Sanak Nofiardi.

Ambo tertarik jo postingan sanak ko. Sejauh pengetahuan ambo, hasil 
"manggaleh" jalan-jalan keberbagai tempat, masalah yang sama juga 
dialami oleh komunitas-komunitas adat yang lain. Jawabannyo adolah 
seperti pelajaran-pelajaran yang bermuatan lokal seperti Budaya Alam 
Minangkabau (BAM) di Minangkabau. Tapi sangaik kurang pelajaran yang 
menyentuh pado hak-hak masyarakat adat atas sumberdaya alamnyo, atau 
dalam kato lain berupa pemahaman tentang "Hak Ulayat". Sejauh mana hak 
ulayat itu diakui dan baa kondisi terakhirnyo. Mungkin iko berhubungan 
antaro relasi Negara jo Masyarakat Adat yang penuh jo carito-carito 
"sedih". Kerinduan-kerinduan terhadap adat, berkutat antaro baa 
marefitalisasi nilai-nilai religi jo sopan santun sarato lengkap jo 
adat, tari-tarian atau kesenian. Diskusi menjadi sepi katiko 
membicarakan status hak masyarakat adat atas sumberdaya alam jo 
ulayatnyo. Mungkin sajo diskusi mengenai sumber-sumber ekonomi 
masyarakat adat ko agak relatif beresiko. Mungkin di kalangan urang 
Minang indak terjadi yang mode iko, mudah-mudahan. Ambo taringek satu 
pituah seorang niniak mamak dari Padang Pariaman nan ma aja ambo yaitu :

Ado pantangan urang Minang yang harus di jago jan sampai talangga dek urang
Partamo, sandi rumah di asak urang
Kaduo, jalan di aliah dek urang lalu
Katigo, kapalo banda di runtuah urang

Saitu dulu sanak, sakalian salam perkenalan

Andiko St. Mancayo (34 Thn, Jakarta-Batam)

Nofiardi wrote:
>
> Jumat, 13 March 2009
>
>
>     *Pengetahuan Adat Generasi Muda Minim*
>
> Padang, Singgalang
> Kemenakan harus sering-sering bertanya kepada ninik mamak. Karena, 
> dengan cara begitu akan banyak diperoleh ilmu yang bermanfaat, 
> terutama menyangkut soal adat dan tradisi lainnya. Tidak saja 
> kemenakan, tapi generasi muda juga harus mau pula menambah 
> pengetahuannya seperti budaya alam Minangkabau.
> “Kini, banyak kemenakan dan anak muda tak mau bertanya pada ninik 
> mamak atau tokoh adat,” kata Yal Arma, warga di Kecamatan Kuranji yang 
> juga PNS itu kepada Singgalang di Padang, Jumat (13/3).
>
>
> Lemahnya pengetahuan generasi muda akan masalah adat dan budaya 
> Minangkabau dikhawatirkan bakal mengancam terhadap eksistensi budaya 
> di masa mendatang. Padahal, budaya dan adat tidak bisa dipisahkan 
> dalam kehidupan. Untuk itu, generasi muda mesti harus menambah 
> wawasannya guna melestarikan budaya Minangkabau di masa datang.
> “Sekarang, generasi muda tak lagi mau belajar adat dan budaya. Berbeda 
> dengan generasi dulu. Sewaktu tidur di surau, mereka juga diberikan 
> pencerahan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” timpal Ramawi, 
> warga lainnya seraya menambahkan program kembali ke nagari dan ke 
> surau harus digalakkan dan diterapkan.
> Minimnya pengetahuan tersebut jelas berdampak pada perilaku dan 
> kepribadian generasi. Misalnya, budaya malu dan rasa segan serta 
> peduli akan sesamanya terlihat mulai memudar dan alami kemunduran. 
> Bahkan, perilaku menang sendiri dan cuek dengan lingkungan justru 
> menjadi sifat dan budaya generasi kini. Akibatnya, norma-norma yang 
> sudah dilahirkan itu, hampir tidak dipatuhi.
>
>
> “Jadi, mari kita ajak anak kemenakan kita untuk mengenal budaya dan 
> adat kita,” tutur Ramawi.
> Pemerhati adat dan budaya Pauh IX Kecamatan Kuranji, Padang, Irwan 
> Basir Dt. Rajo Alam S.H. M.M., menuturkan fenomena generasi yang tidak 
> peduli akan budaya dan adat adalah tanggungjawab semua pihak untuk 
> menyadarkan, sekaligus meningkatkan perhartian anak muda terhadap 
> budaya-budaya itu.
> Sebab, bagaimanapun generasi muda mesti melestarikan budaya dan adat, 
> apalagi sebagai tongkat estafet tentu memikirkan terhadap 
> pelestariannya. Bila perlu, kata Dt. Rajo Alam, materi Budaya Alam 
> Minangkabau (BAM) yang telah menjadi kurikulum di sekolah, ditambah 
> lagi jamnya. Supaya penguasaan dan wawasan generasi bisa semakin maksimal.
> “Tidak saja teori, tapi juga menerapkan praktik seperti berkunjung ke 
> tempat-tempat bersejarah dan sebagainya,” sebut Irwan lagi.n105
>
> http://hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=704 
> <http://hariansinggalang.co.id/index.php?mod=detail_berita.php&id=704>
>
> The above message is for the intended recipient only and may contain 
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If 
> you are not the intended recipient, you are hereby notified that any 
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any 
> attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error 
> please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing 
> the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if 
> it contains the original message) thereafter. Thank you.
> >


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke