Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,

Membaca berita di bawah ini tergelitik juga hati saya untuk bertanya : 
berapa orang anak-anak kita yang sudah merebut medali olimpiade dalam 
matematika, atau fisika, atau kimia, dan yang sejenis dengan itu ? Jika sudah 
banyak, Alhamdulillah. Jika belum banyak, mengapa, dan bagaimana 
memperbanyaknya ?

Tolong ada yang mencerahkan saya mengenai hal ini. Terlebih dahulu terima kasih 
banyak.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak".
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]


Peraih Medali Olimpiade Diincar
PTN Luar Negeri Tawarkan Sejumlah Fasilitas

Kompas, Jumat, 6 Maret 2009 | 04:53 WIB 
Jakarta, Kompas - Sejumlah peraih medali olimpiade internasional di Tanah Air 
diincar perguruan tinggi di luar negeri. Selain memberikan iming-iming 
beasiswa, perguruan tinggi asing juga menawarkan sejumlah fasilitas lainnya, 
termasuk pekerjaan.
Firmansyah Kasim (18), siswa kelas III SMA Athirah Makassar yang pernah meraih 
medali emas di ajang olimpiade fisika internasional tingkat Asia dan 
internasional, Kamis (5/3), mengatakan, dirinya didatangi perwakilan dari 
Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sejak setahun lalu. 
Perguruan tinggi ini menawarkan bebas tes masuk, beasiswa pendidikan, dan 
ikatan kerja selama tiga tahun di perusahaan di Singapura.
Dari dalam negeri, Firmansyah mengatakan, ia baru mendapat pemberitahuan dari 
Departemen Pendidikan Nasional awal 2009 untuk mengirimkan data dan pilihan 
perguruan tinggi negeri yang diinginkannya.
”Namun baru dibilang ada jaminan bebas masuk tanpa tes. Diberi atau tidak 
beasiswa belum tahu. Saya cuma pernah dengar janji Presiden, tetapi belum tahu 
realisasinya,” kata Firmansyah.
Meskipun ada tawaran menarik dari NTU Singapura, Firman mengaku tidak menerima 
tawaran itu. Dia lebih memilih untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung.
 ”Saya belum siap mental saja untuk kuliah di luar negeri. Saya berharap bisa 
diterima di ITB,” kata Firmansyah yang memilih Jurusan Elektro dan Fisika.
Ke Jepang
Peraih medali emas olimpiade fisika Asia lainnya, Adam Badra Cahaya, berhasil 
lulus seleksi beasiswa pendidikan dari Pemerintah Jepang. Adam sedang belajar 
bahasa Jepang di negara Matahari Terbit supaya siap kuliah di Osaka University.
 Peraih medali di ajang olimpiade fisika internasional lainnya ada juga yang 
diterima di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.
 Ahli Fisika Indonesia, Yohanes Surya, memberi rekomendasi bagi peserta Tim 
Olimpiade Fisika Indonesia yang berprestasi untuk bisa diterima di kampus 
bergengsi di dunia ini serta mendapatkan beasiswa pendidikan hingga mencapai 
gelar doktor.
 Suharlan, Koordinator Olimpiade Tingkat SMA Depdiknas, mengatakan, sebenarnya 
sudah mulai banyak perguruan tinggi negeri yang membuka jalur penerimaan 
mahasiswa baru tanpa tes bagi peraih medali dari ajang olimpiade sains tingkat 
nasional dan internasional.
 Sejumlah PTN, antara lain Universitas Indonesia, sudah melakukan 
penandatanganan nota kesepahaman dengan Depdiknas untuk menerima siswa 
berprestasi agar bisa diterima tanpa harus melewati tes masuk.
 Universitas Brawijaya, Malang, juga siap menerima peraih medali emas, perak, 
dan perunggu dari ajang olimpiade sains nasional untuk kuliah di kampus itu 
tanpa tes. Penandatanganan nota kesepahaman dengan Depdiknas masih diproses.
 Suharlan menjelaskan, pihaknya juga sedang mendata para peraih medali dari 
berbagai kompetisi di dalam dan luar negeri. Data calon mahasiswa serta pilihan 
tempat kuliah itu diserahkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 
Depdiknas. Pemerintah juga berjanji, mulai 2009 akan memberikan beasiswa 
pendidikan penuh kepada mereka yang kuliah di dalam dan luar negeri.
 ”Karena banyak ajang olimpiade yang digelar di tingkat internasional, harus 
ada kriterianya bagi penerima beasiswa atau bebas tes masuk PTN di dalam 
negeri,” kata Suharlan.
 Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal beberapa waktu lalu 
menjelaskan, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 21 miliar untuk beasiswa 
pendidikan bagi peraih medali di ajang internasional. Untuk peraih medali emas 
di tingkat internasional, pemerintah mendukung biaya pendidikan hingga program 
doktor, baik di dalam maupun luar negeri.
 Secara terpisah, Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada Sentot 
Haryanto mengatakan, untuk tahun ajaran 2009/ 2010, UGM akan menggratiskan 
biaya kuliah selama delapan semester bagi 1.000 mahasiswa tidak mampu maupun 
mahasiswa berprestasi.
 Rektor Universitas Negeri Surabaya Haris Supratno mengatakan, setiap tahun 
sekitar 3.000 mahasiswa Unesa mendapat beasiswa. Beasiswa diprioritaskan bagi 
mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi agar perkuliahannya tetap berjalan 
hingga meraih gelar sarjana.(ELN/IRE/WKM/RAZ)
Share on Facebook
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke