kalau untuak prediksi beko ma raso2 nan ka manang mak,,,,,???? Wassalam
Hafis Situjuah Limo Nagari ----- Original Message ----- From: Jupardi To: [email protected] Sent: Wednesday, April 29, 2009 10:24 AM Subject: [...@ntau-net] BARCELONA versus CHELSEA BARCELONA versus CHELSEA (Sebuah Catatan menyaksikan bola di layer kaca, Semi Final UCL Leg 1 Musim 2008/2009) By : Jepe Sekitar jam 1.40 WIB dini hari Rabu, 29 April saya terbangun dari tidur yang cukup lelap, saya memang tidak memasang alarm untuk menyaksikan tayangan lansung (live) di layar kaca melaui saluran olah raga yang paling bergengsi yaitu ESPN babak semi final leg pertama UEFA Champions League (UCL) pertarungan dua klub papan atas liga Spanyol (La Liga) dan Liga Inggris (EPL) yaitu antara Barcelona versus Chelsea yang berlansung di stadion Camp Nou. Saat saya masuk ke saluran ESPN pertandingan telah berlansung sekitar 20 menit kedudukan masih imbang (0-0), rasa kantuk sudah sirna tidak ada lagi situasi "Televisi menonton saya" atau karena PLN byar pet "Saya menonton televisi yang dipajang tanpa siaran", kondisi badan cukup prima untuk menonton bola di "jam gila" dimana hampir semua penduduk Indonesia mungkin sudah tidur dengan lelap, jikapun ada yang melek hanya segelintir orang itu bisa jadi dengan alasan pekerjaan diwaktu malam atau alasan lainnya. Saya mungkin termasuk kategori orang yang berusaha bangun tengah malam atau dini hari dengan satu tujuan ingin menyaksikan ajang sepak bola antar klubEropa di Indonesia disebut dengan Liga Champion, sebuah ajang yang paling bergengsi, glamour, bertabur hadiah uang, standar tinggi, penuh gairah dan keindahan baik didalam lapangan hijau maupun diluar lapangan hijau. Menit demi menit mata saya terpaku menyaksikan aksi-aksi para "pop star" bola dikedua klub papan atas ini, sampai pluit terakhir ditiupkan wasit skor tidak berubah semenjak saya mulai menyaksikan laga tersebut pada menit 20 yaitu 0-0 (terbaca : kosong-kosong). Kecewakah, membosankankah tontonan tersebut ? jika pertanyaan tersebut melihat hanya hasil akhir (jumlah gol) tentu jawabannya Iya !!! apalagi jika dibandingkan pertandingan yang "super" menarik sekaligus menghibur ketika dibabak perempat final baik di Leg pertama maupun Leg kedua antara Chelsea versus Liverpool dengan gelontoran 12 Gol tentunya pertandingan semi final antara Barcelona dan Chelsea sangat mengecewakan jika melihat semata-mata pada hasil akhir. Tapi bagi saya selalu tetap ada sisi menariknya sebagai penikmat bola (gradenya lebih tinggi dari pecandu bola) tentunya sebuah laga bola yang berkelas dan standar tinggi seperti UCL, mungkin beginilah sisi menarik dan ulasan saya seputar pertandingan tersebut yang berakhir tanpa gol.Pertandingan tersebut berlansung cukup dinamis dan sedikit "keras" terutama diperagakan oleh para pemain bertahan Chelsea untuk menghadang gempuran para penyerang Barcelona dengan Trisula mautnya Henry, Eto'O dan silincah dengan kemampuan individu diatas rata-rata "The Next Maradona" Lionel Messi. Dari line up (Starting XI) pemain yang diturunkan oleh pelatih Chelsea, Guus Hidink boleh dikatakan pelatih kawakan asal Belanda menerapkan strategi dan taktik sedikit bertahan menempatkan Didier Drogba sebagai penyerang tunggal (Target Man) dengan diperkuat 5 Gelandang dibelakangnya yang rata-rata pada laga tersebut gelandang tersebut lebih cendrung defensive dan memutus alur serangan anak-anak Barcelona sebelum masuk kedaerah berbahaya Chelsea ini sangat jelas sekali pada laga tersebut gelandang-gelandang Chelsea yang berkarakter menyerang