Al, tolong sampaikan juga salam hormat saya kepada Bp. Raseno Arya, yang ternyata juga memegang peranan penting dalam revitalisasi keparwisataan di Sumatera Barat. Kita perlu lebih banyak lagi Nofrins-Nofrins dan Raseno-Raseno. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" Alternate e-mail address: [email protected];
________________________________ From: Syafruddin Ujang <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, April 8, 2009 8:32:03 PM Subject: Re: [RGM_GM] Nofrins; Kompas hari ini Halaman 16: Sumbar Rugi Tanpa Nofrin Yth. Bapak, Ibu dan rekan di Palanta Sengaja saya menambahkan judul "Sumbar Rugi Tanpa Nofrin", sesungguhnya adalah lontaran Pak Asril (Direktur Keselamatan Kereta Api, Dephub) sewaktu saya wawancarai beliau tahun lalu. Yang dimaksudkan Pak Asril, beruntung Sumbar memiliki seorang Nofrin yang gigih dan tak pernah kapok mengirim SMS untuk meminta dukungan, menyebar informasi, menyemangati dan segala macamnya kepada siapa saja demi kereta api dan demi pariwisata Sumatra Barat. Apa yang ditulis di Kompas, memang begitulah adanya kawan kita yang satu ini. Waktu peresmian Mak Itam di Padangpanjang dan di Sawahlunto, saya sungguh terenyuh dengan Uda Nofrin. Tak satu kalimat ucapan terima kasih pun yang keluar dari mulut pejabat atas jasa dan kegigihan beliau, termasuk MPKAS. Dan, hari ini, Kompas membukakan mata kita semua. Soal pariwisata Sumatra barat (termasuk kereta api), ada dua sosok anak Minang yang perlu kita apresiet. Pertama Uda Nofrin dengan "modal nekat-nya", kedua Uda Raseno Arya, orang Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Uda Nofrin dengan modal dengkul, Uda Raseno dengan modal APBN-nya yang berani mengucurkan ke Sumatra Barat untuk mengangkat wajah pariwisata Ranah Minang. Beliau cukup banyak menggelar kegiatan kepariwisataan sejak tahun 2005 hingga sekarang, termasuk meyakinan Dirjen Pemasaran Depbudpar untuk menggelar acara Tour de Singkarak. Meski beliau juga tidak memilih tampil ke depan, sesungguhnya gelora Tour de Singkarak itu adalah buah tangan beliau. Selamat Uda Nofrin. Semoga terus tanpa pamrih. Wassalam Syafruddin AL (L, 36th,Jambak, Sungai Geringging, Pariaman, tinggal di Bogor) --- On Wed, 8/4/09, Dr.Saafroedin BAHAR <saaf10...@yahoo. com> wrote: From: Dr.Saafroedin BAHAR <saaf10...@yahoo. com> Subject: Re: [RGM_GM] Nofrins; Kompas hari ini Halaman 16: Tokoh Muda Yulnofrins Napilus To: rgm...@yahoogroups. com, "MPKAS" <maki...@yahoogroups .com>, "Gebu Minang" <rgm...@yahoogroups. com> Cc: "Pengurus MAPPAS" <pumap...@yahoogroup s.com>, "MAPPAS MAPPAS" <map...@yahoogroups. com> Date: Wednesday, 8 April, 2009, 7:48 AM Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Saya forward posting berita harian Kompas tanggal 8 April ini yang dikirim oleh Sanak ET Hadi Saputra tentang Sanak Yulnofrins Napilus, seorang tokoh muda yang secara 'all out' bukan saja mendorong hidupnya kembali di Sumatera Barat, tetapi juga bangkitnya dunia kepariwisataannya. Saya merasa beruntung mengenal beliau ini dari dekat. Dengan tidak mengurangi peranan dari para pegiat MPKAS lainnya, saya tidak ragu untuk mengatakan bawa pak Nof -- begitu beliau saya panggil -- adalah motor yang menggerakkan kembalinya 'Mak Itam', datangnya rombongan demi rombongan pencinta fotografi, pencinta kereta api, dan pencinta wisata Sumatera Barat. Yang hebatnya, seluruhnya itu dilakukan tanpa pamrih ! Beliau melakukannya demi cinta, con amore, terhadap Ranah Minang dan penduduknya. Pak Nof, salut setinggi-tingginya dari saya. Semoga Allah swt membalas budi dan amal baik Pak Nof dengan sebaik-baiknya. Amin. Saya ingin melihat tampilnya tokoh- tokoh muda lainnya mengikuti jejak pak Nof ini, dalam bidang-bidang lainnya, yang masih terbuka lebar untuk didorong maju. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" Alternate e-mail address: saaf10...@gmail. com; ____________ _________ _________ __ From: ET Hadi Saputra <[email protected]> To: MPKAS <maki...@yahoogroup s .com>; Gebu Minang <rgm...