5 tahun yang lalu, suatu peristiwa dahsyat hampir merenggut jiwa. Tak 
seorangpun yang tahu bagaimana jiwa ini akan melayang. Allah Maha Tahu akan 
segalanya. Kini bonus tersebut selalu menyapa, gunakan bonusmu, gunakan 
bonusmu.. Insya Allah bonus yang Engkau berikan akan selalu ku gunakan. Tapi 
dibalik itu.........., sebegitu dahsyatnya peristiwa-peristiwa yang Engkau 
perlihatkan, lebih dahsyat lagi manusia-manusia yang empunya jiwa. Mereka bukan 
memikirkan mau makan apa, tapi mau makan siapa. Sapaan sudah berkali-kali, 
dahsyat...dahsyat....tapi itu bukan untuknya. Semoga kita selalu mengingatNya 
dengan MENGIKUTI PERINTAHNYA dan MENGHINDARI PERBUATAN YANG DILARANGNYA. Amin. 
Terimakasih Dunsanak atas dimuatnya tulisan ini.

Wassalam,
Tan Lembang (L,52+)
Lembang, Bandung

--- On Wed, 4/29/09, Arnoldison <[email protected]> wrote:

From: Arnoldison <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 29, 2009, 4:42 PM


KebunHikmah.com

  
Rabu, 07 Juni 2006 @ 22:37:10
Dahsyatnya Proses Sakaratul Maut

Kategori : Mengingat Kematian

 Demi  Allah,  seandainya  jenazah  yang  sedang  kalian  tangisi bisa
berbicara  sekejab,  lalu  menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya)
pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai
menangisi   diri   kalian   sendiri .  (Imam  Ghozali  mengutip  atsar
Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur an :

1.  Kematian  bersifat  memaksa  dan siap menghampiri manusia walaupun
kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian.

Katakanlah:  "Sekiranya  kamu  berada  di rumahmu, niscaya orang-orang
yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat
mereka  terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang
ada  dalam  dadamu  dan  untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu.
Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

2.  Kematian  akan  mengejar  siapapun meskipun ia berlindung di balik
benteng  yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang
canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini.

Di  mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun
kamu  di  dalam  benteng  yang  tinggi  lagi  kokoh,  dan  jika mereka
memperoleh  kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah",
dan  kalau  mereka  ditimpa  sesuatu  bencana  mereka mengatakan: "Ini
(datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang)
dari  sisi  Allah".  Maka  mengapa  orang-orang  itu  (orang  munafik)
hampir-hampir  tidak  memahami  pembicaraan  sedikit  pun? (QS An-Nisa
4:78)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.

Katakanlah:  "Sesungguhnya  kematian  yang kamu lari daripadanya, maka
sesungguhnya  kematian  itu  akan  menemui  kamu,  kemudian  kamu akan
dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata,
lalu  Dia  beritakan  kepadamu  apa  yang  telah  kamu  kerjakan". (QS
al-Jumu ah, 62:8)

4. Kematian datang secara tiba-tiba.

Sesungguhnya  Allah,  hanya  pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang
Hari  Kiamat;  dan  Dia-lah  Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa
yang  ada  dalam  rahim.  Dan  tiada seorang pun yang dapat mengetahui
(dengan  pasti)  apa  yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun  yang  dapat  mengetahui  di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat

Dan  Allah  sekali-kali  tidak  akan menangguhkan (kematian) seseorang
apabila  datang  waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)


Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda  Rasulullah  SAW  :   Sakaratul  maut  itu  sakitnya sama dengan
tusukan tiga ratus pedang  (HR Tirmidzi)

Sabda  Rasulullah  SAW  :  Kematian yang paling ringan ibarat sebatang
pohon  penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang
pohon  duri  itu  dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera
yang tersobek ?  (HR Bukhari)

Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW . 

Ka b  al-Ahbar  berpendapat  :   Sakaratul  maut ibarat sebatang pohon
berduri  yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki
menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua
bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa .

Imam Ghozali berpendapat :  Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul
maut  menghujam  jiwa  dan  menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga
bagian  orang  yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan
dicerabut  dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap
akar rambut dan kulit kepala hingga kaki .

Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil
yang  sedang  melewati  sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia
menghidupkan  satu  mayat  dari  pekuburan  itu  sehingga  mereka bisa
mengetahui  gambaran  sakaratul  maut. Dengan izin Allah melalui suatu
cara  tiba-tiba  mereka  dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari
salah  satu  kuburan.  Wahai manusia ! , kata pria tersebut.  Apa yang
kalian  kehendaki  dariku?  Limapuluh  tahun  yang  lalu aku mengalami
kematian,  namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum
juga hilang dariku. 

Proses  sakaratul  maut  bisa  memakan waktu yang berbeda untuk setiap
orang,  dan  tidak  dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan
waktu  dunia  ketika  kita  menyaksikan  detik-detik terakhir kematian
seseorang.  Mustafa  Kemal  Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi)
Turki,  yang  mengganti  Turki  dari  negara  bersyariat Islam menjadi
negara  sekular,  dikabarkan  mengalami proses sakaratul maut selama 6
bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan
oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

Rasa  sakit  sakaratul  maut  dialami  setiap manusia, dengan berbagai
macam  tingkat  rasa  sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan
atau  kezhaliman  seseorang  selama  ia  hidup.  Sebuah riwayat bahkan
mengatakan  bahwa  rasa  sakit  sakaratul  maut merupakan suatu proses
pengurangan  kadar  siksaan  akhirat  kita  kelak. Demikianlah rencana
Allah. Wallahu a lam bis shawab.


Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

Imam   Ghozali  mengutip  sebuah  riwayat  yang  menceritakan  tentang
keinginan  Ibrahim  as  untuk  melihat  wajah  Malaikatul  Maut ketika
mencabut  nyawa  orang  zhalim.  Allah SWT pun memperlihatkan gambaran
perupaan  Malaikatul  Maut  sebagai seorang pria besar berkulit legam,
rambut  berdiri,  berbau  busuk,  memiliki dua mata, satu didepan satu
dibelakang,  mengenakan  pakaian  serba hitam, sangat menakutkan, dari
mulutnya  keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan
tak  sadarkan  diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan
memandang  wajah  Malaikatul  Maut  rasanya  sudah  cukup bagi seorang
pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal
hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah  ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah
menakutkan  apalagi  ketika  sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita,
menarik  paksa  roh  dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak
tubuh  kita  agar  roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan
dunia)  lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja
yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah  wajah  Malaikatul  Maut  yang  akan  mendatangi kita kelak dan
memisahkan  roh  dari  tubuh  kita.  Itulah wajah yang seandainya kita
melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa
tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

Alangkah  dahsyatnya  sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
zalim   (berada)   dalam  tekanan-tekanan  sakratulmaut,  sedang  para
malaikat  memukul  dengan  tangannya,  (sambil berkata): "Keluarkanlah
nyawamu".  Di  hari  ini  kamu  dibalas  dengan  siksaan  yang  sangat
menghinakan,  karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)
yang  tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap
ayat-ayat-Nya. (QS Al-An am 6:93)

(Yaitu)  orang-orang  yang  dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan
berbuat  lalim  kepada  diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri
(sambil   berkata);   "Kami   sekali-kali  tidak  mengerjakan  sesuatu
kejahatan  pun".  (Malaikat  menjawab):  "Ada, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui  apa  yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu
neraka  Jahanam,  kamu  kekal  di  dalamnya. Maka amat buruklah tempat
orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

Di  akhir  sakaratul  maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya
wajah  dua  Malaikat  Pencatat  Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat
akan  berkata,   Semoga  Allah  tidak  memberimu  balasan  yang  baik,
engkaulah  yang  membuat  kami  terpaksa  hadir  kami ke tengah-tengah
perbuatan   kejimu,  dan  membuat  kami  hadir  menyaksikan  perbuatan
burukmu,  memaksa  kami  mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah
tidak memberimu balasan yang baik !   Ketika itulah orang yang sekarat
itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika  sakaratul  maut  hampir  selesai,  dimana  tenaga mereka telah
hilang  dan  roh  mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah
saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.
Rasulullah  SAW  pernah bersabda,  Tak seorangpun diantara kalian yang
akan  meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya
dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka .

Dan  inilah  ucapan  malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang
zhalim di neraka,  Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah
engkau merasakan siksa neraka . Naudzu bila min dzalik!


Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya  Imam  Ghozali  mengatakan bahwa orang beriman akan melihat
rupa  Malaikatul  Maut  sebagai  pemuda  tampan,  berpakaian indah dan
menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan  dikatakan  kepada  orang-orang  yang bertakwa: "Apakah yang telah
diturunkan  oleh  Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan)
kebaikan".  Orang-orang  yang  berbuat  baik  di  dunia  ini  mendapat
(pembalasan)  yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih
baik  dan  itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu)
surga  Adn  yang  mereka  masuk  ke  dalamnya,  mengalir  di  bawahnya
sungai-sungai,  di  dalam  surga  itu  mereka mendapat segala apa yang
mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang
yang  bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik
oleh  para  malaikat  dengan  mengatakan  (kepada  mereka):  "Assalamu
alaikum,  masuklah  kamu  ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah
kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan  saat  terakhir  sakaratul  mautnya,  malaikatpun akan menunjukkan
surga  yang  akan  menjadi  rumahnya  kelak  di  akhirat,  dan berkata
padanya,   Bergembiaralah,  wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak,
bergembiralah dalam masa-masa menunggumu .

Wallahu a lam bish-shawab.

Semoga  kita  yang  masih  hidup  dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya,
berada  dalam  jalan  yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan
termasuk  umat  yang  dimudahkan-Nya,  selama hidup di dunia, di akhir
hidup,  ketika  sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di
jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya.

Amin !

(Sumber Tulisan Oleh : NN, dikumpulkan dari berbagai sumber) 
Sumber : http://www.kebunhikmah.com








      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke