Wah, utk kampanye perlu miliaran, bgmn kembalinya nanti?Bgmndgn caleg
Sumbar, krn lokasi
konstituen salingka dua lingka kita asumsi kan tidak membetuhkan banayak
biaya, tp bgmn dgn pemilih yg mengajukan proposal utk ini dan itu kek,
Caleg yg berpotensial tentu  akan di sumbang oleh pihak2 yg punya
kepentingan,  sehingga produk UU nya kan memihak  kpd  pemberi dana.
Di negara maju spt Amerika, sebuah perusahaan sengaja menyumbang dana
kampanye kpd  ke dua partai Repbulikan dan Demokrat, tp disini rakyat bisa
mengetahui
segera"* siapa menyumbang  apa kepada siapa".*

Kita jadi   mikir apakah perlu  credit khusus  kpd caleg dgn bunga rendah,
dan natinya bisa di cicil jangka panjang ? Antalah sanak?ini mencermin  kan
 apa?  Apakah ini refleksi   kita  dlm kehidupan bernegara??  Ada  pemilih
komersial  dan  caleg yg komersial  ?

Wass. Muzirman Tanjung.
------------------------------------------------------------------------
**
(berita Tempo), Maret 1,2009.

Calon Legislator Butuh Miliaran Rupiah
 Dewan bukan lagi tempat pengabdian.

*JAKARTA* -- Ongkos politik bagi seorang calon legislator agar bisa terpilih
dan masuk Senayan dalam pemilihan mendatang bisa mencapai miliaran rupiah.

Ade Daud Nasution, calon legislator dari Partai Amanat Nasional, mengaku
sudah menguras dana hingga Rp 1,5 miliar untuk sosialisasi agar dikenal para
pemilih.

"Saya juga buka kantor di Malaysia," kata Ade dalam diskusi "Caleg
Berkualitas" di Jakarta kemarin.

Pada pemilihan mendatang, mantan politikus dari Partai Bintang Reformasi ini
dipasang Partai Amanat Nasional untuk daerah pemilihan Jakarta Selatan,
Jakarta Pusat, dan luar negeri (Malaysia).

Kantor di Malaysia, Ade melanjutkan, akan dimanfaatkan untuk menjaring suara
pemilih di negeri jiran tersebut. Untuk sosialisasi di Malaysia, ia telah
mengalokasikan sebesar US$ 35-40 ribu. "Termasuk untuk pasang iklan koran di
sana," katanya.

Ade mengatakan masih menyiapkan Rp 100 juta lagi untuk sosialisasi hingga
hari pemilihan 9 April nanti. Ia memastikan, uang sebanyak itu tak semua
berasal dari koceknya. "Sebanyak 80 persen dari *fans* saya," kata Ade.

Sejumlah calon legislator yang dihubungi *Tempo* memberikan angka berbeda.
Ganjar Pranowo, calon legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
daerah pemilihan Jawa Tengah, menyebut angka Rp 250 juta. Agus Purnomo,
calon dari Partai Keadilan Sejahtera daerah pemilihan Daerah Istimewa
Yogyakarta, mengalokasikan Rp 300 juta.

Rully Chairul Azwar, calon dari Golkar daerah pemilihan Bengkulu, merogoh Rp
500 juta. Angka terkecil diungkapkan Roy Suryo. Calon legislator dari Partai
Demokrat daerah pemilihan Yogyakarta ini mengaku hanya mengeluarkan Rp 50
juta.

Menurut budayawan Ridwan Saidi, mahalnya ongkos untuk jadi legislator akan
membuat Dewan tak lagi menjadi tempat pengabdian. "Tapi tempat mengeruk uang
untuk mengembalikan modal sosialisasi mereka," kata dia. "Ini bukan lagi
tempat pengabdian, tapi komersial."

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang
sepakat dengan Ridwan. Ia bahkan memperkirakan modal calon legislator untuk
duduk di Senayan bisa mencapai Rp 5 miliar.

Dengan ongkos sebesar itu, kata dia, tak mustahil anggota Dewan nanti
cenderung berpikir untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan.

"Mereka cenderung mencari keuntungan," kata Sebastian. Komisi Pemberantasan
Korupsi, menurut dia, bisa menjadikan kontrak politik antikorupsi sejumlah
partai yang diteken beberapa waktu lalu sebagai dasar untuk mengawasi para
calon legislator.

Ade Daud membantah dugaan bahwa besarnya ongkos politik ke Senayan akan
membuat calon legislator yang terpilih cenderung mencari keuntungan agar
segera balik modal.

Untuk mengabdi sebagai legislator di Senayan, menurut Ade, anggota Dewan
harus sudah berkecukupan materi. "Anggota Dewan harus yang sudah cukup
makan," kata Ade. *DWI RIYANTO | CORNILA DESYANA | DIANING SARI | DWI WIYANA
*

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke