2009/4/16 Arnoldison <[email protected]>: > Kepercayaan manusia terhadap yang supranatural merupakan suatu > bentuk pengakuan ketidakberdayaan terhadap alam disekitarnya, > dan mengakui bahwa ia tidak memiliki kekuasaan seluruhnya. >
Gampangnya begini deh. Apakah istilah Islam yang cocok untuk istilah supranatural? Baru kita bisa melihat kedudukannya. Kalau saya mengasosiasikannya dengan istilah "ghaib." BTW, kata "supranatural" tidak ada dalam KBBI (3ed) maupun Merriam-Webster's (11ed Collegiate) jadi yang sepertinya dimaksud adalah "supernatural." Sekarang kalau kita lihat kata "supernatural" dalam KBBI: ---------------------------- su·per·na·tu·ral a ajaib (tidak dapat diterangkan dng akal sehat); gaib; adikodrati: Anda begitu terpikat dng hal-hal yg -- ---------------------------- Sedangkan dalam kamus Merriam-Webster, berikut definisinya: ---------------------------- Main Entry:supernatural Function:adjective Etymology:Middle English, from Medieval Latin supernaturalis, from Latin super- + natura nature Date:15th century 1 : of or relating to an order of existence beyond the visible observable universe; especially : of or relating to God or a god, demigod, spirit, or devil 2 a : departing from what is usual or normal especially so as to appear to transcend the laws of nature b : attributed to an invisible agent (as a ghost or spirit) ---------------------------- Oleh karena itu, lagi-lagi saya katakan bahwa orang Minang semestinya percaya akan perkara ghaib. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya): "Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (QS. al-Baqarah 2:2-3) Sedangkan mengenai sebab telah saya singgung sebelumnya yakni kepercayaan/keyakinan itu disebabkan oleh keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya (sehingga membenarkan dan meyakini khabar tentang alam ghaib). Hasilnya bagi orang beriman bukan berkolaborasi dengan syaithan namun berlindung dari kejahatannya dengan cara-cara yang diajarkan dalam syari'at karena orang beriman meyakini bahwa Allah Ta'ala adalah yang Maha Kuat. BTW, alam ghaib bukan hanya urusan syaithan namun juga termasuk di dalamnya tentang surga, neraka, dan lain-lain. BTW, salah seorang yang dinukil dalam tulisan itu, Benjamin Radford, adalah orang yang membuat permainan tentang "perang keyakinan." http://en.wikipedia.org/wiki/Benjamin_Radford#Playing_Gods:_The_Board_Game_of_Divine_Domination Allahu Ta'ala a'lam. Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
