Dear All,
Christine Hakim, besok Rabu 18 Mar akan shooting Film Dokumenternya tsb di
acara PACU JAWI di Batu Sangkar. Malam ini, stlh shooting Mak Itam di
Sawahlunto selama 3 hari, dg Pak Ricky dan Crew akan menginap di Batu Sangkar.
Kamis 19 Mar akan shooting di Diniyah Putri dan Thawalib. Jumat dan Sabtu, jika
semua lancar, mungkin di Solok dan Danau Kembar. Utk Solok, Mba CH tertarik utk
mempromosikan Rumah Gadang Tuo atau Rmh Gadang 20 Ruang di Sulit Air. Kita
tunggulah sampai sejauh mana dukungan Kab. Solok utk ini.
FYI. Sambutan Bupati, Wabup dan seluruh Muspida Kab. Tanah Datar Jumat 13 Mar
lalu di Batu Sangkar sangat luar biasa. Beliau pikir sedang acara tertentu.
Ternyata bener acara tapi buat menyambut tamu khusus tsb. Sehinggga ketika
diminta pidato juga oleh Pak Bupati, baru satu kalimat beliau sudah meneteskan
air mata atas sambutan yg luar biasa tsb. Yg akhirnya membuat sebagian besar
hadirin juga ikut menangis. Termasuk Pak Ricky Avenzora pun juga ikut menangis
tuh kata Mba CH...:) CH ampe bilang: "Kok saya serasa pulang ke kampung sendiri
ya...". Stlh itu beliau juga diarak keliling kota dg mobil terbuka sampai
dibawa ke bukit yg merupakan salah satu obyek pariwisata terindah di Tanah
Datar. "Aku serasa jadi Lady Di disana, sembari diiringi dan diumumkan dengan
mobil pengeras suara gitu. Ingat masa-masa Festival Film suka diarak seperti
itu...", tambah CH sembari terharu bercerita di telpon...
Pak Bupati ngirim mobil pengawal polisi agar CH dan Pak Ricky bener2 nyampe di
Sawahlunto. Luar biasa juga tuh Tanah Datar. Pada hal bbrp hari sblmnya ketika
saya telpon, Pak Bupati bilang bahwa beliau akan ke Jakarta Jumat kmrn itu.
Ternyata akhirnya beliau batalkan demi menyambut Christine Hakim.
Alhamdulillah, semoga batambah Uni awak ciek lai utk membantu mempromosikan
Pariwisata Sumbar diluar Sumbar nanti....;)) Apalagi beliau juga salah satu
Duta UNESCO...
Satu info menarik juga adalah bahwa Tanah Datar katanya juga akan membangun
Kebon Binatang di dan akan mengambil tempat perbukitan hijau yang subur. Pak
Ricky langsung bereaksi dan menentang dg alasan yang sangat gamblang. Beliau
mencoba menjelaskan bahwa di tempat lain tempat rekreasi tematik dibuat dan
dibangun dilahan-lahan tidak produktif. Seperti Ancol di Pantai Rawa, dll.
Kenapa kita mau merusak hutan yang bagus tsb? Wakil Bupati katanya langsung
memeluk Pak Ricky dan didaulat paksa agar bersedia memberikan seminar sktr 2
hari ke seluruh dinas Tanah Datar nanti agar mereka disana tidak salah langkah
dalam mengembangkan Pariwisata dan merusak lahan produktif yang ada. Skl lagi,
alhamdulillah...:) Thanks.
Salam,
Nofrins
www.4r5lb.west-sumatra.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---