@yahoogroups . com> Sent: Wednesday, April 8, 2009 7:12:49 AM Subject: [RGM_GM] Nofrins; Kompas hari ini Halaman 16 Subject: Nofrins; Kompas hari ini Halaman 16 http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/04/08/ 03293565/ nofrins.di. balik.geliat .pariwisata. sumbar Rabu, 8 April 2009 | 03:29 WIB "Kacamata" baru tentang kampung halaman diperoleh Nofrins justru setelah dia lama merantau ke luar Sumatera Barat. Keelokan alam yang merupakan potensi pariwisata di tanah kelahiran itu baru disadari setelah dia mengunjungi daerah dan negara tetangga. Kesadaran itu meresahkan pemilik nama lengkap Yulnofrins Napilus. Ketika tak banyak orang yang menjadikan keresahan itu sebagai pendorong tindakan nyata, dia termasuk "tangan tak terlihat" yang ikut memajukan pariwisata Sumbar. Berawal dari hobi memotret, Nofrins lantas mengoleksi foto-foto keindahan panorama Sumbar, mulai dari pantai, pegunungan, dan obyek-obyek wisata lain di Sumbar. Memanfaatkan keahlian kawan membuat situs, dia merancang situs yang berisi foto-foto berobyek alam Sumbar. Mula-mula, hanya foto jepretan kameranya serta beberapa koleksi kawan yang terpajang di situs west-sumatra. com tersebut. Nofrins lalu menggandeng teman dan kenalan fotografer dari luar Sumbar untuk datang dan memotret daerah ini. "Saya ingin orang dari luar Sumbar yang memotret karena mereka umumnya bisa melihat hal menarik yang selama ini dipandang biasa-biasa saja oleh orang Sumbar," ujar Nofrins yang meninggalkan Sumbar sejak kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kini, situs yang dirintis tahun 2005 itu ramai diisi oleh fotografer dari berbagai daerah. Orang asli Sumbar pun banyak yang memasukkan foto ke situs ini. Setiap ada acara di Sumbar, Nofrins mengabari para pembidik foto agar ikut mengabadikan momen yang nantinya ditayangkan di situs itu. Penikmat foto dan pemberi komentar situs ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat Sumbar sampai para wisatawan dari berbagai negara. Sampai pertengahan Maret 2009, pengunjung situs ini lebih dari satu juta orang. Beberapa foto yang ditampilkan di situs ini bahkan dibeli sejumlah instansi. Jual-beli foto itu langsung menjadi urusan fotografer. "Saya tak ada orientasi berjualan foto. Keinginan saya adalah memperkenalkan Sumbar lewat foto. Mereka yang ingin menggunakan foto saya tidak dikenai biaya, gratis," tutur Nofrins. Rengkuh perantau Gambar-gambar keindahan Sumbar ini rupanya menggoda perantau Minang di seluruh dunia. Lewat milis perantau, Nofrins turut menggulirkan ide "pulang basamo". Pulang kampung yang tak sekadar kembali ke kampung keluarga, tetapi juga mengunjungi daerah lain di Sumbar sekaligus mengajak satu orang non-Minang berkunjung bersama. "Kalau satu wisatawan menghabiskan Rp 1 juta, berapa banyak uang yang masuk ke Sumbar? Pariwisata itu melibatkan semua lapisan masyarakat secara langsung, dari sopir taksi, pedagang kaki lima, hingga rumah makan. Semua mendapatkan untung langsung dari kunjungan wisatawan," tuturnya. Upaya merengkuh perantau ini ditambah pertemuan dengan mereka di pelbagai negara. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela urusan dinas perusahaan yang mengharuskan Nofrins ke luar negeri. Hasilnya, terbentuk kelompok-kelompok perantau di luar negeri yang ikut mengoordinasikan "pulang basamo". Bola yang dia gelindingkan semakin besar. Kepalang basah, Nofrins kemudian terjun juga menggagas perkembangan pariwisata lewat kereta api. "Awalnya saya foto rel kereta yang sudah ditumbuhi rerumputan dan tidak terawat. Padahal, pemandangan alam yang dilewati kereta api ini luar biasa indah, melewati sejumlah tempat seperti Lembah Anai dan Danau Singkarak," ujarnya. Provokasi lewat gambar itu dia lengkapi dengan penyebaran informasi tentang potensi kereta api yang terbengkalai. Informasi itu disebarkan lewat milis para perantau serta pesan singkat di ponsel. Upaya tersebut bisa membentuk gerakan untuk mengembalikan lokomotif uap. Media massa pun tidak luput dari sasaran pesan singkat maupun surat elektronik yang disebarkan Nofrins, yang antara lain berisi informasi mengenai perkembangan pemulangan kereta api yang mendapat sebutan Mak Itam. Begitu kerapnya dia mengirimkan pesan singkat lewat ponsel, sampai-sampai ada saja perantau atau kerabat yang justru meminta Nofrins terus mengirimkan perkembangan kabar terbaru. "Eh Nofrins, jaan sampai mati ko nak, iko buek pelapeh taragak kami dek rantau ko mah (jangan sampai hilang, itu buat pelepas kangen kami yang merantau)," pesan seorang perantau seperti ditirukannya. Jalur emas Kegelisahannya pada aset berharga itu diembuskan Nofrins kepada sejumlah pihak. Lambat laun, kesadaran untuk menjadikan kereta api sebagai bagian dari sektor pariwisata mulai terbangun. Kegelisahan sejumlah pihak itu kemudian melahirkan Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS). Anggotanya memang belum banyak, paling-paling 10 orang di Sumbar dan Jakarta. Namun, simpatisan kereta api turut mendukung "ular besi" ini kembali dihidupkan. Satu demi satu prasarana kereta api disiapkan dengan bantuan berbagai pihak. Rel yang tidak terurus mulai dibenahi, terutama untuk jalur Padang Panjang-Sawahlunto. Jalur ini merupakan jalur emas pertambangan batu bara sejak akhir abad ke-19. Lobi untuk memulangkan lokomotif uap itu dari Ambarawa ke Sawahlunto ini tidak mudah. Nofrins menghabiskan sekitar 1,5 tahun untuk melobi pemulangan Mak Itam. Rencana itu pun masih diragukan banyak pihak, antara lain karena tidak adanya teknisi loko uap di Sumbar. Namun, dia tak putus asa. Gerakan para perantau juga dia gunakan untuk mendesak agar lokomotif dikembalikan ke Sawahlunto. Tidak lupa, kekuatan foto menjadi bagian penting dari keputusan pemulangan lokomotif uap itu. Akhirnya, Mak Itam kembali ke Sawahlunto pada Desember 2008. Hubungan baik dengan sejumlah sponsor membuat Nofrins mudah mendapatkan bantuan, antara lain untuk pengecatan rel kereta api menjadi berwarna-warni, serta gerbong kereta yang juga digambari. Gerakan untuk menyemarakkan pariwisata di Sumbar tak berhenti sampai di sini. Nofrins juga ikut mempromosikan keberadaan lokomotif uap tersebut kepada sejumlah artis.. Akhir Februari lalu, sejumlah artis datang ke Sumbar atas ajakannya. Sayangnya, para artis ini tak banyak "digunakan" untuk mempromosikan pariwisata dan kereta apinya. Tak berhenti pada Mak Itam dengan jalur Padang Panjang-Sawahlunto, Nofrins berharap jalur kereta api Padang Panjang-Payakumbuh juga bisa dihidupkan kembali. Namun, tambahnya, pemulihan jalur ini tergolong berat karena sebagian jalur tersebut sudah "ditumbuhi" rumah.. Meski begitu, ia tetap berusaha. Maka, tak lama kemudian muncul lagi pesan singkat di ponsel dan surat elektronik Nofrins yang mengabarkan perkembangan dukungan pemulihan jalur Padang Panjang-Payakumbuh. Taruih, da..... [Non-text portions of this message have been removed] saafroedin.bahar@ rantaunet. org [Non-text portions of this message have been removed] New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ aa/ [Non-text portions of this message have been removed] __._,_.___ Messages in this topic (3) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Links | Database | Polls | Members | Calendar =========================================================================== Sanak nan samo mancinto ranah Minangkabau, nan samo marindukan Minangkabau bangkik manjadi jaya baliak. Marilah awak susun tanago basamo, awak sinergikan daya dan kemampuan nan awak miliki. Ado ciek nan paralu awak kana: urang awak nan bisa, iyo samo bakarajo, tapi indak bisa bakarajo samo. Bisa ndak awak ubah fenomena ko? Awak pasti bisa. Mari sinsiangkan langan baju. Rang Dapua Milis Grup GM =========================================================================== MARKETPLACE ________________________________ >From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft Foods ________________________________ I'm happy I lost my Job. Now I make $12,000/mo online! See how I do it: WealthResource.org. Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity * 1 New MembersVisit Your Group Yahoo! Groups Weight Management ChallengeJoin others who are losing pounds. Yahoo! Groups Cats Group Join a group for cat owners like you Yahoo! Groups Everyday Wellness Zone Check out featured healthy living groups. . __,_._,___ [email protected] --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
