Sebagai catatan penting, orang tidak pernah mengkoneksikan satu titik geografi 
yang mengaitkan hubungan kekerabatan geografis antara beberapa orang penting 
ini. Antara lain telusurlah Sutan Takdir Alisyahbana, Sutan Sjahrir, 
Mr.Sjafruddin Prawiranegara, dan Mohammad Natsir. 

Saya pernah terdampar di pantai dalam pelayaran dilanda taufan dari air Bangis 
menuju ke Natal. Setelah meliwati pulau Tamang, menyebrang ke Batahan, dihantar 
jalan kaki malam-malam ke Natal. Besoknya di Natal saya didoa-doakan 
bersama-sama, ditabur beras disiram air mawar secara magic dan ramah untuk 
membangkitkan ruah.  Ruah saya dianggap mendapat gangguan malapetaka Badai 
Barat Pancaroba (Agustus, 1958) di Lautan.  

Dalam percakapan dengan orang sana saya ketahui bahwa Orang Natal lebih 
mengenal nama-nama intellektuil yang kita bicarakan ini. Di mana letak 
keramatnya Natal dalam hubungannya dengan orang-orang besar ini?

Salam,
--MakNgah
Sjamsir Sjarif
--- In [email protected], "Dr.Saafroedin BAHAR" <saaf10...@...> wrote:
>
> Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta,
> Saya kurang tahu, berapa banyak di antara kita yang benar-benar kenal dengan 
> siapa Sjahrir, atau Tan Malaka, Natsir, Hamka, atau tokoh-tokoh Perantau 
> Minang lainnya, yang demikian kita banggakan. Namun memang ada kalanya kita 
> perlu mendalami karakter orangnya, oleh karena karakter mereka itulah 
> sesungguhnya yang menjadikan mereka demikian menonjol dibandingkan dengan 
> rekan-rekan sezamannya. [Bukan hanya karena ia salah seorang berdarah Minang].
> Dalam rangka mengenal beliau-beliau ini akan besar manfaatnya jika kita 
> membaca atau mendengar bagaimana pendapat orang lain,yang mampu melihat 
> kebesaran -- di samping kelemahannya -- secara lebih obyektif. 
> Sebelum ini kita sudah membaca demikian banyak komentar tentang Tan Malaka, 
> yang makamnya kini sudah ditemukan di Desa Seloparang, Kediri, Jawa Timur. 
> Sekarang kita bisa membaca komentar beberapa tokoh nasional mengenai Sjahrir, 
> dalam rangka memperingati 100 tahun kelahirannya, seperti tertera di bawah 
> ini.
> Secara pribadi saya bertanya kepada diri saya sendiri: dimana letak unsur 
> atau warisan budaya Minang dalam karakter tokoh-tokoh nasional masa lampau 
> yang berdarah Minang ini ? Apakah ketokohan mereka itu disebabkan oleh karena 
> (because of) mereka berdarah Minang, yang berarti bisa ditiru atau 
> dikembangkan lagi oleh masyarakat Minang, ataukah mereka menjadi tokoh besar 
> karena keunikan karakter mereka, walaupun (despite of) mereka berdarah Minang 
> ? 
> Apakah kemunculan para tokoh-tokoh tersebut merupakan produk suatu 
> koinsidensi  kurun sejarah Minang dan kurun  sejarah Indonesia, yang tak akan 
> pernah terulang lagi ?
> Wallahualambissawab.
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke