Assalamualikum Wr.Wb.

Iko iyo sabana barek diskusi tentang ABS-SBK iko nampaknyo. Kok  Pengetahuan 
ambo tentang Adat dan hubunganyo jo Agamao islam iyo sabana  matah/ Nol. Apolai 
dalam diskusi iko pakai bahasa  yang sangat TINGGI SEKALI nan sulik ambo pahami 
sebagai urang awam.

Baa Pulo caritonyo jo ABS-SBK di Negeri Sembilan Malaysia? Apokah mereka punya 
pola seperti kita di Ranah Minang yang terkenal dengan ABS-SBK.  Pernah ambo  
mambaco buku lamo tentang Adaik di negeri Sembilan, (Malaysia), menuruik beliau 
bahwasonyo "Balahan kito nan di semenanjung tu tetap memegang teguh adat 
MINANGKABAU dengan falsafah "KA LAUIK BATUMANGGUNGAN, KA DAREK BA PARPATIAH, 
bahkan dengan kuatnya mereka mempertahankan adat ada Pituah yang mengatakan: 
Sabalun Dunia takambang, Adaik alah ado, BIALAH MATI ANAK DARI PADO MATI 
ADAIK... Konon baitu katonyo, Mungkin ambo salah....Tapi Baa pulo hubungannyo 
jo ABS-SBK iko..

Mengenai Agamo Islam, Ambo secara pribadi berfikir sederhana saja yang penting 
BAGAIMANA KITA MENGAMALKAN NILAI AGAMA ISLAM yang luhur tersebut dalam 
kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan perilaku/  Berakhlak yang Mulia 
(AKHLAKUL KARIMAH) sebagai bentuk Hasil/Wujud dari amalan-amalan agama tsb, 
karena Nabi Muhammad SAW diturunkan oleh Allah SWT untuk memperbaiki Akhlak 
Manusia.

Manuruik hemat ambo, Nagari kito Indonesia/awak ko agak kacau bukan karano 
saketek urang pintar, akan tetapi Saketek Urang yang berakhlak baik, jujur, 
amanah, tidak korupsi dll (Maaf.....iko alah manjadi  rahasio umum), hal ini 
penyebabbnya  karena salah satunya adolah karano AKHLAK/MORAL yang rusak. Ada 
pepatah Asing mengatakan bahwa :

IF WEALTH IS LOST NOTHING IS LOST (Jika kekayaan hilang, sesungguhnya tidak ada 
yang hilang)

IF HEALTH IS LOST SOMETHING IS LOST (Jika Kesehatan yang hilang, ada sesuatu 
yang hilang) But
IF CHARACTER is LOST, EVERYTHING is LOST (Jika karakter/ Moral yang hilang, 
semuanya hilang)

CHARACTER, MENTAL atau AKHLAK adalah yang paling Utama. Di Minangkabau juga 
diajarkan bahwa MORAL, Karakter, atau Budi bahaso yang paling mulia.

Kok kayo kayolah surang, aden indak mamintak,
Kok Tinggi indak ka den panjek,
Kok Gadang jan malendo,
Kok Bagak, awak indak Urang pacakak 
Kok cadiak jan Manjua kawan dll

 
Cuma, banyak orang menghabiskan waktu hanya untuk "BAKU BANTAH" kata orang 
Sulawesi untuk hal-hal yang sepele, tapi tidak pernah mendiskusikan bagaimana 
caranya sehingga ISLAM ( KAFAH) dapat membuat kita berakhlakul Karimah, berbudi 
luhur dll.

Mohon maaf, iko hanyo pemikiran ambo nan sajo. Ambo yakin banyak salahnyo 
daripadi bananyo.

Wassalam,
Ramadanil Pitopang


--- Pada Kam, 23/4/09, Sutan Sinaro <[email protected]> menulis:

Dari: Sutan Sinaro <[email protected]>
Topik: Re: komen u/pak Mochtar Re: [...@ntau-net] Re: ABS-SBK di Gorontalo ....
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 23 April, 2009, 5:23 PM

Assalamu'alaikum. w.w.
 
Bapak Mochtar yang saya hormati dan dunsanak di palanta. 

Benar apa yang bapak sampaikan, hanya saja bapak lupa ada hubungan causalitas 
(sebab akibat) diantara keduanya. Perhatikan sejarah bagaimana Jerman menguasai 
suatu region, tapi region itu tidak membekaskan apa-apa setelah ditinggalkan, 
berbeda 
dengan Islam yang datang ke Andalusia, sampai hari ini masih ada orang-orang 
(bukan 
situs) yang tetap memegang ajarannya meskipun masjid Andalusia sudah menjadi 
gereja.

   Tapi tidak apa-apa, saya coba mengikuti cara bapak berpikir.. Kita pisahkan 
antara 
filosofi dan ideologi di satu pihak dengan praktek pengamalannya di pihak lain.
  Kita lihat satu-satu. Dari Traktat bukik Marapalam yang dibawa turun oleh dua 
puak 
yang berbeda,
Sudah nampak bahwa ABS SBK yang dimaksud tidak matang, tapi lambiak matah. 
Apalagi kalau ditanya ada atau tidaknya buku ABS SBK tersebut yang secara 
manual 
dapat dibaca dan dipelajari, dan diwariskan ke generasi berikutnya.. Konsep ABS 
SBK 
yang dibawa turun hanya ada dalam kepala masing-masing puak dan dalam perasaan 
dan persepsi yang berbeda diantara keduanya. Dari segi ajarannya jelas ini 
tidak 
kongkrit karena persepsi berbeda apalagi pengejawantahannya. Satu puak dengan 
berpegang teguh pada konsep yang datang dari Allah dan beranggapan bahwa yang 
diterima puak lain adalah konsep itu juga. Bagi mereka ABS SBK yang dimaksud 
adalah Qur-an dan Sunnah.
   Sementara puak yang lain membawa turun konsep yang berpegang teguh kepada 
Adaik lamo pusako Usang. Indak lakang dek paneh indak lapuak dek hujan. 
Sacotok indak buliah ka di ayam, pasu padan jan dianjak urang lalu, cupak jan 
nyo 
tuka dek rang panggaleh. Maka ABS SBK menurut mereka adalah adaik salingkungan 
gunuang marapi jo singgalang tigo jo gunuang tandikek, Luhak nan tigo Lareh nan 
duo, 
taruih ka rantau ka pasisia, dari sialang balantak basi sampai ka sipisak pisau 
anyuik, 
dari tapi ombak nan badabua sampai ka durian di takuak rajo. Mereka bertahan 
dengan
itu dan Sarak mangato adaik mamakai hanyalah lip service untuk mempertahankan 
jan 
cupak dituka rang panggaleh.
   Kalau ini yang bapak maksudkan sebagai konsep ajaran filosofis dan 
ideoloigs, maka 
saya katakan ini adalah lambiak matah, indak jaleh. Karena dua hal yang berbeda 
dicampurkan menjadi satu seperti air dengan minyak nan indak bisa 
dipanga-pangakan. 

   Kalau kita telusuri sejarah, memang tidak ada kesimpulan yang pasti yang 
mengadopsi 
diantara keduanya yang dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari meskipun 
Prof. 
M. Nasroen mencoba men- “summary” nya dalam Falsafah adat alam Minangkabau, 
ataupun Idrus hakimi datuak Rajo Pangulu mencoba memberikan secara Mingguan di 
mingguan Singgalang dan harian di Harian Haluan dan dalam bukunya Bunga rampai 
Mustika Adat istiadat Minangkabau. Sedangkan BAM yang diajarkan 
disekolah-sekolah 
sekarang hanyalah berupa pengetahuan, dan seolah-olah sejarah yang tidak untuk 
dipraktekkan. Belum lagi kalau kita memasukkan satu lagi ideologi yang katanya 
dianut
oleh seluruh bangsa Indonesia yakni Pancasila yang pernah dipaksakan Soeharto 
dengan
 P4 nya. 
     Maka secara ajaran filosofis dan idelogis yang bapak simpulkan sebagai  
“Tungku Tigo sajarangan”, ataupun “Tali sahalai bapilin tigo” adalah urusan nan 
lambiak 
matah. Mengapa ?, karena sebenarnya mereka “Kayu Bacupang Tigo”, yang secara 
adat “indak bisa diantakkan” , secara agama adalah “syirik” dan secara negara 
“inksonstitusional” sifatnya. Kenapa analogi itu yang cocok, karena mereka 
saling 
mempengaruhi (Baca Trialisme Masyarakat Minang).

    Oleh sebab itu bapak Mochtar yang saya hormati dan seluruh nan hadir di 
palanta ko, 
Pak Saaf yang mencoba membuat buku panduan (dengan SK Gubernur) yang dapat 
dipraktekkan dan dijadikan pedoman dalam kehidupan orang Minang mengalami 
kesulitan yang luar biasa dalam meramu dan menyusunnya. 

  Sebelum tulisan ini menjadi sangat panjang, kita cukupkan saja dahulu dalam 
bab 
filosofis dan ideologis ini, karena ada komentar seolah-olah nan awak pakatokan 
ko 
hanya konsumsi urang-urang nan santiang sen, nan kami-kami ko baa ?. (Padahal 
ambopun indak santiang-santiang bana lo do, kok dibandiangkan jo Pak Mochtar, 
Pak Saaf apo lai Buya, ambo samo sen jo dunsanak-dunsanaknyo, 
Sinaro ko ... aa na lah). Kito punta hinggo iko dulu. 

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada Bapak Mochtar Naim dan sado nan 
adoh di Palanta, saya mohon maaf jika ada kata yang salah dan tidak pada 
tempatnya. 
Jika benar adanya maka datangnya dari Allah swt., jika tidak, maka datangnya 
dari diri saya sendiri yang dha’if.

Wassalam
 
St. Sinaro
 


     







      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke