Bundo Kanduang
Kamis, 12 Maret 2009 Oleh : Ranny Emilia, PENGAJAR PADA FISIP UNAND Dunia kita serba aneh, membingungkan, mengejutkan, juga menakjubkan. Nenek saya adalah orang yang sangat pengasih dan istri yang sangat setia, sekalipun selama hidup menahan kepedihan hati. Ketenaran kakek saya sebagai orang alim, terdidik sekaligus kaya, telah mengantarkannya menjadi 'urang dijapuik,' dilamar sana sini untuk dijadikan menantu, agar kealiman, kepintaran dan kekayaannya mengalir ke suku-suku lain. Sebagai istri pertama, dan satu-satunya yang dilamar oleh kakek saya, nenek saya mestinya memiliki sejumlah hak istimewa. Tapi nenek saya, sampai kepergiannya, tidak pernah menikmati hak-hak itu, beliau juga tidak pernah menuntut hak-hak itu. Sifat ini bagi rata-rata perempuan saat ini dianggap tidak normal. Nenek saya meninggal tahun 1990. Hanya beberapa tahun setelah nenek saya meninggal saya berkeliling nagari-nagari di Sumatera Barat, misinya adalah mencari data untuk penelitian saya. Saya menemukan banyak sekali perempuan yang memiliki sifat seperti nenek saya, tegar, tangguh, berani, arif dan paham tentang berbagai macam masalah kehidupan. Umumnya mereka sudah berusia di atas 70-an, dan tidak pernah belajar di sekolah-sekolah yang disediakan oleh pemerintah Belanda. Satu-satunya yang membuat mereka terhubung dengan sifat-sifat itu adalah tugas-tugas yang dijalaninya sebagai bundo kanduang. Mereka sendiri yang mengatakan kepada saya, bahwa mereka memikul tugas mendamaikan orang-orang yang konflik, merawat dan melindungi sumberdaya kolektif, memastikan tak seorang pun anak keturunannya yang tidak memiliki masa depan. Untuk menjalani tugas itu mereka harus tetap tegar, mengenyampingkan kepedihan diri sendiri, untuk meraih yang lebih besar, yakni kelangsungan kehidupan dan hidup orang-orang yang tergantung kepadanya. Saat ini perempuan-perempuan seperti itu tidak lagi mudah kita temukan, hilang, bersama hilangnya keyakinan dan kepercayaan kepada bundo kanduang. Satu seri tantangan telah dihadapi oleh perempuan-perempuan Minangkabau, sebagian besar datang dari dalam masyarakatnya sendiri, dengan menggoncangkan sistem nilai dan prinsip yang mengatur hak-hak dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan, memlintir hukum-hukum agama dan adat, untuk memperkuat diri sendiri atau melamahkan yang lainnya. Satu godaan yang paling besar di dunia ini adalah kekuasaan, hak untuk mengontrol orang-orang lain. Keadilan dan kejujuran dikesampingkannya demi terwujudnya hak itu. Ketika hak itu terbentang luas didepannya, orang mudah lepas dari tambatan, menjadi sangat berhasrat untuk mendapatkannya, saling berebutan dan bersikutan, bahkan tidak ragu-ragu memakai kekerasan. Maka melalui tulisan ini saya ingin sekali mengingatkan orang-orang, khususnya kepada para caleg, laki-laki dan perempuan, kekuasaan memang suatu yang sangat menggoda. Namun diatas itu ada hal yang lebih penting dalam hidup, yakni merawat dan melindungi kehidupan semuanya. Janganlah melakukan kerusakan dimuka bumi, terlebih kepada anak-anak dan tumbuh-tumbuhan. Sesungguhnya Allah sangat membenci orang-orang yang mendatangkan kerusakan. Melalui tulisan ini pula saya ingin menyerukan kepada perempuan-perempuan Minangkabau, kembalilah menjalankan tugas sebagai bundo kanduang, agar sifat-sifat bundo kanduang mengalir ke diri kita dan kearifan menjalar ke segenap ruang kehidupan. Negeri kita saat ini membutuhkan bundo kanduang lebih dari masa-masa sebelumnya. Apapun bidang pekerjaan dan profesi yang kita jalankan, mendamaikan, merawat dan melindungi kehidupan, harus menjadi isi yang pokok. (*) http://www.padangekspres.co.id/content/view/32098/55/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