seperti Michael Ballack harus ikut bahu membahu dengan Michael Essien bertahan dan memutus alur serangan ditengah lapangan yang dibangun oleh gelandang serang Barcelona yang dimotori oleh Xavi dan Ineasta, bahkan tak jarang juga Lampard yang diharapkan sebagai motor gelandang serang Chelsea terpaksa turun cukup jauh untuk membantu pertahanan. Sementara pelatih muda Barcelona Pep Guardiola karena factor tuan rumah dengan dukungan penuh supporter fanatic tentunya Ia berharap memetik kemenangan dan itu jalannya dengan bermain lebih Ofensif ini dibuktikan dari line up pemain yang diturunkan Guardiola, menurunkan sekaligus tiga penyerangnya di depan yaitu Messi disayap kanan, Eto'O di depan dan Henry yang selalu memulai serangan dari sebelah kanan daerah pertahanan Chelsea. Ketiga Trisula Barca ini ditopang oleh dua gelandang serang yang energik yaitu Xavi sekaligus merangkap kapten pada laga tersebut (sebelum Puyol masuk) dan si "imut-imut" Ineasta yang lincah. Tak jarang pula karena keinginan anak-anak Barca meraih poin penuh Dani Alaves bek kanan Barca ikut melakukan serangan dengan overlapping dan tendangan kerasnya diluar kotak penalty yang membahayakan gawang Chelsea. Hampir bolah dikatakan permainan dikendalikan sepenuhnya oleh Barca, sementara anak-anak Chelsea sulit mengembangkan permainan karena lebih memfokuskan pertahanan sangat beresiko jika permainan terbuka seperti yang diperagakan mereka ketika menghadapi Liverpool dengan melihat materi pemain Barca dengan skil individu yang sangat memungkinkan melakukan serangan-serangan berbahaya. Ini terbukti para pemain Chelsea harus menerapkan strategi "merapat berlapis" untuk mematikan alur serangan yang dibangun oleh gelandang-gelandang serang Barca bahkan kalau perlu sedikit "keras" dan ini memakan korban dengan dilayangkan 2 kartu kuning oleh wasit di babak pertama masing-masing untuk Ballack dan Alex. Inilah sisi lainnya bagi saya yang menarik walau pertandingan tersebut tidak "menghibur" jika melihat gol yang tercipta dan itu adalah bagaimana cara bertahan dari serangan yang membahayakan bagi lawan diperagakan oleh para pemain Chelsea terutama oleh pemain yang bertugas penting dilini belakang Chelsea yang emban oleh Peter Cech, Bosingwa, Alex, Terry dan Ivanovic. Mereka-mereka inilah yang mati-matian mempertahankan daerahnya dari serangan berbahaya pemain Barca. Peter Cech tak pelak lagi pertandingan sepenting ini selalu tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan gemilang dari tendangan baik didalam kotak penalty maupun diluar kotak penalty yang tak putus-putusnya dilepaskan Eto' O, Xavi, Ineasta, Messi, Henry bahkan Alaves yang ikut-ikutan naik kedepan melakukan tendangan keras. Peter Cech menjaga setiap jengkal daerah kekuasaannya dia tahu kapan menghadang lawan ketika penyerangan Barca sedikit bebas melepaskan tendangan, memotong umpan-umpan crossing di udara yang dilambungkan oleh Henry dan Xavi tentunya dengan memanfaatkan tinggi tubuh ditambah lagi jangkauan tangannya.Sementara Alex dan Terry sebagai sentral bek sangat disiplin menjaga daerah pertahanannya tidak sedikitpun luput menjaga pergerakan berbahaya dari penyerang Barca, mereka berdua menjalin komunikasi yang baik tanpa berkata-kata dalam memutus alur serangan yang berbahaya dilakukan trisula Barca. Begitu juga Bosingwa yang bermain cukup lugas untuk mematikan gerakan-gerakan aktratif dan impresif dari Messi tanpa memberikan ruang yang cukup bebas bagi Messi berkreasi dengan cirri khasnya umpan pendek merapat satu dua sentuhan dengan pemain terdekat. Malam itu memang Messi tidak dalam "Top Performance" nya sebagai bagaimana Ia peragakan ketika menghancurkan Bayern Munchen di Babak Perempat Final. Ivanovic dengan kelebihan postur tubuh yang tinggi dan bertenaga bermain penuh kosentrasi menjaga daerah pertahannya. Secara keseluruhan pemain bertahan Chelsea menunjukan penampilan dan menjalankan tugas dengan baik dalam mempertahankan setiap jengkal daerah pertahanan Chelsea dari serangan berbahaya Barca yang berpotensi menjadi Gol. Lalu lapangan tengah yang dimotori oleh Essien, Ballack dan Lampard tidak bisa berbuat banyak dalam membangun serangan yang berbahaya ke kotak penalty Barca karena bermain cendrung "turun" terlalu jauh kebawah, bahkan Essien sangat kewalahan disamping sebagai berperan sebagai gelandang bertahan (Defensive Midfielder) juga harus turun kebelakang membantu pertahanan tidak ada lagi kesempatan bagi Essien untuk sekedar melakukan "kejutan" kecil menyerang kedepan serta melepaskan tendangan-tendangan keras diluar kotak penalty seperti yang Ia peragakan dalam pertandingan regular di Liga Inggris. Target Man Chelsea Didier Drogba tidak bisa berbuat apa-apa didepan karena kurangnya suplai bola dari tengah disamping Frank Lampard bermain kurang maksimal pada laga tersebut malah Guus Hiddink melihat penampilan Lampard kurang "menggigt" di babak kedua terpaksa Lampard diganti dan memang kelihatan Guus Hiddink tidak memaksa kemenangan pada malam itu menghadapi Barca, hasil imbang adalah hal yang paling realistis dan positif bagi Chelsea ketika bertanding di kandang Barcelona. Peluang terbaik Chelsea didapat oleh Didier Drogba dan sangat besar kans nya untuk berbuah gol yaitu ketika Dani Alaves disektor kanan pertahanannya akibat tekanan Drogba melepaskan "Back Passing" yang lemah dan ragu-ragu kepada Valdes penjaga gawang Barcelona, bola tanggung ke Valdes ini disergap secepatnya oleh Drogba tapi Valdes cukup tenang dan tidak panic lansung menutup ruang tembak Drogba dengan menghadang laju Drogba. Valdes dengan gerakan gesit dan reflek yang bagus dapat mematahkan tendangan keras Drogba yang meluncur kearahnya, bahkan "rebound' bola hasil tendangan Drogba yang ditepis Valdes ketika kembali dikuasai Droga dalam posisi yang kurang menguntungkan Drogba melakukan "keeping" untuk memperdaya Valdes, karena Drogba kehilangan keseimbangan bola tersebut dengan reaksi yang cepat dapat ditepis oleh Valdes. Secara keseluruhan pertandingan leg pertama semi final UCL antara Barcelona dan Chelsea faktanya memang kurang menghibur kalau dilihat pada hasil akhir, tapi bagi saya sebagai penikmat bola sisi menariknya adalah permainan bola dengan standar dan kelas tinggi itu bukan saja dilihat dengan sebuah permainan yang menyerang, aktraktif dan agresif dan banyak gol walau tentunya ini sangat menghibur tapi dalam permainan bola ini juga bisa dilihat cara-cara bertahan yang cukup indah dan apik. Bagi Guus Hiddink dan Chelsea hasil imbang bermain dikanadang Barcelona tentunya hasil yang positif mengingat pada leg kedua akan menjamu Barcelona di Stadion Stamford Bridge kandang Chelsea, tentunya Guus Hidding mau tidak mau dengan dukungan suporternya di stadion akan mencoba menerapkan strategi dan taktik permainan yang ofensif walau ini sedikit riskan mengingat serangan Barcelona lebih variatif dan penuh kreasi dibandingkan Chelsea. Menarik ditunggu pertemuan hidup mati kedua tim ini di leg kedua babak semi final Liga Champion musim 2008/2009. *** Salam Bola, Pku 15 April 2009 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
<<inline: image002.jpg>>
