HEADLINE NEWS
Sabtu, 04 April 2009
Dana Gempa masih Misteri

Pejabat terkait  Saling Tuding
Padang, Padek--Ternyata bukan hanya korban gempa September 2007 belum
menerima bantuan, korban bencana gempa Maret 2007 juga mengalami hal
serupa. Alasannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkilah
belum mendapat serah terima tugas pendistribusian anggaran bantuan
tersebut, dari pejabat Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana lama.



Sesuai Pasal 8 UU Nomor 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana,
pemerintah daerah memiliki wewenang menyalurkan bantuan secara adil.
Sedang dalam hal penanggulangan bencana baik saat bencana, hingga
prabencana, sesuai pasal 12, merupakan wewenang Badan BPBD. Pjs Kepala
BPBD Kota Padang Azdimar Alwi mengaku tak tahu menahu tentang
distribusi bantuan bencana bagi korban gempa Maret 2007 tersebut.
Sebab, sejak dilantik 27 Februari lalu, pihaknya belum menerima serah
terima tugas dari pejabat lama yang menangani distribusi bantuan
tersebut. “Kalau dari segi tugas pokok dan fungsi, memang seharusnya
proses distribusi sudah ditangani BPBD.

Tapi realitanya, hingga kini belum ada serah terima tugas tersebut,”
kata Azdimar, yang juga tak mengetahui data anggaran bantuan, rincian
penerima bantuan, dan realisasi bantuan gempa Maret 2007 tersebut.
Sebagaimana diketahui, pejabat Pemko yang terlibat dalam
pendistribusian bantuan tersebut, mantan Kepala Dinas Sosial dan
Penanggulangan Bencana Harry Fidrian, dan Kepala Dinas Pemadam
Kebakaran Budi Erwanto.

Azdimar sudah pernah mempertanyakan hal tersebut kepada pejabat
tersebut, namun belum ada titik terang kapan serah terima dilakukan.
“Masyarakat ada yang bertanya, namun kami belum berani menjawab,” urai
Azdimar. Pihak BPBD berharap, ada transparansi data dan realisasi
anggaran bantuan gempa Maret 2007 yang telah didistribusikan, sehingga
BPBD bisa menjelaskan kepada masyarakat secara konkret perihal bantuan
tersebut.

“Kalau ada yang belum disalurkan, segera disalurkan. Tapi kalau sudah
semuanya, alhamdulillah,” ucapnya. Sementara itu, Sekretaris Komisi D
DPRD Kota Padang Fadlun Nafi menyayangkan jika memang keberadaan
anggaran tersebut belum diserahterimakan dengan BPBD. Pasalnya, hal
itu sudah merupakan tugas pokok dan fungsi BPBD. “Jika memang masih
ada yang belum menerima bantuan, sangat tak realistis. Sebab,
anggarannya sudah ada, tinggal didistribusikan saja. Kami minta
secepatnya serah terima itu dilaksanakan,” tandasnya.

Tupoksi Berbeda

Ketika dikonfirmasikan ke Budi Erwanto, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran
saat itu, membantah pernyataan Pjs Badan Penanggulangan Bencana
Azdimar Alwi yang juga Kabid Rekonstruksi BPB.  Ia menyebutkan,
tupoksi antara dirinya dengan Azdimar berbeda karena pada saat itu ia
menjabat Kabid Kesejahteraan Sosial, bukan Kabid Rekonstruksi yang
saat ini dijabat Azdimar Alwi.  “Serah terima jabatan dan tugas apa
yang mau saya sertijabkan, sementara tupoksi kami berbeda. Kalau
bidangnya sama, barulah bisa disertijabkan. Apa belum cukup sertijab
informasi yang saya sampaikan sebelum saya pindah ruangan,” ucap Budi.

Dikatakannya, dana bantuan gempa sudah disalurkannya ke 64 KK yang
terkena dampak gempa tersebut. Total  dana yang telah tersalurkan
berjumlah Rp870 juta dari total dana sebesar Rp970 juta. Dengan
demikian, masih ada dana sebesar Rp120 juta yang belum tersalurkan.
Sisa dana tersebut rencananya diperuntukan untuk tiga kelompok
masyarakat yang mengajukan proposal bantuan gempa ke Pemko.

Tiga kelompok masyarakat tersebut, kelompok masyarakat Tunggulhitam,
kelompok Parupuk Tabing dan  kelompok rumah ibadah  Airtawar.  “Kami
memang tidak bisa langsung memberikan bantuan itu pada tiga kelompok
masyarakat tadi, mengingat mereka baru mengajukan November. Proses
tender membutuhkan waktu 3 bulan. Sedangkan mata anggaran tutup
Desember. Karena itu, kepada pihak yang belum mendapatkan bantuan
sudah kami surati agar langsung berhubungan dengan SOTK baru, yaitu
Badan Penanggulangan Bencana,” ucapnya.

Budi juga mengungkapkan, sebelum dirinya pindah, ia telah menyerahkan
data masalah gempa tersebut ke salah seorang staf BPB yang bernama
Zamzami. Data tersebut terletak di dalam lemari di ruangan tempat
Azdimar Alwi bertugas.  “Data itu tidak saya bawa ke mana-mana. Dia
kan bisa tanya ke staf dia atau buka lemari di dalam ruangan itu, dan
lihat ada tumpukan map sebanyak 4 lembar. Kalau mau bekerja sedikit,
pastilah semua korban gempa bisa mendapatkan bantuan,” katanya. (*)

http://www.padangekspres.co.id/content/view/33779/1/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke