R A N D A I S U N G A Y A N G
Oleh : K. Suheimi
Saya terpesona menyaksikan randai anak Sungayang. Biasanya sehebat apapun
pertunjukkan 1 jam saja saya sudah bosan melihatnya. Tapi Randai dari
Sungayang ini berjam-jam saya menyaksikannya saya jadi terpaku.
Fasalnya Randai ini dimainkan oleh pemeran utama seorang wanita yang bertugas
menyampaikan cerita, pemeran utama ini sangat pintar bisa membaca suasana. Dia
tahu betul apa yang dimaui penontonnya. Tiap sebentar dia memantulkan pantun
kepada penonton yang baru hadir. Tiap sebentar dia menyapa penonton dan
menceritrakan kelebihan orang yang baru datang. Dia menghargai penontonnnya.
Dan setiap kali dia menyampaikan kiasan dan ajaran dalam bentuk pantun,
penontonpun bersorak. Terjadi dialog yang hidup antara pameran utama dengan
penonton.
Saling interaksi ini menyebabkan dia pameran utama itu di sukai.
Apalagi malam itu diangkatkan ceritra Rambun Pamenan, seorang anak yang
berjuang mati-matian membela ibunya yang di tawan oleh Rajo Angek garang.
Certiranya di tata secara apik, dan semakin larut malam semakin hebat
ceritranya sampai pada klimax si Rambun Pamenan berhasil. Menyelamatkan
mandehnya.
Penonton terpaku tak mau beranjak, semakin malam semakin larut malam,
pengunjungpun makin bertambah-tambah, dari desa sebelah pada berdatangan. Tak
muat di lapangan halaman sekolah dan Mushalla yang di bangun ibunya Rainal
yang mulia Rosma Rias. Maka di balik-balik pagar dan diatas tembok orang pada
menyaksikan, randai dari Sungayang ini, laki-laki dan perempuan.
Randai dalam sejarah Minangkabau memiliki sejarah yang lumayan panjang. Konon
kabarnya ia sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan Padang Panjang ketika
mesyarakat tersebut berhasil menangkap rusa
yang keluar dari laut. Randai dalam masyarakat Minangkabau adalah suatu
kesenian yang dimainkan oleh beberapa orang dalam artian berkelompok atau
beregu, dimana dalam randai ini ada cerita yang dibawakan, seperti cerita
Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, dan cerita rakyat lainnya. Randai
ini bertujuan untuk menghibur masyarakat biasanya diadakan pada saat pesta
rakyat atau pada hari raya Idul Fitri.
Randai ini dimainkan oleh pemeran utama yang akan bertugas menyampaikan cerita,
pemeran utama ini bisa berjumlah satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih
tergantung dari cerita yang dibawakan, dan dalam membawakan atau memerankannya
pemeran utama dilingkari oleh anggota-anggota lain yang bertujuan untuk
menyemarakkan berlansungnya acara tersebut.
Pada awalnya Randai adalah media untuk menyampaikan kaba atau cerita rakyat
melalui gurindam atau syair yang didendangkan dan galombang (tari) yang
bersumber dari gerakan-gerakan
silat Minangkabau. namun dalam perkembangannya Randai mengadopsi gaya
penokohan dan dialog dalam sandiwara-sandiwara, Randai mengadopsi gaya
bercerita atau dialog teater atau sandiwara.
Randai menjadi saksi dari tingginya peradaban Orang-orang minang cerdik
pandai adalah orang-orang pintar. Saya bangga terlahir dari etnis Minang kabau
yang punya Randai, punya pepatah dan petitih, sebagai pertanda nenek moyang
kita sejak dahulu adalah orang pintar dan bijaksana.. Hanya orang pintar dan
bijksan serta berbudi luhur yang mampu mengukir dan manjalin kata-kata
bersayap, serta kiasan-kiasan yang mengena. Hanya orang terlatih dan luar bisa
pandailah yang bisa melahirkan ungkapan, pantun dan gurindam yang dalam isi dan
maknanya. Jadi pedoman oleh suku-suku lain di Indonesia.
Saya yakin seyakin-yakinnya nenek moyang kita dahulu adalah cerdik cendekia,
berbudi luhur dan berakhlak tinggi. Dan kita terlahir, mewakili mereka. Do’a
yang tulus kami
pamjatkan pada pendahulu kita yang telah mengukir sejarah, mereka sebaik-baik
ummat dan kita jadi penerusnya.
Setiap anak randai punya gaya sendiri dalam gerak dan menepuk celana yang
didesain khusus-mempunyai pisak yang dalam, sehingga menghasilkan bunyi beragam
waktu ditepuk, tapi serempak. "Hep...ta... Dugudung-dak-dik-dung.
Dialog jeda sejenak, anak randai kembali ber-hepta-hepti diiringi cerita yang
didendangkan (gurindam) dan diiringi saluang. Cerita bergulir, mengisahkan
Rambun Pamenan
"Kehadiran randai dalam upacara-upacara dan acara-acara tersebut selain
mempertebal rasa ketradisian juga memberi kesempurnaan terhadap adat istiadat
Minangkabau itu sendiri” Pesata rakyat ini tak mahal biayanya kata Pak Rainal,
tapi dapat menghimpun semua lapisan masyarakat, menghibur, menyatukan,
bersilaturrahim, serta kita asyik tak jemu walaupun sampai sahur.
Tari-tari Minang pola gerak dan pola dialognya seperti randai,
Saya
salami pemain randai, yang siang harinya dia sebagi petani, buruh dan
pedagang. Mereka ramah-ramah dan mudah bergaul. Beruntung malam ini saya dapat
menyaksikan randai yang terbaik saat itu ialah Randai dari Sungayang.
Lalu saya teringat lagu lintuah
Oi Gadih, oi gadih Urang Sungayang
Rumahnyo nan jauh di ateh bukik
Pandai sirek jo tatiang manatiang
Nan pandai mamikek jantuang
Lintuah hati den lintuah lah lintuah
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an
Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada
mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri
akhirat. (QS. 38:46)
Sulit Air menjelang Sahur 20 Maret 2009
Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!
http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---