Empat Daerah Membangun Bandara Feeder
Sabtu, 21 Maret 2009 Padang, Padek-Pemprov Sumbar mendorong beberapa kabupaten membangun bandara feeder atau pengumpan, terutama daerah padat penduduk, terisolir dan tujuan wisata. Ada empat daerah yang sudah mulai melakukan studi kelayakan, bahkan Dharmasraya sudah mulai melakukan pembuatan Detail Enginering Design (DED) tahun 2008. Selain Dharmasraya, Mentawai juga berencana membangun bandara baru yakni di Siberut, Limapuluh Kota membangunnya di Nagari Piobang dan Agam di Nagari Koto Gadang. Anggaran studi kelayakannya di APBD 2009. Untuk studi kelayakan dibutuhkan dana sekitar Rp400 juta dan DED sebesar Rp500 juta. "Ini diperlukan untuk mengatasi kondisi topografi yang sulit dijangkau. Sekaligus mendukung wisata dan arus komoditi," terang Kepala Bidang Perhubungan Udara Herry Zulman, kemarin. Khusus Dharmasraya, kata Herry, sepertinya ingin membangun bandara yang sama dengan BIM. Itu terlihat dari studi kelayakan yang dilakukan karena panjang run way dalam studi mencapai 2.000 meter. Padahal untuk bandara pengumpan cukup 1.500 meter. "Itu harus diulang lagi. Yang kita harapkan terbang ke sana kan Foker 50 dengan seat 50. Kalau tidak ya tak bakal diberi rekomendasi," tukasnya. Menurut Herry tidak mudah pusat memberikan izin operasi bagi bandara baru. Sebab untuk bandara pengumpan saja minimal ke daerah tersebut ada penerbangan satu kali setiap bulan karena untuk membangunnya butuh dana Rp10 miliar. "Pegawainya juga cukup 10 orang. Jadi selama tidak ada pesawat yang landing, mereka cukup melakukan perawatan," ujarnya. Sumbar juga terus menjajaki pembukaan rute baru ke luar negeri terutama daerah wisata seperti Bangkok. Selama ini kata Herry Zulman, wisatawan Indonesia yang ke Malaysia selalu meneruskan perjalanan ke Bangkok. "Kita ingin ada timbal balik dari Bangkok bisa masuk ke Sumbar. Karena itu kita ingin buka akses langsung tanpa melalui Malaysia," ungkapnya. Saat ini terang Herry, sudah ada hubungan timbal balik yang saling menguntungkan untuk merangsang masuknya wisawatan. Bandara Internasional Bangkok misalnya sudah menurunkan biaya landing fee atau biaya pendaratan sampai 95 persen. Begitu juga BIM yang dikelola Angkasa Pura II sudah menurunkan route charge sampai 50 persen. "Itu sudah berjalan sejak 2007. Namun pihak lain seperti pelaku wisata belum menyikapi hal tersebut. Harusnya mereka melakukan studi potensi pasar dari Bangkok ke Sumbar. Untuk membuka rute baru minimal load factor-nya mininal 60 persen. Hasil studi itu kan bisa dijual ke air line seperti Garuda atau air line lainnya," terangnya. (geb) http://www.padangekspres.co.id/content/view/32815/104/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
