Secara pribadi saya membantah pernyataan ini. Kalau seandainya yang menjadi sampel penelitian adalah pasien saya maka saya bisa pastikan bahwa dia akan menjawab bahwa dokter Indonesia komunikatif. Anda bisa Tanya kepada pasien yang skoliosis saya yang tergabung di Masyarakat Skoliosis Indonesia.
rahyussalim From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Muzirman -- Sent: Sunday, March 22, 2009 1:50 AM To: [email protected]; rantaunet Subject: [...@ntau-net] DOKTER Indonesia Tak Komunikatif, Apa kata Mantan Ketua IDI. SUARA PEMBARUAN DAILY _____ Dokter Indonesia Tak Komunikatif [JAKARTA] Dokter di Indonesia tak komunikatif. Pasien dan keluarganya tidak memperoleh informasi yang cukup tentang penyakit yang diderita dan pengobatan. Pembatasan praktik di tiga tempat bukan merupakan solusi, karena komunikasi dokter yang pasiennya sedikit juga buruk. Mantan Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Kartono Mohamad dan guru besar FKM Universitas Indonesia (UI) Profesor Hasbullah Thabrany mengatakan hal itu kepada SP di Jakarta, Rabu (18/3), saat diminta tanggapan mereka tentang komunikasi antara dokter dan pasien. Menurut Hasbullah, dokter memang kurang komunikatif, karena saat kuliah tidak diajarkan komunikasi. Selain itu, dokter selalu menganggap yang paling tahu. Atas dasar itu, Konsil Kedokteran mengharuskan kompetensi komunikasi untuk sertifikasi praktik. "Kebanyakan pasien merupakan alasan nomor dua, banyak dokter yang pasiennya sedikit, tetapi tetap juga tidak komunikatif. Perlu revolusi budaya dokter," ucap Hasbullah. Komunikasi Buruk Menurut Kartono, beberapa rumah sakit swasta mencoba memperbaiki komunikasi dokter yang buruk, namun belum memadai. Ada kecenderungan dokter mengejar setor-an uang sebanyak mungkin dalam waktu singkat. Pembatasan tiga tempat praktik, katanya, untuk memperbaiki pelayanan dokter, namun tidak ada pembatasan jumlah pasien per hari. Hasbullah menegaskan, pembatasan praktik di tiga tempat tidak efektif mengatasi dokter yang tak komunikatif. Menurutnya, cara itu banyak diakalin para dokter. Seharusnya di kota besar, dokter wajib full time di satu rumah sakit (RS). RS harus mewajibkan dokter bekerja penuh waktu, dan hal tersebut tidak melanggar undang-undang tentang praktik kedokteran. Dicontohkan, di Malaysia dan Singapura, pasien merasa aman karena dokter selalu bisa dihubungi. Perihal komunikasi dokter yang buruk ini juga terjadi di kalangan dokter senior yang memiliki sejumlah gelar. [N-4] _____ Last modified: 19/3/09 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
