Yang Ini Seri Didalam Tempurung....
Assalamualaikum, Wr Wb Semoga sanak Adha Jamil senantiasa dirahmati Allah SWT, Sebagai orang tua saya menunggu pemikiranmu Sanak. Apa yang bisa sanak sampaikan disini sampaikanlah. Kami menunggu pemikiran Sanak yang brillian dan Cemerlang. Apun yang sanak sampaikan kan menjadi pelepas dahaga bagi kita-kita. Seperti iklan teh botol .. apapun makanannya teh botol minumannya.. Apapun pemikiran Sanak kan berharga bagi kita Oke Ya... Anda bisa berbagi pemikiran tentang pariwisata - tentang peningkatan masyarakat agraris di Sumbar - tentang adat dan budaya - tentang peningkatan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan banyak.... banyak sekali.... Maluu ah... kalau kita hanya menjadi kriktikus saja. Jadilah kriktikus yang bijak.... Mohon maaf ya... Saya sering mengamati potensi Sanak yang memiliki kecemerlangan dan berpikir... Ingatlah tulisan saya : Minangkabau di Tahun kabau... Sekali lagi mohon hamba dimaafkan.... Hifni H Nizhamul http://bundokanduang.wordpress.com --- On Fri, 3/6/09, adha jamil <[email protected]> wrote: From: adha jamil <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 60: MENGAPA MAKIN SEDIKIT TOKOH MINANG YANG BERFIKIR DAN BERBICARA PADA TATARAN NASIONAL ? To: [email protected] Date: Friday, March 6, 2009, 2:39 AM Assallamualaikum...sanak Syahreza.. kalau menurut ambo..di Sumbar yang banyak kini " intelek (basantiangan surang sen)...tual (aktualnya non sens)" samantaro " ulama ( u nya saja yang lama)..kalau cimeeh di lapau suduik .." lamooo lai ka manjadi oe (u)"....mohon maaf kalau ado nan tasingguang...RealitaX100..nya begitu kini ko...tapi banyak juo nan bisa dijadian " ka pai tampek batanyo - ka pulang tampek bab barito ". Wassallam Pada 6 Maret 2009 11:45, muhammad syahreza <[email protected]> menulis: Assalamu'alaikum wr.wb. Dalam suatu pertemuan pernah Pak Fahmi Idris bercerita, waktu Pak Fahmi ikut rombongan Pak JK ke Aceh setelah kejadian Sunami lalu. Waktu itu rombongannya yang ikut dari berbagai suku di Indonesia. Pak JK melontarkan suatu guyonan...Kalau dijejer photo pahlawan nasional, kalau yang dari Sumatera Barat hanya satu (1) Tuanku Imam Bonjol yang mennggunakan senjata, yang lainnya kalau tidak dari Intelektual pasti dari Ulama. Sekarang Sumbar memang banyak punya intelektual dan ulama, tapi etnis lain lebih banyak dan lebih kuat lagi usahanya untuk melahirkan intelektual dan ulama, sehingga intelektual dan ulama dari Sumbar kurang terdengar lagi gaungnya. Hormat saya Muhammad Syahreza --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
