun-teh-kelana/

semoga bermanfaat

salam hangat dari tengah keheningan kebun teh bandung selatan 

Hendra Messa
---------

PENGEMBARAAN SEHELAI DAUN TEH

Pancaran sinar mentari pagi yang menyelinap dari balik celah bukit sekitar 
kawah gunung wayang,
menghangatkan butiran embun yang mendekap mesra pucuk daun teh,
hamparan kebun teh pun, jadi bagai permadani hijau berkilau terkena sinar 
mentari

kawanan burung bersayap kuning, berkicau riang gembira berlarian dari balik 
daun pinus
mengarungi hamparan hijau kebun teh nan bertahtakan bunga berwarna ungu ,
yang terhampar jauh sampai ke lereng gunung,
berlatarkan langit berselimut kabut pagi...
para pemetik teh dan petani yg hendak pergi ke kebun pun, menyapa ramah dengan 
senyum manisnya

saat berjalan pagi ke tempat kerja di perbatasan kebun teh dan hutan pinus ,
saya pun terhenti sejenak mengamati hamparan alam yg indah ini,
nun dikejauhan tampak gunung tilu berselendangkan kabut pagi,
dibawah nya tampak rumah2 di kota pangalengan mulai menggeliat,
di belakang nya tampak danau cilenca yg bersinar memantulkan mentari pagi
dikeliling hamparan hijau kebun teh yg terhampar sampai ke kaki gunung.

Sungguh sebuah bentangan keindahan alam yg menggetarkan jiwa,
betapa indahnya alam sekitar gunung wayang windu ini,
entah kenapa kaki pun jadi berat untuk melangkah lagi, melanjutkan perjalanan 
pagi ini
dari wayang windu village ke tempat kerja di power station

berat bukan karena lelah mendaki bukit hamparan kebun teh ,
tapi berat hati ini , karena sebentar lagi saya akan
meninggalkan tempat yg indah bagaikan surga ini,

Di tengah kemegahan alam ini,
Saking kagumnya dengan keindahan alam ini, serasa menyatu dengan alam,
tiba2 saya jadi bisa mendengar suara alam dan tumbuhan...

Dari serumpun pohon teh, dimana saya berdiri, saya bisa mendengar suara sendu 
sepucuk daun teh tua yg sedang bersedih...

Duh, sedihnya hati ku berpisah dengan adik ku, si pucuk daun teh muda,
Yang tak pernah kembali lagi sejak dipetik para pemetik teh,

Kasihan sekali ia terpisah dari teman2nya daun teh, di tengah alam yg indah dan 
segar ini
Daun keladi tua yg tumbuh di pinggir kebun teh,berkata pula , sebenarnya ia 
bukan hilang, tapi dipetik oleh para pemetik teh, kalian para daun teh harus 
bersyukur sering diusap2 oleh tangan lembut para pemetik teh, dan dibawa ke 
tempat yg jauh,

Beruntunglah kalian, bandingkan dengan diriku, yg jarang diperhatikan orang..., 
oh ya, sekalian juga sampaikan salam yah ke si teteh manis pemetik teh yg 
sering datang ke sini, ujarnya genit...
Hei..hei..., dasar2 tua2 keladi, kata daun kelor yg tumbuh dekat sana, ingat 
diri dong, kamu ini sudah "bau tanah" , tapi masih mikiran cewek saja , sadar 
diri lah..., masak hidup ini habis ama cewek melulu...., kata  daun kelor  
dengan wibawanya ...

Tiba2 berkata pula sebatang rumput gajah menyela pertengkaran para daun 
tersebut, hei sudahlah jangan ribut, tetangga kita daun teh tua sedang bersedih 
kehilangan adik daun mudanya , wahai daun teh tua ;

Saya pernah dengar dari daun strawbery hitam ( blackberry ) yang bisa mendapat 
kabar dari berbagai penjuru dunia, bahwa sang pucuk daun teh muda dari gunung 
wayang windu, adik mu itu saat ini telah berada dalam secangkir teh manis di 
tempat peristirahatan di pulau daun palem, di lepas pantai negeri padang pasir 
dubai sana ( palm al jumeirah island )

Wah, betapa jauhnya angin nasib menerbangkannya , dari hamparan hijau kebun teh 
di atas gunung ini, sampai ke padang pasir di seberang samudra sana, kata sang 
daun teh tua

Tiba2 daun pinus yg dari tadi mendengar percakapan mereka, pun turut memberi 
komentar, wahai kaum teh, bersyukurlah kalian bisa pergi jauh ke berbagai 
penjuru dunia, di eksport kata manusia mah..., banyak pengalaman yg diraih, 
bisa pergi jauh karena dunia tak seluas daun kelor...

Tapi walau bagaimana pun ia jadi sebatang kara, terpisah jauh tak bisa lagi 
berkumpul bersama dengan saudara2 nya disini, kata daun teh tua...

Memang demikianlah namanya kehidupan, kata daun pinus, angin takdir 
menerbangkan kita ke berbagai penjuru angin, syukuri saja nasib itu.... dan 
tahu kah kamu, tumbuhan teh, walau kamu lama di gunung wayang windu ini, 
sebenarnya asal kalian pun bukan dari sini, tapi dari negeri china di seberang 
laut sana, dulu para penjajah belanda lah yg membawa mu ke sini.....

Hakikatnya kita semua berasal dari sang Maha Pencipta, dari tempat yg jauh, 
sampai ke sini, kita hanya untuk sementara saja berada di suatu tempat, karena 
kita harus terus menapaki jalan hidup ini, berpindah dari satu tempat ke tempat 
lain, menuju ujung jalan tujuan hidup ini... Nampaknya karena sering berada di 
tempat yg tinggi, daun pinus jadi begitu bijak ...

Menarik juga menyimak obrolan para daun tersebut, sinar matahari sudah tambah 
tinggi, diri inipun tersadar, sudah saatnya untuk meneruskan perjalanan ke 
tempat kerja

Sambil jalan melewati hutan pinus selepas kebun teh menuju geothermal power 
station saya pun mencoba merenungi perbincangan para daun  tersebut, nampaknya 
nasib saya hampir mirip dengan kisah daun pucuk teh muda dari gunung wayang 
windu ini yg dipetik, diolah dan dikirimkan jauh ke seberang laut, bahkan 
sampai ke negeri padang pasir Dubai - Abu Dhabi sana...

Sepucuk daun teh saja telah menunaikan tugasnya, melayani kebutuhan manusia,
apakah lagi manusia makhluk yg mulia yang diciptakan dengan tujuan yg mulia 
pula. Hidup yg hanya sekali ini kita jalani, janganlah sampai tersia sia 
pula...marilah kita isi, perjalanan hidup yg hanya sekali ini dengan sebaik 
mungkin..

sebenarnya berat tangan ini menulis email, air mata pun bagai hendak terurai,
meninggalkan wayang windu yg begitu indah, nyaman dg para rekan kerja yg baik 
hati, bagaikan bekerja di surga dg para malaikat dan bidadarinya.

Tapi takdir jalan hidup tiap orang berbeda beda, saya hanya menjalani jalan 
takdir ini, yg menerbangkan saya dari hamparan hijau gunung wayang windu, 
Bandung selatan jauh melintas samudra luas sampai ke padang pasir Abu Dhabi 
jauh di seberang samudra sana...

hikmah lain nya, mungkin sementara ini cukup dulu, cerita2 dari kebun teh, 
selanjutnya akan banyak cerita2 baru dari padang pasir ; kisah 1001 malam, 
petualangan sindbad, kisah cinta laila majnun, puisi yg menggetarkan jiwa dari 
kahlil gibran, jalaludin rumi, cerita sang alkhemisnya Paulo Coelho dll..



      




The information contained in this email and any attachments may be confidential
and is provided solely for the use of the intended recipient(s).
If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any
disclosure, distribution, or use of this e-mail, its attachments or any
information contained therein is unauthorized and prohibited. If you have
received this in error, please contact the sender immediately and delete
this e-mail and any attachments.

No responsibility is accepted for any virus or defect that might arise from
opening this e-mail or attachments, whether or not it has been checked by
anti-virus software.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke