Tarimo kasih banyak Buya, Mudah-mudahan takana taruih pituah Buya ko...
berita nan patang tu tampaknyo alun juo jaleh sampai kini Buya, antah iyo caleg 
nan manang antah caleg nan stres..antah urnag manang BT antahlah, tapi memang 
bisa digolongkan bakeh urang2 nan sombong..mudah2an kito dijauhkan dari sifat 
itu.

salam

Benni

--- On Sat, 4/18/09, buyamasoedabidin <[email protected]> wrote:

From: buyamasoedabidin <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] FYI: Penabur Uang di Jalan, Caleg Menang?  
---Fenomena aneh di Padang
To: [email protected]
Cc: "benni_inayatullah" <[email protected]>, 
[email protected], "[email protected], Dr.Saafroedin BAHAR" 
<[email protected]>, "Delmus Salim" <[email protected]>, "Muchlis Hamid" 
<[email protected]>, [email protected], "hamzah hazairin" 
<[email protected]>, [email protected], "jamaludin mohyiddin" 
<[email protected]>, [email protected], "redaksi singgalang" 
<[email protected]>
Date: Saturday, April 18, 2009, 5:20 AM


Assalamu'alaykum wa Rahmatullahi wa barakatuh,
Ananda Benny Yang terhormat,

JANGAN MENJADI SOMBONG,
ALLAH TAK SENANG TERHADAP ORANG YANG SOMBONG


Makin terngiang di telinga kita, 
apa yang disebut-sebut orang-orang tua berpuluh tahun lalu,
bahwa dunia memang sudah trua,
di kala itu yang belum biasa sudah akan terbiasa,
yang tidak pantas malah menjadi boleh saja,

padahal semuanya menyentuh ke dalam lubuk hati yang dalam, 
ada sesuatu yang tersinggung padanya ...

Ananda Benny,
Inilah pentingnya etika agama itu,
kata orang kini etika religi... 
Ada Kode
Etik Dalam Islam, dalam bahasa "surau" akhlakul karimah. Tapi karena ini bahasa 
Arab, banyak juga orang yang enggan menyebutnya. Baiklah Buya sesuaikan dengan 
selera banyak anak muda "kode etik", walau sebenarnya kode etik tidaklah seluas 
akhlakul karimah itu. Bahkan kode etik hanya bahagian kecil dari akhlakul 
karimah.
Sedangkan melaksanakan kode etik saja sudah selamat dan terpuji apa lagi jika 
mau melaksanakan akhlakul karimah secara utuh.
Kode etik kemanusiaan menyebutkan ada beberapa faktor
keberhasilan dan keberkahan.Di antara faktor-faktor yang menentukan itu 
menyangkut sarana fisik material, sarana mental dan spititual yang mendukung 
dan mendorong tenaga manusia itu sendiri. Bahasa surau dulu mencakup ruhiyah, 
ubudiyah, fikrah. 



Modal atau kapital utama pendukungnya
adalah faktor mental spritual.





Pertama diperlukan "Keahlian (skill)". 
Skill, keahlian, kepandaian dan
keterampilan adalah faktor yang cukup menentukan keberhasilan seseorang dalam
segala bidang pekerjaannya. Keterampilan ini didukung oleh ilmu pengetahuan 
khusus sesuai dengan bidang yang akan digelutinya, termasuk bidang politik, 
yang kini sedang dikejar beberapa orang baik di kota, kabupaten, propinsi dan 
di tingkat pusat. Harap dan cemas. 

Kedua adalah "Iman dan Taqwa".

Faktor iman dan taqwa – menjadi
jaminan keberhasilan dan keberkahan setiap usaha dan pekerjaan. Bahkan menjadi 
benteng tidak sempat stress ketika belum beruntung dan segera bersyukur jika 
berhasil. Pada diri orang yang beriman dan bertaqwa selalu ada keseimbangan. 
Keseimbangan ini modal hidup yang besar, ananda. 



Ketiga adalah "Kejujuran"

Kejujuran adalah modal setiap orang dalam
bekerja, walau seringkali terlupakan. Karena kejujuran seseorang dipercaya oleh
orang lain. Jika seseorang menelantarkan kejujuran dengan berlaku khianat,
curang atau culas, maka siapakah kiranya yang akan percaya kepadanya lagi? 
Ketika kejujuran hilang dan sirna dari diri seseorang, maka sempitlah
ruang geraknya dan sempit pula peluang rezekinya.



