Senin, 02 March 2009

Pariwisata Mendongkrak Ekonomi Rakyat, Mungkinkah?


Oleh: Zulhamidi, ST
(Direktur Pariaman Institut)

PARIAMAN-Geliat Pariwisata di Kota Pariaman semakin terasa. Hal ini bisa
dilihat dari infrastruktur pariwisata yang ada seperti akses
transportasi, menggratiskan biaya masuk objek wisata serta kelengkapan
sarana pendukung lainnya.
Walikota Pariaman dalam satu kesempatan juga menyampaikan, mengacu pada
visi dan misi Kota Pariaman sebagai kota perdagangan dan jasa, maka
sektor pariwisata akan dijadikan sebagai ikonnya Kota Pariaman. Dengan
begitu kota ini akan berkembang menjadi kota perdagangan dan jasa
terutama jasa wisata.
Misi menjadikan pariwisata sebagai ikonnya Kota Pariaman, berarti akan
menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilar pendongkrak perekonomian
masyarakat Pariaman ke depan. Pertanyaannya, apakah geliat pariwisata di
Pariaman saat ini sudah berdampak pada geliat perekonomian
masyarakatnya?
Untuk meningkatkan geliat perekonomian dari sektor pariwisata, Dinas
terkait sudah seharusnya menggandeng Dinas Koperasi dan UKM dalam hal
menumbuhkembangkan produk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di
Pariaman. Karena saat ini, pelaku UKM yang banyak memanfaatkan even-even
besar di Kota Pariaman sebagai pangsa pasar produknya justru yang
berasal dari luar kota.
Kendala yang sering dihadapi untuk memajukan pariwisata di suatu daerah
dan menjadikan potensi pariwisata sebagai ikonnya adalah masalah prilaku
masyarakat. Tampak selama ini masyarakat belum sadar bahwa daerahnya
adalah tujuan wisata. Begitu juga dengan masyarakat Kota Pariaman.
Kesadaran masyarakat ini, perlu mendapat perhatian serius dari pihak
terkait.
Hal-hal kecil yang yang merupakan indikasi dari masih rendahnya
kesadaran masyarakat terhadap pariwisata di antaranya, seperti masih
adanya pungutan parkir yang berlebihan, tarif makanan yang melambung
tinggi sampai kepada kekurangnyamanan pelayanan dan keramahan masyarakat
setempat. Setidaknya hal itu tadi, telah menimbulkan kesan negatif bagi
wisatawan. Untuk itu, dibutuhkan kesamaan persepsi semua pihak dalam
meminimalisir kendala ini.
Seklain itu, kurang optimalnya pemerintah daerah dalam menggali kesenian
anak nagari juga menjadi nilai minusnya dunia pariwisata. Untuk Kota
Pariaman misalnya, padahal kota ini kaya akan potensi seni dan budaya.
Sebut saja, tradisi basilek dan baluambek, seni musik talempong,
saluang, rabab, pupuik padi dan lain sebagainya. Jika, potensi ini
tergarap, semakin memperkuat citra kota ini di mata wisatawan.  
Untuk menggariahkan dunia pariwisata, barangkali perlu juga Pemko
menyerukan kepada masyarakat, terutama yang akan melaksanakan pesta
pernikahan, supaya menyelinginya dengan tampilan kesenian khas anak
nagari, tak melulu mempergunakan orgen tunggal, yang justru banyak efek
dan dampak negatifnya.
Untuk menjadikan pariwisata sebagai ikonnya Kota Pariaman dan
menjadikannya sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat,
sudah saatnya Pemko Pariaman memfokuskan pada sasaran/ segmen pasar dari
pariwisata itu sendiri. Sehingga akan lebih jelas, apa potensi yang akan
dijual dari pariwisata Pariaman saat ini.
Hal yang juga tak kalah penting adalah kesungguhan Pemko dalam
melibatkan stakeholder yang ada, terutama yang terkait dengan aspek
promosi dan hal-hal teknis lainnya. Sehingga Pemko dalam hal ini cukup
berperan sebagai wadah fasilitator saja.
Meningkatkan profesionalisasi dalam mengelola promosi wisata.
Profesialisasi dimaksud salah satunya adalah fokus pada orientasi
pengenalan produk (product oriented), dalam persfektif apa yang
dibutuhkan/dicari dan apa yang jadi kepentingan/kesan yang akan dibawa
kembali (pulang) oleh para wisatawan.
Faktor media juga berpengaruh terhadap promosi wisata. Media yang bisa
dimanfaatkan untuk promosi adalah penggunaan teknologi informatika
seperti internet atau membuat kalender wisata tahunan di media cetak,
brosur atau kalender. Sehingga bisa menginformasikan seluruh aspek
pariwisata Kota Pariaman secara luas dan menyeluruh. Seperti event besar
budaya tabuik, kerajinan sulaman dan bordir juga kuliner kas Pariaman
(gulai lauak Piaman dan gulai paku Kurai Taji).

Bagaimana pariwisata selanjutnya
Untuk menunjang pariwisata sebagai pendongkrak ekonomi rakyat, harus ada
langkah nyata dari Pemko Pariaman, terutama sinkronisasi kerja antar
SKPD yang terkait dalam hal memajukan pariwisata, seperti dinas
Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM, Dinas Perhubungan dan lainnya.
Selanjutnya bagaimana Pemko Pariaman membalik mindset pengelolaan
kepariwisataan untuk diserahkan pada yang tangan profesional
dibidangnya. Karena kepariwisataan atau industri pariwisata suatu daerah
wisata unggulan di Indonesia, rupanya tidak dikelola Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata. Apalagi mengelolanya sendirian, tapi membentuk satu
presidium komite ahli/profesional dibidang kepariwisataan. Bahkan
investasi dan pengembangannyapun dilakukan oleh komite itu. Pemda/ dinas
yang terkait lebih sebagai fasilitator.
Kita bisa belajar ke Bali, Yogyakarta atau Sumatra Utara yang sudah
sejak lama menyerahkan urusan kepariwisataan ke satu tourisme board. Di
Bali ada Bali Tourisme Board. Di Yogya ada Yogya Tourisme Board, semua
kegiatan pengelolaan/pengembangan kepariwisataan, termasuk mengelola
agenda serta kalender tahunan dan promosi yang termasuk di dalamnya
investasi (hotel, restoran dan sektor industri wisata) dikelola oleh
komite ini. 
Semua kita warga Kota Pariaman, tentunya berharap semoga geliat dunia
pariwisata yang kita cintai ini akan mengarah ke sana. Sehingga, ke
depan manfaat yang lebih besar, dampak dari pariwisata tersebut akan
kita rasakan bersama. Dan tentunya, akan menjadi catatan sejarah bagi
kota tabuik yang selalu kita rindukan ini. Semoga..(***)

http://hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=545

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke