Assalamu'alaikumwr wb;Ondeeh yo bana rami suasana pangukuhan Prof Fasli Djalal,pidatonyo padek dan cukuik panjang nan dituju yo urang2 yang ado mengahadiri upacara tuh,tamasuek bupati,jo BAPPENAS.Ucapan tarimo kasihnyo ka gurunyo2 langkok jo guru2 sijek dari TK sampai pembimbiangnyo di S3.Dek awak nan banyak takana guru2 awak nan acok mamberangi awak he he he.Patuik bana UNAND basyukur punyo alumni cerdas tuh.Selamat pak Prof DR Fasli Djalal.
Wassalam Hilman Mahyuddin. Pada 28 April 2009 17:36, M. Ichlas El Qudsi (Michel) <[email protected] > menulis: > Selamat untuk bang Fasli. Insya Allah akan jadi tauladan bagi generasi > muda. > > > Dengan rendah hati & penuh persaudaraan > Mohammad Ichlas El Qudsi (Michel) > http://www.michel-elqudsi.com > http://www.michelleadershipcentre.com > > *Bertindak sesuai ucapan, berucap dengan komitmen* > Sent from my BlackBerry®Isat > Handheld > > ------------------------------ > *From*: Ramadhanil pitopang > *Date*: Tue, 28 Apr 2009 18:14:57 +0800 (SGT) > *To*: <[email protected]> > *Subject*: Bls: [...@ntau-net] Re: PROF FASLI JALAL > Assalamualaikum Wr.Wb, > > Sebagai akademisi dan dosen tetap di UNIVERSITAS TADULAKO Palu, Saya > ingin mengucapkan SELAMAT ATAS PENGUKUHAN GURU BESAR untuk Bapak Prof. dr. > FASLI JALAL, PhD yang juga merupakan Dirjen DIKTI DEPDIKNAS. Bapak Prof. > FASLI sangat sangat pantas mendapatkan predikat yang tertinggi dalam dunia > akademik tersebut, sebuah jabatan yang agung dan luhur yang telah beliau > tunjukan dengan berbagai prestasi dan karya monumental dalam pengembangan > dan pembaharuan pendidikan tinggi di tanah air, termasuk memperjuangkan > nasib Dosen melalui sertifikasi serta berbagai program lainnya terutama > untuk pengembangan Perguran Tinggi di Tanah air, demi kejayaan Bangsa dan > terlebih untuk Kejayaan Minangkabau tercinta tentunya. > > Semoga Prestasi yang telah dibuat akan lebih banyak lagi merupakan Amal > Ibadah dan mendapat balasan dari Allah, SWT. Amin..ya Rabbal Alamin. > > Wassalam, > Ramadanil Pitopang > > > --- Pada *Sel, 28/4/09, Nafris <[email protected]>* menulis: > > > Dari: Nafris <[email protected]> > Topik: [...@ntau-net] Re: PROF FASLI JALAL > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 28 April, 2009, 7:47 AM > > Selamat untuk Pak Fasli Jalal yang berasal dari sebuah jorong kecil di > Tanjung Bonai Lintau > > > > Tk > > Nafris > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On > Behalf Of *suheimi ksuheimi > *Sent:* 27 April 2009 18:49 > *Subject:* [...@ntau-net] PROF FASLI JALAL > > > > > PROF FASLI JALAL > Oleh K Suheimi > > Hari ini Dia dikukuhkan sebagai Guru Besar. Baru kali inilah pengukuhan > GURU BESAR di Aula unand yang besar dan luas . kerna tamunya sangat banyak > dan karangan bunganya melimpah.. Tampak hadir pada pngukuhan ini mentri > Diknas dan GURU BESAR se Indonesia, Juga tampak Rektor se Indonesia, dan > orang-orang penting lainnya seperti ibu-ibu beberapa mentri . > > …………… > Terbersit keinginan dalam hati saya agar bangsa ini tersenyum. Kuncinya, > pesan Guru saya; adalah “guru”. Guru yang tersenyum akan menjadi guru yang > kreatif dalam mengajar. Guru yang kreatif mengajar adalah guru yang mampu > membuat siswanya antusias belajar. Maka, bila guru mampu tersenyum di kelas, > ia akan mampu membuat seluruh kelas tersenyum. Bila siswa tersenyum, maka > kita pun tersenyum. > Di lingkungan kita, sudah agak lama para guru sulit tersenyum. Tak banyak > stimulan yang dapat membuat guru tersenyum. Guru terhimpit oleh berbagai > hal. Oleh iklim materialistik masyarakat, oleh sistem mekanistis birokrasi > pendidikan, juga oleh rendahnya penghargaan kita pada profesi pendidik. > Namun, syukurlah, belakangan iklim yang melingkupi guru membaik. Apresiasi > terhadap profesi guru semakin terlihat. Akreditasi guru beserta sistem > imbalannya adalah salah satu langkah apresiasi itu. Langkah demikian tentu > mempermudah guru tersenyum. > Masa depan bangsa kita ditentukan oleh banyaknya senyum siswa. Senyum siswa > 70 persen ditentukan oleh senyum guru. Yakni, guru yang tersenyum lantaran > mampu beraktualisasi optimal buat menggali dan menumbuhkan potensi anak-anak > didiknya. Senyum-senyum itulah yang menentukan seberapa tinggi kemanusiaan > atau seberapa beradab bangsa kita mendatang. Dan kita pasti tidak ingin > menjadi bangsa perkasa yang hanya bisa menyeringai, namun tak bisa tersenyum > Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an > Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar > gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan > perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka > bersedih hati. (QS. 6:48) > > Kampus Unand limau Manis 25 April 2009 > > > > > > ------------------------------ > Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? > <http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=ArVePPHO1ZycmPLF76FARzLJRAx.;_ylv=3?qid=20080413223411AAeeuR2> > Temukan jawabannya di Yahoo! Answers > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