Karena amat berharganya kejujuran ini, Rasulullah
SAW bersabda, mengingatkan kita semua, "Pedagang yang jujur lagi dipercaya, 
adalah
bersama para Nabi, Shadiqin dan para Syuhada (orang-orang yang mati syahid)”. 
(H.R.
Tirmidzi dan Hakim)

Keempat, amat diperlukan "Azam" atau (kemauan keras dan Istiqamah atau tekun.

Kemauan keras untuk terus maju (azam),
tekun (istiqamah) dan sabar memegang peranan penting dalam setia usaha, 
termasuk bidang politik. Politisi yang berhasil adalah mereka yang tidak pernah 
lesu, loyo, apalagi putus asa.
Mereka selalu memiliki azam dan istiqamah dalam bekerja dan membina
hubungan dengan siapa saja, tidak sombong dan angkuh. Mereka selalu bangkit 
dengan melahirkan inisiatif baru, pikiran segar dan daya cipta, serta 
gagasan-gagasan dan kreasi-kreasi baru
dalam rangka meningkatkan karya dan pengembangan usaha politiknya. Tentu 
tidaklah pantas mereka menghamburkan uang dengan mengatakan bahwa saya berhasil 
dan atau sebagainya. Orang yang begitu umumnya tidak punya azam..


Sekalipun azam dan istiqamah serta
kesabaran para Rasul menyangkut perjuangan dalam menyiarkan agama Allah di muka
bumi, dapat menjadi contoh atau uswah (tauladan) bagi kita, namun sikap mental 
yang terpuji ini perlu diterapkan oleh para pelaku
politik dan  setiap pekerja di semua profesi yang ia tekuni.

Kelima, "Tawakkal"

Keuntungan dan keberuntungan dalam
berusaha termasuk keberhasilan politik di pilihan raya umpamanya, atau 
keberhasilan dalam bekerja bukanlah suatu yang dapat dipastikan 
dengan kalkulasi matematik. Karena itu agama Islam selalu mengajarkan perlunya 
tawakkal,
yaitu membuat perhitungan, perencanaan yang matang kemudian melaksanakan 
dengan sebaik-baiknya serta mempercayakan dan menyerahkan diri kepada Allah
SWT.

Keenam, "Qana’ah"

Sikap qana’ah, dan menerima apa
adanya dari anugerah Allah adalah salah satu faktor yang harus dimiliki oleh
siapa saja yang ingin berhasil dalam usahanya, serta ingin terhindar dari 
kenyakit hati atau penyakit jiwa yang akan membawa dia larat ke dalam sesuatu 
yang tidak diinginkan. Setiap usaha hendaknya mencari redha Allah. 

Qana’ah akan menjauhkan seseorang dari sifat tamak atau rakus akan harta.
Qana'ah juga menjauhkan orang dari sikap ria dan menghambur-hamburkan hal yang 
tidak berguna. Orang yang qana’ah, jiwanya tentram dan merasaa bahagia, di 
samping memproleh
anugerah Allah dalam bentuk harta juga diberi kekayaan batin.

Sabda rasulullah SAW mengajarkan kepada kita, “Sesungguhnya beruntunglah orang 
yang masuk
Islam, diberi rezki yang memadai (cukup) dan Allah menjadikan dia puas (qana’ah)
dengan pemberian itu.” (H.R. Muslim)

Ketujuh adalah "Zakat dan Infaq"

Tanda syukur atas anugerah karunia Allah
berupa harta benda, atau kedudukan adalah dengan membersihkan hartanya itu 
dengan membayar zakat dan berinfaq, bukan menabur uang sebagai pekerjaannya 
orang yang hilang akal. 

Dengan berzakat dan menginfaqkan harta di jalan Allah, harta yang dimiliki akan
terasa keberkahannya. Dan Allah akan memberikan ganti yang Insya Allah lebih
banyak dan lebih baik. 


Allah SWT berfirman: Katakanlah, “Sesungguhnya Tuhanmu
melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan
menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). “Dan barang apa saja yang kamu
nafkahkan maka Allah akan menggantiknya dan Dia-lah pemberi rezki yang
sebaik-baiknya”. (Q.S. Saba’: 39)

Nah, anandaku Benny,
Ingatlah pesan agama ini, moga ananda dan teman-teman yang mau mengikutinya 
senantiasa di selamatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, baik di dunia ini, 
apalagi di akhirat nanti.


Demikian saja dari Buya, 
maaf diperbanyak.

Wassalam,
BuyaHMA


Pada 18 April 2009 01:21, benni_inayatullah <[email protected]> 
menulis:







Penabur Uang di Jalan, Caleg Menang?      pdf             | cetak |



Sabtu, 18 April 2009





PADANG, METRO--Ini baru sebatas isu. Namun isunya sudah merebak kuat di 
tengah-tengah masyarakat. Dan jika benar, inilah fenomena berbeda yang terjadi 
pasca-Pemilu lalu. Jika di daerah-daerah lain di Nusantara, Caleg kalah banyak 
yang stres dan ada yang mengakhiri hidupnya karena tak bisa menerima kenyataan. 
Di Padang, sejauh ini, belum ada laporan serupa.


Namun --sekali lagi jika isu ini benar--, aksi hambur-hambur uang ke jalan dari 
atas mobil Avanza yang terjadi Kamis siang (16/7) di Jalan Djuanda hingga Jalan 
Pemuda, ditengarai dilakukan salah seorang  Caleg yang dipastikan menang pada 
Pemilu. Daerah pemilihan si Caleg, Padang Utara dan Padang Barat yang merupakan 
Dapil I untuk kursi DPRD Padang. Tapi siapa dia, tidak ada yang tahu pasti. 
Karena ini baru sebatas isu.




"Isu yang beredar di masyarakat, penghamburan uang itu sebagai ucapan terima 
kasih Caleg itu atas sumbangan suara yang diberikan warga kepada dirinya. Saya 
tak tahu siapa dia. Lagian, saya tak ada mendapatkan uang itu, karena sedang 
mengantarkan penumpang," kata  Mardi (37), salah seorang tukang ojek di Pasar 
Pagi kepada POSMETRO, kemarin.




Aksi "manusia misterius" yang buang uang lembaran Rp 100 ribuan ke jalan itu, 
sejauh ini tidak bisa dijerat dengan hukum. Disebutkan Kapoltabes Padang Kombes 
Boy Rafly Amar, tak ada pasal yang mengikat atau melarang bagi seseorang untuk 
menghamburkan uang di tempat umum. Apalagi uang yang dihamburkan adalah uang 
asli. Hingga kemarin (17/4), aparat kepolisian hanya mengamankan uang yang 
didapatkan sebanyak Rp 300 ribu. "Perbuatan pelaku tak melanggar aturan. 
Sepanjang uang itu miliknya, tak ada masalah.




Kalau uang yang dihamburkan adalah uang hasil perampokan atau uang palsu, 
barulah kita bisa berindak. Tapi yang dihamburkan adalah uang asli," terang 
Kapoltabes. Terlepas dari itu semua, pihak kepolisian juga belum mengetahui 
cerita apa di balik semua ini. "Kita tak bisa memastikan motif apa yang 
mendasari pelaku. Yang jelas, apa yang dilakukannya tak menyalahi aturan. Hanya 
itu yang bisa kita simpulkan saat ini.




Tapi, tiga lembar uang seratus ribu sudah kita kantongi," tambah mantan 
Kapolres Pasuruan tersebut. Saat ditanyai sangkut paut peristiwa penghamburan 
uang ini dengan situasi politik saat ini, Kapoltabes enggan bicara banyak. 
"Semuanya bisa saja mungkin. Bisa jadi semuanya adalah perwujudan rasa syukur 
atau orang kaya yang ingin mengeluarkan zakatnya. Ini kasus langka. Tak banyak 
yang bisa diekspos," katanya.




Peristiwa langka sekaligus unik ini terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Masyarakat 
sepanjang Jalan Juanda dan Jalan Pemuda yang sibuk dengan aktivitas 
masing-masing, tiba-tiba dihebohkan sewaktu mobil jenis Toyota Avanza berwarna 
biru laut melintas dan menghamburkan uang pecahan seratus ribu. Semuanya 
berebutan untuk mengambil "rezezi antah berantah itu". Tak peduli dengan 
padatnya jalan raya, masyarakat tetap sibuk mengumpulkan uang.(od)







-- 
Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min 
sakhati-ka wa an-naar

Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa laa 
taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka ghafuurun 
rahiim.




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke