Assalammu alaikum warahmatulLahi wabarokatuh,

Angku angku, sanak saudara, sahabat taulan yang hambo hormati,

Saya masih belum mampu berbicara atau mengulas sendi sendi adat kekeluargaan 
Perpatih yang sedang di bicarakan sekarang. Idzinkan saya berbicara dengan 
sandaran kefahaman yang saya miliki, dan itupun tidak lah sempurna. Kalau ada 
kesalah fahaman saya memohon di betuli. 

Sepembacaan saya menunjukkan bahwa ruang adat Perpatih ini bergerak dengan 
bersandarkan tapak binaan keluarga yang bersambung/extended family structure. 
Konsep dan lembaga Rumah Gadang di bina merangkumi banyak lapisan 
keluarga/layers of related family. Akhirnya Rumah Gadang menjadi satu 
manifestasi struktur berkeluarga yang sambung menyambung tiada tepinya dan 
hentinya. Ianya telah mengikat
 beberapa lapisan turun menurun. It is basically a tight-knotted inter-family 
and
 inter-generation of same sesuku
 clan. Sambungan dan rantaian/webnetworking ini lah yang kemudian terbina 
beberapa hukum hakam adat, adat istiadat dan adat resam yang mengukuh-kentalkan 
super extended family structure ini, yang di mana telah menjadi satu cirian 
khas dan khusus bagi adat Perpatih ini.

Sefaham saya sistem berkeluarga dalam Islam lebeh mirip kepada sistem extended 
family structure.  Berdasarkan sistem pembahagian harta dalam Islam/Fara'idh 
dan sistem berkeluarga Islam yang di bicarakan oleh jumhur ulama' jelas 
menunjukkan bahwa struktur keluarga-extended family yang ingin di bina dan 
berlakukan ialah hanya cukup hingga tiga keturunan-lapisan nenek/grandfamily, 
lapisan ibubapak/parent family dan lapisan cucu/grandchildren family. 
Islamically oriented extended family hanya di hadkan keatas tiga keturnan ini. 
Tujuan sistem Fara'idh, antaranya, melibatkan kesinambungan talian 
kekkeluargaan tiga generasi ini. Kajian teliti
 keatas nilai dan hukum hakam/syari'ah tentang nilai dan undang undang 
berkeluarga menunjukkan, diantara lainnya, menguatkan tali kekeluargaan dan 
perhubungan kekeluargaan di antara ketiga tiga keturunan ini.  Skima struktur 
extended family ini kalau di teruskan secara adil dan mengeluruh/komprehensif 
maka akan wujud kestabilan dan keamanan di peringkat paling terbawah- famili 
dan kampung.

Lazimya, tali keluargaan di antara tiga keturunan ini boleh di lihat di 
peringkat kampung, unit terkecil dalam sistem kemasyarakat di Kepulauan Melayu. 
Adakalanya ikatan ketiga keturunan ini menjelma menjadi satu kampung. 
Selalunya, satu kampung berkongsi beberapa keluarga yang sedarah. Kesemua isi 
kampung tersebut mempunyai talian keluarga. Di atas tumpukan ini timbul ikatan 
bertanggungjawab berjiran dan bertetangga. Dasar pentadbiran berjiran dan 
bertetangga ini telah di perhalus lagi dengan kehadiran Hadiths dan Sunnah 
RasulLlah. Praktik kejiranan dan
 ketetanggan ini mengikut selera dan cita rasa orang Melayu. Di Minang, dasar 
Islam dan perhalusan Adat telah di sebatikan sehingga imbangan kedua duanya 
terjalin dan terjamin.

Di Tanah Semenanjung Melayu, struktur extended family telah di jadikan asas 
hukum hakam adat Temenggong.  Kekuatan pegangan adat Temenggong sememangnya 
tidak sekuat pemegang adat Perpatih. Oleh kerna itu pegangan beradat dalam 
masyarakat Temenggong semakin tergugat dan makin terhakis dengan kehadiran 
sistem keluarga batih. Untuk mengukuh kembali sistem berkeluarga secara Islami, 
mereka tidak ada pilihan lain kecuali kembali kepada pengukuhan tatanilai 
berkeluarga dan tanggugjawab  berjiran dan bertetangga yang telah di rumus baik 
dalam Syari'ah. 

Di Alam Minang, adat masih di pegang kuat. Adat masih menjadi 
penentu/determinant dan pelerai masaalah. Di tambah lagi, nilai adat telah di 
sebatikan dengan nilai dan penghayatan cara Hidup Islam. Beberapa
 sendi/tiang sistem adat Minang telah mulai longgar dan adakalanya telah 
hilang. Sistem keluarga batih sudah memulai memetai wilayah Minang. Kehadiran 
sistem keluarga batih disertai dengan proses pemodenan, modernization and 
modernity yang mengelinap masuk tanpa di undang oleh masyarakat Minang. Adakah 
kehadiran nilai, sistem dan struktur keluarga batih  telah meng-kompromikan 
pegangan, kelansungan adat berkeluarga di Minang? Sejauh mana kah penerimaan 
orang dan masyarakat Minang terhadap asimilasi nilai dan sistem keluarga batih 
ini? Adakah mampu penegakan atau perombakan adat Minang dengan menerima 
kehadiran dan ke asimilasinya keluarga batih? 

Berbicara semula hal struktur extended family yang tentukan oleh syari'ah 
saperti yang saya terang di atas dengan struktur extended family berasaskan 
adat Perpatih Minang. Syari'ah mengidzinkan struktur extended family hanya 
berkuat kuasa hanya untuk tiga generasi sahaja, tetapi Islam juga telah
 menyusun satu rangkaian nilai hukum hakam yang melibatkan struktur di 
peringkat kampung atau yang lebih tinggi menjangkau/beyond pendekatan 
inter-family dan inter-generational yang boleh di lakukan di peringkat kampung, 
daerah, negeri maupun negara. Adat Perpatih Minang dengan persetujuan ulama, 
cerdik pandai dan masyarakatnya telah memilih, menambah(?) dan memperhalusi 
sistem pertalian keluarga, berjiran dan bertetangga dan pembahagian harta 
terperinci dari apa yang di syaratkan atau di kehendakki oleh syari'ah. 

Adakah adat berkeluarga atau pertalian kekeluargaan dalam suku dan inter-suku  
dan yang lain lainnya itu sebagai satu tambahan atau satu pilihan dengan 
andaian bahwa tambahan atau pilihan ini sebagai satu penghalusan budi orang 
Melayu Minang? Adakah andaian penghalusan budi ini satu keperluan 
kemasyarakatan /societal necessity?

Saya memohon ma'af dengan kekeliruan yang ada dalam tulisan saya ini.  
 
 
   

--- On Sat, 3/28/09, Lies Suryadi <[email protected]> wrote:





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke