Sanak Ridha,

Saya pernah pakai bbrp provider, termasuk "mengandalkan" gprs dari XL,
Indosat, dan sekarang Telkomsel.
Dan yg sanak Ridha katakan itu seperti siklus, pertama mereka
"berkelakuan manis", jadi banyak yang tertarik, pelanggan bertambah,
total outputnya tetap, banyak keluhan, pelanggan beralih ke provider
lain, lalu mereka muncul lagi dengan "kemasan kelakuan manis" lainnya.

Spt fastnet yg saya pakai sekarang, dulu saya pernah pake juga produk
mereka, dengan nama diginet. Kemudian berhenti krn yg kita dapat
semakin buruk, dan customer service mulai sulit dihubungi.

Pertanyaannya, sedemikian banyak komplen pelanggan, sang Regulator
entah kemana. Sepertinya sang regulator hanya berurusan dengan
pemberian ijin, tapi "ga ada urusan dengan keluhan pelanggan"

Dan sekarang kalau sang Regulator muncul dengan "kebaikannya", saya
hanya perlu tertawa. Tertawa krn provider swasta murni sudah lebih
dulu menjual dgn harga yg lebih murah, dibandingkan telkom yg "anaknya
sang regulator". <bahkan, kata teman saya yg pake im2 prabayar saja
mengatakan skrg dia berhenti pake speedy>

Kalau menurv saya, lebih baik sang Regulator lebih memperhatikan
keluhan pelanggan <jd, tidak hanya memberi ijin> ketimbang mengurus
harga yg bisa diserahkan ke pasar. Kalau mau ngurus harga juga, ya
tekan Telkom Speedy yg jaringannya sudah ada, tinggal numpang di kabel
telpon, tp lebih mahal dibanding swasta murni.

Riri

Lalu

On 09/03/2009, Ahmad Ridha <[email protected]> wrote:
>
> 2009/3/9 Riri Chaidir <[email protected]>:
>
>> Sebagai perbandingan, sampai bulan lalu ambo pakai firstmedia dan speedy
>> di
>> rumah. Firstmedia pemakaiannya unlimited, sebulannya 220 ribu. Yan speedy
>> itu juga sekitar segitu, tapi cuma 20 jam per bulan. Kecepatannya? Lebih
>> cepat firstmedia ... Ambo ndak paralu pakai software untuak mengecek
>> bandwith ataupun kecepatan download. Cukuik dengan mambukak Youtube, kalau
>> speedy selalu taputuih putuih.
>>
>
> Pak Riri, perlu dilihat juga jumlah pelanggan Firstmedia. Biasanya
> pola yang terjadi adalah cepat di awal-awal karena pelanggan masih
> sedikit (total bandwidth pengguna masih < total bandwidth ISP) namun
> seiring peningkatan jumlah pelanggan, kecepatan pun menurun. Hal itu
> terjadi karena jenis koneksinya shared sehingga tergantung kepadatan
> traffic yang ada. Kecepatan yang dipromosikan hanyalah kecepatan
> maksimum.
>
> Saya pernah merasakan layanan Speedy mulai awal-awal ada di Bogor
> (bisa video streaming) lalu terasa memburuk (buka web biasa pun lama)
> dan sekarang sudah lumayan lancar (terutama malam hari). Kalau di
> Jakarta, terasa pada malam akhir pekan lebih lambat dibanding malam
> hari kerja apalagi ketika masa-masa ada promo gratis dari pukul 20.00
> - 08.00.
>
> --
> Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke