Assalamualaikum Wr.Wb. Bu Rina Permadi nan rampiang manih!

Maaf lho Bu Rina Permadi, atas mungkin kesalahan ketik saya. 
Adapun maksud saya dengan BuLek/Buk Lek itu adalah Ibu Cilik, yg biasa 
dipanggil kan kepada saudara dari Ibu, yg Tante atau Etek dlm bahasa Minangnya.
Saya pernah mendengar, beberapa ibu2 orang minang yag bersuamikan non Minang, 
beliau2 yang sama dipanggil simpang siur Mak Tuo, BuDe (Ibu Gede), BuLek (Ibu 
Cilik, bukan bulat bhs Minang, atau bahasa Batak Uda itu paman, bahasa Minang 
itu Abang.
Mana lah mungkin saya bermaksud menyindir kearah berat badan seorang wanita, 
apalagi wanita yg masih muda seperti Bu Rina Permadi.
Lagian Ibu Rina Permadi sangat saya respekti sekali, malahan Ibu Permadi telah 
pernah mengizinkankan saya singgah ke rumah Ibu Permadi, seandainya saya berada 
di Batam. Itupun saya yang mengundang diri sendiri, analog gaya Pak JePe yang 
mengundangkan diri dengan dalih GULAI HITAM dari permaisurinya Pak Rainal Rais.
Dengan senda gurau, ber-Minang2 antara saya dan Pak JePe via Rantau Net. 
Akhirnya pak Jepe telah terutang kepada saya 2 Gelas Kopi (Kirk Douglas).
Artinya secara tak langsung saya mengundangkan diri saya, dengan cara yang 
mungkin sedikit progresiv supaya bertemu muka bersilaturrahim sekiranya saya 
sempat kerumah beliau.

Confusius berkata, sejuta teman itu sedikit sekali, tetapi satu lawan/musuh itu 
sudah banyak sekali.

Saya sebagai anak orang minang lahir dirantau dan lebih jauh lagi merantau, 
sudah tentunya mempunyai........ setidaknya ethika standard Islam dan Eropa 
yang minimal, walaupun mungkin TARATIK Minang-Kabau mungkin2 saja kurang 
standarisasinya. 
Biasanya perantau itu, mempunyai sifat2 integritas/assimilasi yang mendarah 
daging, kononpula orang Minang. 
Selain itu, salah satu etika Eropa barat yang paling saya senangin adalah 
memberi kompliment, khususnya kpd kaum wanita. Seperti kata2 orang pandai 
German, Paracelsus dosis itu lah yang menentukan apa saja racun atau tidaknya. 
Sudah dengan tentunya tidaklah elok memberi kompliment sehingga over-dosis, 
selain itu daya tahan sipenerima kompliment juga harus diperhatikan. 
Memberi kompliment janganlah diartikan dengan GENIT.

Di Eropa barat ini, paling pantang menanyakan umur/berat badan seorang wanita, 
biasanya malah sekiranya kaum adam yg ditanyakan, malahan beliau wajib menjawab 
dengan meminimalkan/mereduksi dari kenyataan yang ada.

Saya sendiri senang membaca tulisan Bu Rina Permadi, terutama tentang Resep 
Kuliner, karena saya juga bisa masak sedikit2, ibunya anak2 saya satu dari 
hobbiesnya adalah masak. Tambahan lagi beliau tahu bahwa alm. ibu saya orang 
Minang-Kabau yang tamatan sekolah kepandaian putri waktu jaman Belanda  dulu, 
serta bagaimana masak memasak kaum ibu orang Minang segenerasinya.
Terkadang istri saya minta saya menerjemahkan sepatah dua kata yang kurang 
dimengerti olehnya, baik dari resep kuliner Bu Rina/Pak JePe/RN, ataupun buku2 
kuliner yg berbahasa Indonesia lainnya.
 
Kami disini, makan se-hari2 seperti orang indonesia, nasi terus dengan lauk 
pauk ala Asia/Indonesia/Minang yang dimodifikasi/adaptasi dengan bumbu yang ada 
sedemikian rupa, sehingga mendekati orisinilnya. Kami semua fan Petai/Pete
Anak2 kami biarpun keduanya lelaki, meraka bisa/belajar memasak, disini anak2 
dididik sepagi mungkin mandiri, tentu saja kami kombinasikan kultur Eastern dan 
Western yang terbaik menurut pandangan kami berdua. 

Malahan yang tertua bisa memasak sate padang, terbaik diantara kami berempat.
Tentu saja dibanding dengan yang aslinya diIndonesia beda jauh, kononpula 
pembandingnya RASAN TANGAN Bu Permadi atau Pak JePe tentu kontrast sekali 
rasanya.

Sekianlah dulu, sedikit obrolan disamping mohon maaf atas kesalah pahaman/ketik 
serta kechilafan dari pihak saya ke Ibu Rina Permadi yth.

Wassalam,
Muljadi,
BTW, suami Ibu Rina kalau saya tak lupa, beliau suku Jawa kan? Tolong 
ditanyakan apa arti BuLek (Ibu Cilek), mungkin2 saja beliau masih ingat apa 
artinya.





-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Thu, 26 Mar 2009 06:01:34 +0700
> Von: "rinapermadi" <[email protected]>
> An: [email protected]
> Betreff: [...@ntau-net] Re: GULAI HITAM......... by : Jepe

> 
> Pak Mul...
> 
> Alhamdulillah lai alun "bulek" ambo lai doh.. masih ramping juo
> baruh..kato Mas ambo...
> 
> Wassalam'
> Rina, 32, batam
> 
> 

-- 
Neu: GMX FreeDSL Komplettanschluss mit DSL 6.000 Flatrate + Telefonanschluss 
für nur 17,95 Euro/mtl.!* http://dsl.gmx.de/?ac=OM.AD.PD003K11308T4569a

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke