JADI GURU

Ingat guru,
Ingat film yang pernah ku tonton,
Ada Rano Karno yang masih remaja,
Wah,
Kok sama
Sama-sama berjudul
Guruku Cantik Sekali,
Sayang,
Guruku sudah direbut Guruku juga
Belajar sangat senang dengan Guruku
Tapi,
Setelah ia disunting,
Kami banyak yang tidak mau mengikuti pelajarannya.
Mungkin karena yang dipandang hanya
Kecantikannya.

Maaf, ini hanya hayalan seorang bekas murid Guruku,
Lembang, Maret 2009
Tan Lembang (L, 52+)
Lembang, Bandung.

--- On Thu, 3/5/09, hanifah daman <[email protected]> wrote:

From: hanifah daman <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] JADI GURU
To: [email protected]
Date: Thursday, March 5, 2009, 3:58 PM

JADI GURU 
   
Ketika statusku tak jelas 
Di bilang pelajar sudah tamat 
Di bilang mahasiswa belum masuk 
Papaku menyarankan agar aku 
Masuk IKIP dan jadi guru nantinya 
“ Jadi gurulah nak 
Bisa jadi raja di kelas 
Setiap tahun muridnya ganti 
Ambil jurusan matematika 
Kalau cemerlang 
Nanti bisa  
Melanjutkan kuliah di Penang “ 
   
Saat itu aku terdiam 
Terbayang beberapa  guru 
Ketika SD 
Ada yang di doakan cepat pindah 
Karena sang guru pemarah 
Sehingga beberapa teman 
Memilih putus sekolah 
   
Ketika SMP 
Kami demo 
Kami mau bapak Zaharni yang mengajar Aljabar 
Kami bikin keributan dengan guru baru 
Hingga telapak tangan kami dipukul 
Pakai penggaris oleh bapak Zaharni 
Yang tak tahan mendengar keributan 
Demo berhenti ketika akhirnya 
Bapak Zaharni kembali mengajar kami 
   
Ketika SMA 
Betapa bencinya teman-teman 
Di ajar guru yang cerewet 
Sehingga pernah seorang guru 
Terkurung di luar 
Karena ada teman yang mengunci pintu 
Ketika guru tersebut keluar sebentar 
Ada juga guru 
Yang kehilangan siswa 
Karena di jam pelajarannya 
Satu-satu siswa keluar ruangan 
Ngumpul di kantin 
   
Ku patut-patut pula diriku 
Sambil bertanya 
Apa mungkin aku jadi guru ? 
Menjadi guru matematika ? 
   
Kuikuti saran papa untuk memilih IKIP 
Jurusan Pendidikan Matematika 
Ketika dinyatakan lolos 
Papaku yang paling sibuk mengurusnya 
Akhirnya kujalani kuliah di IKIP 
   
Setelah tamat dari IKIP 
Aku terdampar di Universitas Bengkulu 
Kujalani suka duka menjadi dosen 
Selalu disuatu kelas 
Ada mahasiswa yang suka  
Ada mahasiswa yang tidak suka 
Sempat aku jadi dosen yang killer 
Biasa bagiku waktu itu 
Yang lolos jumlahnya lebih kecil 
Dari yang tidak lolos 
   
Seiring berjalannya waktu 
Bertambahnya usia 
Banyak pula mengikuti pelatihan  
Ikut tugas belajar 
Cara mengajar 
Cara melakukan penilaian 
Kucoba memperbaikinya terus 
   
Ternyata papaku benar 
Di kelas lebih nyaman 
Di luar kelas 
Kadang kita gerah 
Yang mana musang 
Yang mana ayam 
Kadang sulit membedakan 
Kadang sulit menghadapinya 
   
   
Bengkulu, 5 Maret 2009 
   
   
Hanifah Damanhuri




     







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke