Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Ya, terkenang pula Kampung yang Jauh di Mata. Kalau di kenang-kenang Kota Tua, 
dari Tebat Lawas kita berjalan ke puhun melalui Tempat (makam Tuanku Yang Tua) 
menyeberang Batang Sikebu, sampailah kita ke Bencah Lawas. Bencah Lawas 
persawahan yang indah antara Batang Sikebu dan Batang Air Gedang. Kalau kita 
melihat ke mudik, tampaklah  Sitepung, Guguk Gedang, di mudiknya pula tampak 
kampung Cengking dan Kubu Apar, Bukit Bertabuh tempat orang mengilang sekar. 
Jauh di atas di lereng Gunung Merapi kelihatan Siresah Sirangkak Gedang, sumber 
air orang Empat Angkat dan Sungai Puar, Tiga Belas dan Kuresh Lima Jorong.

Kalau kita melihat ke hilir jelas terbayang Negeri Kemang, Megat dan Sala. 
Tampak pula jelas Bukit Kelirit dan Bukit Kelung. Kalau kita melihat ke ujung 
tampak Negeri Candung Kota Lawas dengan puncak Bukit Bulat. Di sebelah ke 
hilirnya tampak Nageri Basa dan terbayang pula Negeri Simerasap di sebalah 
kidal Ampuh jalan ke Payakumbuh. Kalau kita lepaskan pandangan jauh ke puhun, 
jauh di belakang Bukittinggi terbayang Empat Kota, Negeri Sihanap, Kota Gedang, 
Guguk Tebat Seroja, Kota Tua Pembatan, Berlingkar, Melelak, Lewang dan 
Perlambaian ... :)

Dahulu Masa Belanda kalau orang dari Biara ke Pasar Basa untuk membeli Maca, 
Lada Garam dan Kerupuk Sala dan Rakit Pisang Peladang sewa bendi hanya tiga 
bengga....

Itulah sekedar bayangan Terkena Kampung yang Jauh di Mata, Gunung Sensei 
berkeliling, kawan lama kesadanya...

Salam,
--Nyit Sungut

--- In [email protected], Muhammad Dafiq Saib <stlembang.a...@...> 
wrote:
>
> Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
> 
> Iyo nyiak, raso ka rancak lo...
> 
> Kepetang dunsanak saya yang di Tebat Lawas, yang sudah lama tidak pulang ke
> kampung, tercengang melihat bahwa di Parit Putus sudah tidak terlihat lagi
> orang membuat tengkelat. Padahal dulu tengkelat dari Parit Putus sangat
> terkenal, dijual orang sampai ke Basa, ke Biara, ke Padang Tarab, ke Batu
> Tebal di jalan ke Batu Sangkar.
> 
> Dia tanyakan pula apakah masih ada orang Megat datang ke kampung-kampung
> menjual anak badar. Orang kampung tidak pernah lagi melihatnya. Mungkin
> orang Megat dari Kemang itu sudah tidak mau lagi berkeliling ke kampung
> orang.  Sekarang kalau mau membeli anak badar orang harus datang ke pasar
> Megat, atau ke Pekan Senin dan Pekan Kamis di Tilatang Kemang.
> 
> Wassalamu'alaikum
> 
> M.D.Saib St. Lembang Alam
> Asal: Koto Tuo - Balai Gurah - Bukit Tinggi
> 58 th / Jatibening - Bekasi
> 2009/3/23 Hambo Ciek <hamboc...@...>
> 
> >  Aalaa, iko ciek lai Caro Aluih.  Iyo lah antahno pancara-alaskan
> > namo-namo nagari ko. Kito caliak Nagari Padang Lunggo dicara-alaskan pulo
> > jadi Padang Lungga. Pado hal Lunggo indak samo jo Lungga doh.  Apo Limpato
> > lah jadi Limpata pulo?



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke