Diantara keterbatasan waktu dengan jadwal padat kerjaan, sambil melepas lelah
kucoba berbagi cerita untuk dunsanak di palanta,
Orang berkata hati hati dengan niat anda, suatu waktu anda akan berhadapan
dengan dilema.
Suatu hari di tahun 1992, seorang expat dari canada telah habis masa kontraknya
sebelum pulang dia menyuruh saya datang kerumahnya. Saya dengan hati yang
berbunga bunga berfikir wah dia mungkin akan memberi sesuatu. Malumlah kita
hidup dalam kesusahan.
Pagi pagi minggu itu dengan semangat 45 naik angkot atau istilah orang
Lhokseumwe labi labi. Turun di komplex elit tempat para expatriat bermungkim.
Sampai dirumah beliau, kelihatan tukang pak barang sedang sibuk bekerja. Aku
langsung disuruh masuk , Ini mesin utuk membuat es krim untukmu zul katanya.
Aku bingung juga gimana cara bawaknya, kemari saja jalan kaki. Karena tak habis
akal kucoba menghubungi salah satu expatriate yang aku kenal juga untuk
meminjam mobilnya.
Akhirnya mobil dapat pada saat aku menaikan mesin itu sang istri bule berteriak
No no no, rupanya sang istri punya rencana lain. Tinggalah aku yang menanggung
merah muka. Mobil sudah dipinjam. Hati boleh panas akhirnya usia juga yang
mendiginkan suasana. Akhir cerita si bule memberiku satu kotak hadiah bila
kita naik pesawat di kelas bisnis atau first class selalu diberi hadiah berupa
gosok gigi, minyak wangi kaus kaki dan tutup mata dalam kemasan. Sampai
dirumah sambil mendinginkan hati yang panas serta rasa malu yang tak tertahan
karena bukan kita yang minta, kita yang diminta datang hanya untuk menerima
malu. Seiring berjalannya waktu aku menyadari bahwa peristiwa itu adalah
sebuah pelajaran hidup. “Janngan kau lakukan itu pada orang lain”. Rasakan
betapa sakit hatimu begitu juga orang lain.
Hari itu aku berjanji, kalau aku diberi kesempatan naik pesawat kelas bisnis
atau first class hadiah seperti ini akan aku berikan pada orang lain, Rupanya
Tuhan mendengar niatku. Kali pertama aku diberikesempatan naik pesawat duduk
di first class. Disitu ada dilema aku berniat memberikan pada orang tapi
keluarga juga ingin memiliki. Setelah memberi penjelasan akan niat tadi dengan
berat hati yang keliahatan wajah mereka akhirnya setuju juga. Yang namanya
niat harus dilaksanakan. Mulai saat itu setiap hadiah yang terima selalu saya
berikan sama orang lain terutama yang susah susah, mulai dari supir, porter
atau siapa saja yang saya temui, kalau masih lebih juga saya berikan sama
saudara atau teman yang datang. Kami tidak pernah lagi punya keingingan untuk
memiliki yang namanya hadiah.
Bahkan point terbang saya, saya sumbangkan entah untuk apa saja yang saya
rasa pantas menerima. Apa yang saya dapat sudah lebih dari cukup menurut garis
yang saya tarik dari satu ke titik yang lain.
Aneh tapi nyata, semangkin serring anda memberi semangkin sering dia datang
paling tidak itu lah yang aku alami sekarang.
Yang paling membuat ku termenung berhari hari adalah pada Hari raya idul adha
di tahun 2003. Karena ekonomi sudah mulai lumayan tidak sibuk lagi mengurus
kartu kridit dari bulan kebulan. Aku membeli seokor kambing untuk korban. Tak
sampai satu juta. Besoknya aku diberi penghargaan oleh Bos ku dua lipat harga
kambing untuk membawa keluarga menikmati makan malam di Hotel terbaik di
Jakarta. Ibuku yang berurmur 70 th, seumur umur beliau tak pernah menikmati
makanan hotel bintang lima malam itu harus belajar makan pelan pelan karena ada
banyak lagi yang akan dimakan setelah makanan utama. Penghargaan demi
pernghargaan datang kemudian akhirnya membawaku ke Angola dan lanjut ke Amerika
ini.
Wassalam
Zulkarnain Kahar 50+th barumah di JKT, bakampuang ka Maninjau, basuku Malayu,
bakureh dima diparalukan urang.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---