Kalau memang Jainatun punya dan mau memperlihatkan silsilah keluarga yang berabad-abad itu, akan bertambahlah khazanah ranji yang terpanjang yang kita ketahui hingga ini. Tidak tahu berapa garis keturunan dalam ranji itu. Koleksi pribadi keluarga itu pasti akan manjadi simpanan/arsip negara di Malaysia dan disarankan manjadi simpanan/aarsip di perpustakaan-perpustakaan di Sumatera Barat.
Mudah-mudhan silsilah itu tidak saja berupa ranji tetapi disampingi riwayat-riwayat perjalanan keluarga itu dalam migrasinya. Bahan itu akan menjadi sumber peneliti Sejarah Rumpun Melayu di hari nanti ... Salam, Sjamsir Sjarif --- In [email protected], "Nofiardi" <nofia...@...> wrote: > > Inilah perlunya setiap keluarga, kaum & suku punya Ranji. > > Walau sudah berabad silam, dapat diketahui keluarga satu asal/ nenek > moyang > > > > Nofiardi RM 41+6 > > ............................................................ > > > > SETELAH BERABAD SILAM > > Dengan Ranji Kakek Moyangnya, Jainatun Akan Bertemu Keluarganya di > Payakumbuh > > Jumat, 20/03/2009 02:41 WIB > > > padangmedia.com - BUKITTINGGI- Silsilah atau garis keturunan suatu > keluarga dari generasi ke generasi rasanya amat sulit ditelusuri. > Apalagi generasi itu sudah terhitung ratusan tahun berlalu. Meski > demikian, jika direstui Allah, dan keluarga itu mau berusaha, lambat > laun hal yang mustahil bagi logika, segalanya menjadi mungkin. > > Adalah keluarga Jainatun , wanita enampuluhan warga Malaysia tepatnya > Kedah, mengaku punya garis keturunan Batusangkar. Ia tahu dari ranji > yang ditulis sendiri oleh kakek moyangnya. Awalnya, moyang Jainatun > berangkat meninggalkan kampung halaman pada tahun 1437 Masehi yakni > menuju Pulau Pinang Malaysia. > > Menurut Bujang St. Kayo, salah seorang pramuwisata yang akan mendampingi > keluarga Jainatun mengunjungi suatu keluarga keturunan moyangnya di > Payakumbuh, adalah hal yang luar biasa tetua dulu masih sempat menulis > silsilah keturunannya. Silsilah yang ditinggalkan oleh moyang Jainatun > untuk generasi penerusnya lebih 5 abad itu, adalah awal bisa bertemunya > semua keturunan, yang sebahagian masih berada di Payakumbuh. > > "Berdasarkan silsilah yang ditinggal kakek moyangnya, ditambah beberapa > sumber lain termasuk penelusuran diinternet, Jainatun dapat menemui > dimana sisa keluarganya. Dan akhirnya, diketahuilah, bahwa masih ada > keturunan moyangnya saat ini menetap di Payakumbuh," ujar St. Kayo. > > Jika tidak ada halangan, Kata St. Kayo, keluarga Jainatun dari Kedah > akan datang ke Payakumbuh menjumpai kelurga yang satu keturunan > dengannya itu. > > "Saya sebagai guede pendamping, akan mendampingi sebanyak 28 orang > keluarga Jainatun pada tanggal 4 April mendatang. Pada saat pertemuan > itu kita akan temukan data lebih detil, " ucap St. Kayo. Jainatun memang > telah menjanjikan akan memperlihatkan bentuk tulisan silsilah yang > ditulis oleh moyangnya itu. (an) > > > > http://www.padangmedia.com/v2/?mod=berita&id=4033 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
