Pariwisata Berpeluang Raih Heritage Awards

 

Jumat, 20 Maret 2009

Pariwisata di Kota Sawahlunto terus menggeliat maju.  Terutama dalam 4
tahun terakhir ini (2004-2008). Tidak hanya kunjungan wisatawan
mengalami peningkatan setiap tahun, sarana dan prasarana pendukung juga
terus dikembangkan.

 

Berawal dari pembangunan obyek wisatanya, seperti gelanggang pacuan kuda
berskala nasional, taman safari atau kebun binatang di Danau Kandi,
Museum Gudang Ransum, Waterboom dan Lobang Mbah Suro. Bahkan lokomotif
uap E.1060 (Mak Itam) membuat orang berdecak kagum terhadap gebrakan
yang dilakukan Pemko Sawahlunto. Padahal sebelumnya kota ini hampir
menjadi sebuah kota yang tidak diperhitungkan lagi pascaeksploitasi
selama ratusan tahun (1891sampai 2003). Sehingga mutiara hitam yang
menjadi kebanggaan kota ini  menjadi habis.

 

Namun dengan sentuhan tangan seorang putra terbaik yang berlatar
belakang swasta, kota arang yang hampir ditinggalkan penduduknya ini
secara bertahap bangkit kembali. Tidak hanya promosi daerah  yang terus
digencarkan, berbagai iven berskala nasional maupun internasional selalu
digelar di kota kecil Sawahlunto ini. Sebut saja, Gebu Minang
se-Indonesia, kejuaraan nasional pacuan kuda. Hingga promosi yang
dilakukan di luar daerah oleh Wali Kota Amran Nur, seperti ke Pekanbaru,
Melaka Malaysia sampai ke Singapura, nama Sawahlunto sudah semakin
dikenal orang. Bahkan pada 25-31 Oktober 2008 lalu, Amran Nur diundang
secara khusus pada dua agenda besar berskala internasional, yakni  Word
Heritage Cities Conference and Expo atau konfrensi 40 kota warisan di
dunia di Surakarta dan The Forth Internasional Eco Tourisme Bussiness
Forum di Palembang.

 

Saat ini Kota Sawahlunto oleh  pemerhati masalah kepariwisataan dari
Bogor mengusulkan Kota Arang Sawahlunto bisa menyabet gelar Unesco
Asia-Fasific Cultural Heritage Awards 2009. Pasalnya peluang Kota
Sawahlunto meraih gelar dari Unesco tersebut cukup besar. "Potensi Kota
Sawahlunto untuk menyabet gelar Heritage Awards 2009 cukup besar. Sesuai
dengan situasi dan kondisi kota lama Sawahlunto yang berpusat di pasar.
Nuansanya tidak berubah, relatif sama seperti pada zaman Belanda tempo
dulu," ujar pemerhati masalah kepariwisataan Puspita Galih Resi, kepada
koran ini, kemarin.

 

Dikemukakan, Puspita, mulai dari daerah Silo sampai ke Menara Agung
Nurul Islam, potensi ekonominya cukup meyakinkan dan dapat dikembangkan.
Begitu juga kawasan kota lama, arsitektur bernuansa Belandanya masih
kental terasa dan tidak dirobah.  "Nilainya sudah di tangan Kota
Sawahlunto untuk menyandang prediket Heritage Awards 2009," tutur
Puspita, sembari menyebut bahwa penilaian dari Unesco dijadwalkan
berlansung pada tanggal 30- 31 Maret 2009.

 

Untuk mempersiapkan usulan Kota Sawahlunto menyabet gelar Unesco
Asia-Fasific Heritage Awards 2009, Dinas Pariwisata sawahlunto pada
16-17 Maret lalu telah menggelar seminar Heritage Award di gedung pusat
Kebudayaan Sawahlunto. Penceramahnya dirjen Sejarah dan Purbakala
Departemen. Depariwisataan/Kebudayaan RI, Yunus Arbi, dosen UGM
Yoyakarta, DR Arya Ronald. Sedangkan peserta seminar, di samping
kalangan pemerhati kepariwistaan, juga diikuti Dinas Pariwisata Sumbar,
Perwakilan MBMB Melaka Malaysia sebanyak 20 orang serta pemuka
masyarakat Sawahlunto. (*)

 

http://www.padangekspres.co.id/content/view/32652/107/

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke