RAUN-RAUN NAIK SEPEDA ANTIK
PROFIL PADANG UNTO CLUB (PUC)

Bersepeda merupakan salah satu kebiasaan yang telah mulai dilupakan
dan ditinggalkan. Mungkin karena bersepeda dinilai kuno dan
melelahkan. Tapi walau telah mendapat penilaian sebagai alat
transportasi yang ketinggalan zaman, ternyata di kota Padang ada
kelompok pencinta kebiasaan bersepeda (mendayung pedal) ini yang
dilakukan oleh para pemuda yang umumnya terdiri dari mahasiswa dan
beberapa anggota dari kelompok umum. Komunitas pencinta sepeda
terutama kelompok sepeda antik (unto) tersebut menakan diri dengan
Padang Unto Club (PUC).
Padang Unto Club merupakan metamorfosis dari Padang Sadel Club (PSC)
yang telah berdiri sejak akhir tahun 2006. Dengan kesepekatan dari
anggota dan atas dasar keinginan mempopulerkan lagi sepeda unto (dalam
bahasa minang) maka di gantilah nama PSC menjadi PUC yang membubuhkan
kata-kata unto dalam namanya. PUC memilki struktur kepengurusan yaitu:
Eri Mak Dang (MD) selaku ketua yang digelari dengan datuak unto, Kaler
sebagai bendahara, dan untuk bagian promosi kemasyarakat (humas)
dipilih Buya seni rupa, dan beberapa koordinator lainnya.
Keberadaan komunitas sepeda antik ini sebenarnya sudah menyebar di
berbagai kota di Indonesia. Selain menjaga warisan budaya, sepeda
antik juga telah menjadi trend dan gaya hidup beberapa komunitas besar
di pulau Jawa. Bahkan dalam skala nasional pencinta sepeda antik juga
memiliki jaringan dengan berbagai situs-situs di internet yang dapat
di cigok.
Keanggotaan PUC sekarang didominasi oleh mahasiswa UNP, walau dalam
azas kelompok ini sebenarnya tidak membatasi keanggotaan dari kalangan
manapun. “Sekarang anggota PUC sudah mencapai 24 orang dengan 24
sepeda unto” cetus Eri MD ketua PUC. Dari saudara Jhon di sekretariat
PUC juga didapat informasi bahwa “PUC masih tetap membuka diri bagi
pendaftaran anggota baru, caranya mudah cukup dengan : memiliki sepeda
antik, memiliki kecintaan terhadap peninggalan barang kuno tersebut
dan memiliki waktu luang untuk bersama-sama anggota lain melakukan
kegiatan raun-raun naik sepeda antik minimal sekali dalam seminggu”.
Berdirinya PUC didasari oleh kesamaan pandangan anggotanya bahwa
dengan bersepeda walau memiliki kelemahan dari alat transportasi yang
lebih maju, tapi sepeda tetap memiliki beberapa aspek positif yang
tampaknya perlu dicermati:
1. Khusus untuk sepeda lawas/ sepeda kumbang/ sepeda unto/ sepeda
ontel sebagai sebuah alat transportasi bersejarah, maka perlulah kita
untuk terus memelihara dan melestarikanya. Karena bila tak kita jaga
dari sekarang maka besar kemungkinan 20 atau 30 tahun yang akan datang
anak, cucu kita tak tau dengan sepeda lawas/ sepeda kumbang/ sepeda
unto/ sepeda ontel. Bahkan sekarangpun jumlah sepeda jenis ini telah
jauh berkurang dan sulit ditemukan. Sehingga perlu di jaga dan
dilestarikan.
2. Bersepeda merupakan kebiasaan baik dan bermanfaat untuk kesehatan.
Untuk bagian ini tentunya kita semua paham bahwa bersepeda bisa
mengoptimalkan kerja jantung, system pernafasan dan berkembangan otot-
otot yang bekerja saat kita mengendarainya.
3. Kebiasaan bersepeda akan menghemat energi (BBM) dan tidak
menimbulkan polusi udara. Melihat dampak positif bersepeda dalam
menghemat energi mungkin terdengar sangat muluk-muluk tapi bila hal
ini dilihat dengan pengkajian secara matematis bisa dibandingkan bila
seorang pengguna motor menghabiskan 1 liter bensin tiap harinya, maka
1 tahun ia menghabiskan 360 liter bensin. Tapi bila ia menggunakan
sepeda sebagai alat transportasi, berekreasi di hari Sabtu dan Minggu
(2 hari saja) maka ia akan mengurangi penggunaan bensin sebanyak 96
liter/tahun. Itu baru dilakukan oleh 1 orang, bayangkan kalau 100
orang, 1000 orang. Tentunya bisa kita nilai bahwa dengan bersepeda
kita telah melakukan usaha menghemat energi. Apalagi melihat negeri
ini yang tengah menghadapi krisis energi bahkan sampai mengimport
minyak dari luar negeri. Dalam pengoperasiannya, sepeda tidak
menyebabkan polusi udara, karena ia hanya menggunakan tenaga
pengemudinya sehingga sepeda adalah alat transportasi bebas polusi.
4. Secara ekonomis, penggunaan sepeda sebagai alat transportasi juga
menghemat uang si pemilik dan penggunanya. Sehingga uang itu pun bisa
digunakan untuk keperluan lain. Bahkan dengan bersepeda dapat
dipastikan kita akan lebih menghemat pengeluaran dibanding membeli BBM
atau untuk ongkos angkot dan ojek.
Padang Unto Club mendeklarasikan bahwa “ Kami tidak memperjualbelikan
sepeda antik, tapi kami hanya melestarikannya dari kepunahan”. Untuk
kegiatan rutin yang biasa dilakukan, walau terkadang tak dikuti oleh
seluruh anggota (rata-rata 10-13 sepeda) tiap malam minggu PUC selalu
meramaikan jalan utama kota Padang. Konvoi yang dilakukan ini dinilai
unik dan menggelitik bagi setiap masyarakat yang melihat. Rute yang
biasa ditempuh adalah: Jalan Hamka, Ulak Karang, Jalan Veteran, Pantai
Padang, Jembatan Siti Nurbaya. Terkadang rute ini dapat berubah dan
diatur waktu keberangkatan dari sekretariat. Setiap sabtu sore (malam
Minggu) sehabis magrib jam 19.00 wib anggota PUC akan meramaikan kota
Padang dengan bunyi kriiing-kriiing dan detikan-detikan posneling
sepeda unto.
Bila ingin tahu banyak tentang kepengurusan dan keanggotaan PUC dapat
langsung datang ke sekretariat PUC: Simpang Parkit, Galeri As Salam,
Air Tawar Barat, Padang (E-mail [email protected]). Bila ada
yang tertarik untuk menjadi anggota komunitas ini dapat menghubungi
Eri MD: 081363766644, Jhon :081374055161, Irwan Setiawan :
081374665996. Salam pencinta sepeda antik.. Merdeka !!!!!!.
tapi sekarang saya (irwan) dinas di bengkulu) jadi tidak aktif lagi di
Padang Unto Club.
Oleh : Irwan Setiawan. (anggota Padang Unto Club).
http://irwansetiawan81.blogspot.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke