Nanda Iffah, saya ikut prihatin membaca puisi Nanda ini. Saya doakan semoga 
cepat sembuh dan pulih seperti biasa. Ada penyakit tentu ada obatnya. 
Rajin-rajinlah meminum obat yang diberikan dokter.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, 
Pariaman.)
"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" 
Alternate e-mail address: [email protected];




________________________________
From: hanifah daman <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, March 22, 2009 12:51:51 PM
Subject: [...@ntau-net] DAMPAK TRANSFUSI (2)




DAMPAK TRANSFUSI (2) 
  
Sebulan lebih telah berlalu 
Darahku bercampur dengan 
Darah beberapa orang lelaki 
Yang tak kukenal 
  
Mulanya aku kira 
Dengan darah lelaki di tubuhku 
Tenagaku akan bertambah kuat 
Bisa berjalan dengan cepat 
Bisa membawa belanjaan yang berat 
Dengan wajah lebih mengkilat 
  
Kulihat telapak tanganku 
Lebih merah dari biasa 
Rasanya juga lebih hangat 
Bibirku juga lebih merah 
Pipi tidak lagi pucat 
Mataku yang kurasakan 
Berkurang ketajaman sinarnya 
Berkurang jernihnya 
Dari mata bisa terlihat 
Aku belum sempurna sehat 
  
Disamping dari sinar mata yang belum tajam 
Walau badan bertambah gemuk dari biasa 
Karena selalu makan telur dan 
Minum susu dan madu 
Kadang dicampur kunyit putih 
Biar lancar peredaran darah 
Aku merasakan langkahku masih kaku 
Kalau kupaksakan berjalan cepat 
Kepalaku jadi puyeng 
Bahkan ketika mulai berjalan di luar rumah 
Kurasakan kakiku berat melangkah 
Terpaksa aku berpegangan pada suami 
Atau aku berjalan dengan pelan dan hati-hati 
Tak sedikitpun terlihat tanda-tanda 
Aku pernah menaklukkan puncak gunung 
Pernah berjalan kaki belasan kilo jaraknya 
  
Kekampus yang pertamakali 
Aku diantar, ditunggui, dan pulang bersama 
Beberapa hari kemudian 
Aku minta diantar aja 
Aku akan belajar pulang sendiri 
Waktu pulang sendiri 
Rasa takut muncul 
Ketika hendak menyeberang 
Takut kalau ada motor yang kebut 
Lalu aku terkejut dan tak bisa melangkah 
Alhamdulillah yang kutakutkan 
Tak pernah terjadi 
Akhirnya seiring berjalannya waktu 
Aku berani pergi dan pulang sendirian 
  
Pertama masuk kelas 
Aku duduk saja di kursi 
Beberapa hari kemudian 
Kucoba berdiri dan berbicara sebentar-sebentar 
Setelah merasa agak kuat 
Kucoba berdiri dan berbicara agak lama dikelas 
Rasa lelah menderaku setelah itu 
Kucoba pula menghadiri rapat 
Aku seperti kerbau di cucuk idung 
Ikut mengangguk saja 
Sesampai di rumah baru teringat 
Kenapa tadi tidak bertanya 
“ Abih cakak takana silek “ 
  
Ya Allah 
Yang Maha Pengasih dan Maha Bijaksana 
Aku yakin 
Pasti ada hikmah 
Dibalik musibah ini 
KepadaMu aku menyembah 
KepadaMu aku minta tolong 
Semoga Engkau menyembuhkanku 
Seperti sedia kala 
Amin ya Rabbal Ralamin 
  
  
Bengkulu, 22 Maret 2009 
  
  
Hanifah Damanhuri 



[email protected]

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke