Benar, Sanak R.A. Terima kasih atas koreksinya. Memang demikianlah terjemahannya.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, when character is lost everything is lost. Alternate e-mail addresses: [email protected]; [email protected] [email protected] --- On Thu, 4/30/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: Minangkabau Kuno ---> MARI KITA TULIS BUKUBABON SEJARAH MINANGKABAU ! To: [email protected] Date: Thursday, April 30, 2009, 6:30 PM Dear Pak Saaf dan Majelis RN Yang Mulia, 1. Maaf, barangkali ada satu kata TIDAK yg ketinggalan pada arti pepatah Jerman tsb. "Suatu bangsa yg tidak punya sejarah adalah bangsa yang tidak punya peradaban" 2. Saya sangat setuju dengan gagasan Bpk. Mudah2an kita semua bisa mewujudkannya. 3. Mumpung saat ini sdg banyak saudara2 kita yg sedang di LN, barangkali kita bisa minta tolong pada beliau utk mengakses berbagai pustaka dan referensi lainnya tentang sejarah Minangkabau yg pernah ada di berbagai perpustakaan di sana. 4. Akan lebih baik lagi jika Pemda bisa mengalokasikan dana tahunannya utk mengkopi berbagai pustaka tsb. Salam, r.a Salam, r.a Powered by Telkomsel BlackBerry® From: "Dr.Saafroedin BAHAR" Date: Thu, 30 Apr 2009 04:07:56 -0700 (PDT) To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: Minangkabau Kuno ---> MARI KITA TULIS BUKU BABON SEJARAH MINANGKABAU ! Sanak Arman Bahar, Sanak Suryadi, Bung Andiko, Saya rasa memang sudah saatnya kita menulis sebuah 'buku babon' Sejarah Minangkabau yang benar-benar sejarah, tidak dicampur aduk dengan dongeng dan berbagai mitos. Sudah tentu kita tak perlu melarang para sanak kita yang sudah nyaman dengan dongeng dan mitos. Mengapa? Oleh karena sejarah dan peradaban itu sangat dekat kaitannya. Dalam buku 'Sejarah Minangkabau' yang ditulis Drs M.D. Buchari dkk dalam tahun 1970 -- 39 tahun yang lalu ! -- dikutip sebuah pepatah (?) Jerman yang berbunyi Ein Volk ohne Geshichte is Ein Volk ohne Kultur, yang kira-kira berarti 'Suatu Bangsa yang tak punya sejarah adalah suatu Bangsa yang memiliki Peradaban'. Wah. Harus diakui, bahwa sampai sampai sekarang kita BELUM mempunyai sebuah buku Sejarah Minangkabau yang benar-benar dapat disebut sebagai sebuah buku sejarah, seperti bukunya Gibbons tentang sejarah Kekaisaran Roma. 'Sejarah' Minangkabau ditulis sepotong-sepotong, dan tak jarang pada tataran yang sangat lokal. Anehnya, tidak banyak yang membahas sejarah kerajaan-kerajaan di Minangkabau, yang menurut Kongres Kebudayaan Minangkabau di Padang pada tahun 2006 berjumlah sekitar 30-an (!). Saya merasa bahwa pada saat ini sudah lumayan banyak artikel, makalah, bahkan buku tentang sejarah Minangkabau, yang sedihnya belum Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, when character is lost everything is lost. Alternate e-mail addresses: [email protected]; [email protected] [email protected] --- On Thu, 4/30/09, Lies Suryadi <[email protected]> wrote: From: Lies Suryadi <[email protected]> Subject: Bls: [...@ntau-net] Re: Minangkabau Kuno To: [email protected] Date: Thursday, April 30, 2009, 10:46 AM Sebuah buku baru yg ditulis oleh Rooy Joordan akan segera terbit (seri Semaian, Univ. Leiden). Buku itu mungkin akan menimbulkan kontroversi sebab di dalamnya si penulis mengkalim, berdasarkan argumen2nya, bahwa Kerajaan Sriwijaya sebenarnya tidak pernah ada. Nah.....kita tunggu saja buku itu terbit... Salam, Suryadi --- Pada Kam, 30/4/09, andikoGmail <[email protected]> menulis: > Dari: andikoGmail <[email protected]> > Topik: [...@ntau-net] Re: Minangkabau Kuno > Kepada: [email protected] > Tanggal: Kamis, 30 April, 2009, 10:37 AM > > Mamak Arman > > Ambo lai memegang sebuah buku yang mancaritokan hal yang > samo jo mamak > tulih ko, khusunyo mengenai mulainyo Minangkabau dari > Sungai Dareh > (Darmasraya) yang kemudian membelah menjadi kerajaan > Minangkabau jo > kerajaan Sriwijaya. > > Salam > > Andiko Sutan Mancayo > > Arman Bahar wrote: > > > > *Minanga Kamwar sebelum bernama Minangkabau* > > > > > > > > Assalamualaikum ww > > > > > > > > Apa ya yang terjadi dinegeri yang belum bernama > Minangkabau ini ketika > > dijazirah Arab sana tepatnya 20 April 571 telah muncul > manusia pilihan > > yang diberi nama Ahmad atau Muhammad yang 39 tahun 3 > bulan 22 hari > > kemudian tepatnya 10 Agustus 610 Allah SWT melimpahkan > rahmat NYA > > kepada seluruh penghuni bumi ini dengan memuliakan > lewat Nubuwah dan > > selanjutnya menurunkan Jibril membawa ayat2 suci > Alqur’an kepada > > Beliau SAW untuk seluruh umat Manusia > > > > > > > > 23 tahun lamanya Rasulullah mengembangkan Da’wah > Islamiyah hingga > > akhir hayat beliau 634M tepatnya hari senin 12 > Rabiulawal 11H dalam > > usia 63 tahun 4 hari pada masa ini Islam telah > menyebar hingga > > keseluruh jazirah Arab > > > > > > > > Tanah kelahiran Muhammad SAW lembah tandus berbukit > cadas tidak > > menarik dikunjungi apalagi dijadikan kawasan bisnis > tidak heran negeri > > yang satu ini bebas dari penjajahan padahal arah ke > Selatan ada > > Kerajaan Saba’ Yaman, ke utara ada Kerajaan Syam > (Siria) dan Macedonia > > dan lebih jauh lagi ada Romawi di Eropa, ada Dinasti > Tang di China, > > Kerajaan Kutai di Kalimantan, Tarumanegara di Jawa > Barat, Kerajaan > > Barus dipesisir barat, Melayu Jambi dipesisir Timur > dan Minanga Tamwan > > Muara Takus dipedalaman pulau Sumatera > > > > > > > > Dipulau Sumatera komunitas dan peradaban tertua > terdapat dijajaran > > Bukit Barisan arah Timur Gunung Merapi sekitar > Balubus, Mahek, Ampang, > > Ronah, Kototinggi dan Koto nan Godang di Luhak 50Koto > dan Gunuang > > Bongsu, Gunuang Malelo, Muaro Takuih, Tanjuang, > Pongkai, Koto Tuo, > > Batu Basurek, Tanjuang Godang, Baluang, Lubuak Aguang, > Pulau Godang, > > Binamang dan Sibinuang di 13 Koto Kampar Riau, dari > daerah2 subur > > inilah komoditas rempah dan emas yang sangat dicari > saudagar asing > > baik dari China, India dan Arab yang rela memudiki > Sungai Kampar jauh > > hingga ke-hulu > > > > > > > > Adalah Dapunta Hyang diabad ke6 beserta rombongan dari > Tanah Besar > > Asia sesampai di-hulu Sungai Kamwar (sekarang di-eja > Kampar) memilih > > sebuah tempat yang terletak antara dua buah sungai > (Minanga Tanwan) > > yaitu Batang Mahat dan Batang Kampar (Sungai Kampar > Kanan) > > > > > > > > Ditempat yang dipilih inilah Dapunta Hyang sebelum > melanjutkan > > perjalanan ke-Puncak Gunung Merapi mendirikan candi > yang sekarang kita > > kenal sebagai Candi Muara Takus Minanga Kamwar yang > terletak didaerah > > Kecamatan 13Koto Kampar Riau perbatasan Propinsi Riau > Sumbar > > > > > > > > Sejak itu jadilah Muara Takus selama ber-abad2 > kemudian sebagai Bandar > > Dagang Rempah dan emas menyaingi Muara Sabak dipesisir > Timur dan > > Bandar Barus dipesisir Barat Sumatera dan sekaligus > juga sebagai pusat > > pengembangan Agama Budha Sekte Hinayana > > > > > > > > Barus, Muara Sabak dan Muara Takus sama2 berkembang > menjadi Bandar > > tujuan yang ramai di-datangi saudagar2 Arab Hadramaut > maupun Cina > > Canton yang selanjutnya dengan onta2 caravans > menyusuri Jalur Sutra > > (Silk Road) Padang Pasir melewati jazirah Arab hingga > Damascus Syria > > terus ke konsumen akhir di Mesir Afrika dan Romawi > Eropa melalui > > Constantinopel Turki > > > > > > > > Dimasa pemerintahan Khulafa’ Al Rasyidin (633-750M) > armada2 dagang > > Arab yang telah ber-Islam itu semakin intens > berdatangan ke Barus, > > Muara Sabak dan Muara Takus hingga tidak heran hanya > dalam tempo > > 100tahun setelah Rasulullah wafat Agama Islam telah > menyebar hingga ke > > Nusantara termasuk Minanga Kamwar yang belum bernama > Minangkabau ini > > > > > > > > Setelah Khalifah Ali Bin Abi Thalib wafat Khalifah > Ummayah (661-750) > > memindahkan ibukota dari Madinah ke Damascus kawasan > bisnis yang ramai > > dan terminal akhir jalur sutra (silkroad) dari arah > China > > > > > > > > Ditengah hiruk pikuk Muara Takus dengan saudagar2 > asing Dapunta Hyang > > mempersiapkan perjalanan kearah Barat ke suatu tempat > yang lebih > > tenang dan tinggi yang diyakini lebih dekat ke > Nirwana > > > > > > > > Dengan mengendarai ber-puluh2 ekor gajah rombongan > Dapunta Hyang > > memulai perjalanan panjang melelahkan menapaki lembah > dan perbukitan > > setelah beberapa minggu kemudian terlihat dikejauhan > sebuah puncak > > yang tinggi yang kemudian dikenal sebagai Gunung > Merapi > > > > > > > > Setelah menata kehidupan dan pemukiman masyarakatnya > Dapunta Hyang > > mendirikan tempat pemujaan bagi Para-Hyang yang > sekarang dikenal > > sebagai Pariangan Padang Panjang, Dapunta Hyang > kembali ke Bandar > > Muara Takus Minanga Kamwar untuk mempersiapkan sebuah > perjalan yang > > lebih besar lagi > > > > > > > > Selanjutnya sekembalinya dari Parahiyangan di lereng > gunung Merapi > > tahun 683M Dapunta Hyang sebagaimana tertulis pada > Prasasti Kedukan > > Bukit sesuai terjemahan berikut “*Selamat tahun saka > telah berjalan > > 605 tanggal ii Paro terang bulan waisyakka yang > dipertuan yang naik di > > Perahu mengambil perjalanan suci. Pada tanggal 7 paro > terang, Bulan > > jyestha Yang Dipertuan Hyang berangkat dari Minanga > Tamwan membawa > > bala (tentara) dua puluh ribu dengan peti Dua ratus > sepuluh dua > > banyaknya tulisan Dua ratus berjalan diperahu dengan > jalan (darat) > > seribu Tiga ratus sepuluh dua banyaknya. Datang di > Matayap Bersuka > > cita pada tanggal **lima** bulan hellip; Dengan mudah > dan senang > > membuat **kota**; Syri-wijaya (dari sebab dapat) > menang (karena) > > perjalanan suci yang menyebabkan kemakmuran*” > > > > > > > > Jelaslah bahwa sebelum mendirikan Kerajaan Sriwijaya > ditepian Sungai > > Batanghari Dapunta Hyang telah membangun tempat > peribadatan Budha > > Hinayana Candi Muara Takus di Minanga Tamwan dan > tempat suci > > Para-Hyang-an di Pariangan Padang Panjang di Lereng > Gunung Merapi > > > > > > > > Wasalam armanbandaro > > > > > > > ------------------------------------------------------------------------ > > New Email names for you! > > <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> > > > > > Get the Email name you've always wanted on the new > @ymail and @rocketmail. > > Hurry before someone else does > > > > > > > > ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
