Kami ikuik gadang hati atas pengukuhan gelar Guru Besar kepada Dr. Fasli Jalal Semoga menjadi menggugah putra-putri minang lainnya bahwa generasi penerus Sumbar lebih sukses lagi.
"Bangkiklah batang tarandam tu". ' Putalah roda itu sahinggo baliak ka ateh, semoga Amin Masrur Siddik L /67, Bandung 2009/4/30 azmi abu kasim azmi abu kasim <[email protected]> > Kepada Yth Jakarta, > 30 April 2009 > > *Bapak Prof.DR. Fasli Jalal* > > > > Assalamualaikum w.w. > > > > Kami atas nama pengurus Lembaga Adat Kebudayaan Minangkabau ( LAKM) > Jakarta, dengan ini mengucapkan selamat kepada Bapak Porf.DR.Fasli Jalal > yang telah dikukuhkan sebagai guru besar. Semoga kiranya dapat memberikan > dorongan serta motivasi terhadap generasi muda dan kemanjuan masyarakat > Minangkabau di masa datang, dan semoga pula Allah Subhanahuwata’ala akan > selalu memberikan yang terbaik buat Bapak, dan kita semua, amin. > > > > Wassalam, > > LAKM Jakarta, > > > > H.Lym Campay Sidi Sri Maharajo Lelo Azmi Dt.Bagindo > > Ketua Umum Sekretaris Umum > > > --- Pada *Kam, 30/4/09, Boediman Moeslim <[email protected]>* menulis: > > > Dari: Boediman Moeslim <[email protected]> > Topik: Re: Fw: [...@ntau-net] Re: PROF FASLI JALAL > Kepada: "FASLI JALAL" <[email protected]> > Cc: [email protected] > Tanggal: Kamis, 30 April, 2009, 3:05 PM > > Assalamu'alaikum DA FAS, > > Dek baru tau, kamipun maucapkan SELAMAT buek DA FAS atas dikukuhkan sebagai > Guru Besar. Semoga dapek bamanfaat bagi NAGARI jo NAGARA AWAK sarato > TALACUIK nak mudo nan lain dalam menambah ILMU untuk mengejar > ketertinggalan. DA FAS pernah memberi motivasi: "Awak sabananyo indak ado > nan bodoh. Asa awak rajin pasti awak ka bahasia". Masih tangiang kecek DA > FAS tu. Itu DA FAS ucapkan di awal taun 1983. Sakali lai SALAMAIK buek DA > FAS. > > Boediman Moeslim > Lembang, Bandung > > --- On *Thu, 4/30/09, Romi Pernando <[email protected]>* wrote: > > > From: Romi Pernando <[email protected]> > Subject: Re: Fw: [...@ntau-net] Re: PROF FASLI JALAL > To: [email protected] > Date: Thursday, April 30, 2009, 4:28 AM > > Selamat kepada bg Fasli Jalal atas pengukuhan gelar Guru Besar" > > Semoga tetap menjadi motivator bagi generasi2 muda Sumbar, > > Untuk membangkik batang tarandam di Sumbar. > > Semoga Sumbar kembali melahirkan tokoh2 yang menggetarkan Nusantara dan > dunia. > > > --- On *Mon, 4/27/09, Aslim Nurhasan <[email protected]>* wrote: > > > From: Aslim Nurhasan <[email protected]> > Subject: Fw: [...@ntau-net] Re: PROF FASLI JALAL > To: "FASLI JALAL" <[email protected]> > Cc: "Milis RANTAUnet" <[email protected]>, "FASLI JALAL" < > [email protected]> > Date: Monday, April 27, 2009, 5:40 PM > > Sanak Elthaf sarato Sanak saPalanta; > Mudah2an email baliau masih aktif > -------------------------- > Aslim Nurhasan; 0811103234 > > ----- Forwarded Message ---- > *From:* Elthaf (elthaf) <[email protected]> > *To:* [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected] > *Sent:* Tuesday, April 28, 2009 7:34:47 AM > *Subject:* [...@ntau-net] Re: PROF FASLI JALAL > > Assalaamualaikium wr.wb., > Tahniah, Selamat dan sukses atas pengukuhan Pak Prof. DR. dr. H. Fasli > Jalal, Dirjen Dikti Diknas RI, sebagai guru besar dan atas segala perestasi > beliau sudah sangat berhak menyandang gelar profesor / guru besar. > Semoga konstribusi pak Fasli Jalal selama ini dalam dunia pendidikan akan > makin bertambah manfaatnya bagi negara kita tercinta ini. > Selamat pak Fasli, sekalai lagi selamat dan selamat. > Pak Aslim Nurhasan, mhn disampaikan email ini ke japri beliau. > Terimakasih, > Wassalam, > Elthaf > > ------------------------------ > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On > Behalf Of *suheimi ksuheimi > *Sent:* Monday, April 27, 2009 6:49 PM > *To:* [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected]; [email protected]; > [email protected] > *Subject:* [...@ntau-net] PROF FASLI JALAL > > > PROF FASLI JALAL > Oleh K Suheimi > > Hari ini Dia dikukuhkan sebagai Guru Besar. Baru kali inilah pengukuhan > GURU BESAR di Aula unand yang besar dan luas . kerna tamunya sangat banyak > dan karangan bunganya melimpah.. Tampak hadir pada pngukuhan ini mentri > Diknas dan GURU BESAR se Indonesia, Juga tampak Rektor se Indonesia, dan > orang-orang penting lainnya seperti ibu-ibu beberapa mentri . > > Biasanya pengukuhan Guru Besar ini diadakan di Aula Unand di jati, yang > kapasitasnya 200 orang, tapi kali ini karena tamunya ribuan orang, maka > diadakan di Aula kampus Limau manis. Hanya peristiwa=peristiwa besar saja > tempat ini di gunakan. Seperti pemberian gelar Doktor Hanauris Causa pada > bapak presiden SBY, beberapa bulan Yang lalu. Ketika itu Pak Musliar sebagai > rector yang memberikan dan memasangkan salempangnya. Kali ini juga Musliar > yang mengukuhkan Fasli Jalal yang menjabat sebagai DIRJEN DIKTI.. Dalam hati > saya berdo’a Prof Fasli Jalal yang masih muda itu kelak bias jadi Mentri, > kerna potensinya yang saya amati sejak dia masih Mahasiswa Kedokteran di > Unand. . Dialah Mahasiswa teladan dan terbaik. Dialah lulusan terbaik > Fakultas Kedokterann Unand. Dia telah berpengalamn dengan segudang jabatan > dan pengalaman. Lihat saja curriculum vitaenya. > Saya berdecah kagum luar biasa. agaknya inlah helat yang besar di Unand. > > Fasli dari mahasiswanya sudah nampak bibit ke pemimpnannya. Ayahnya yang > ulama dan ibunya yang guru , menghantarkannya pada orang terdidik. Sewaktu > mahasiswa pun dia sudah mengajar teman-temannya, dia selalu menekan > “kuasailah bahasa Inggeris dengan bahasa itu kita melangkah maju dan dan > bisa menggapai cita”. > > Begitutun ketika dia jadi aktivis mahasiswa sebagai ketua senat Fasli > banyak membawa pembaruan dan kemajuan. > Dia tak mau menunda-nunda pekejaan Inilah yang sampai saat ini masih > dkerjakannya.sampai sekarang. Ketika beberapa mingu yang lalu saya ke Dikti > semua karyawan sdh pulang namun “Fasli tetap tekun berkerja sampai larut > malam dan pagi sudah kembali lagi kesini” kata satpam yang setia > menemaninya. > > Perpadaun ayahnya yang ulama dan ibunya yang guru maka dalam jiwanya ada > ustadz. Dia pandai dan mudah memberi ceramah agama begitupun ceramah yang > lain. Enak didengar dan perlu dan bagaikan seorang guru dia menerangkan > sesuatu dengan jelas. > > Seperti hari ini Dia dengan enak menerangkan efek dari kekurangan Gizi pada > bayi sejak dari kandungan sampai usia 2 tahun, Inilah periode emas, > kesempatan yang terbaik memberikan gizi pada ibu hamil. Dengan gizi yang > baik dan protein yang tinggi akan membentuk sel-sel otak. “Sel otak yang > punya denrit , axon dan myelin itu akan berkembang baik bila di beri asupan > gizi yang baik”. Jelas Fasli > Memang jangan biarkan kan periode yang di sebut sebagai “peride tahun emas” > berlalu dari seorang bayi yaitu ;hari-hari pertama dalam kandungan sampai 2 > tahun umurnya > > Allah berpesan akan pendidkan dalam rahim dan menyusui anak sampai bayi itu > berusia 2 tahun > > > Ibunya Fasli adalah guru kecil brcitacita agar Fasli jadi Guru besar. Hari > ini cita-itu jadi kenyataan dan Faslipun jadi Guru besar > > Guru besar yang mengharumkan kampus kami yang mengharumkan civitas > akademika dan yang mengharaumkan Fakultas Kedoketran > > Baru kali inilah pengukuhan Guru Besar yang sehebat ini saya lihat sahabat > saya prof ichramsyah dan istrinya Wispun hadir semua tekun mendengarkan > pidato pengukuhan > > Semua gembira, semua bangga semua tersenyum. Hari ini banyak senyum di uber > untuk keberhasilan Fasli Jalal, banyak harapan di tompangkan. > > Dalam hati saya berbisik pada Fasli sewaktu mendengar dia berpidato. “Fasli > jadilah yang lebih baik lagi yang lebih tinggi. Hari ini engkau jadi Guru > Besar. Buatlah guru-guru lain juga ikut tersenyum. Banyak guru-guru > mengharapkan agar satu saat engkau jadi pemimpin mereka misalnya jadi mentri > atau yang sejenisnya. > > Saya tahu Fasli itu Pemikirannya jernih. Tuturnya santun. Bagi yang > mengenalnya, ia bukan sekadar Guru Besar (mahaguru), tapi dia adalah teman > akrab yang bisa mencarikan jalan keluar saat kita kesulitan. Ada-ada saja > jalan yang tampak baginya, sejak mahasiswa dulu selalu begitu. > > Terbersit keinginan dalam hati saya agar bangsa ini tersenyum. Kuncinya, > pesan Guru saya; adalah “guru”. Guru yang tersenyum akan menjadi guru yang > kreatif dalam mengajar. Guru yang kreatif mengajar adalah guru yang mampu > membuat siswanya antusias belajar. Maka, bila guru mampu tersenyum di kelas, > ia akan mampu membuat seluruh kelas tersenyum. Bila siswa tersenyum, maka > kita pun tersenyum. > Di lingkungan kita, sudah agak lama para guru sulit tersenyum. Tak banyak > stimulan yang dapat membuat guru tersenyum. Guru terhimpit oleh berbagai > hal. Oleh iklim materialistik masyarakat, oleh sistem mekanistis birokrasi > pendidikan, juga oleh rendahnya penghargaan kita pada profesi pendidik. > Namun, syukurlah, belakangan iklim yang melingkupi guru membaik. Apresiasi > terhadap profesi guru semakin terlihat. Akreditasi guru beserta sistem > imbalannya adalah salah satu langkah apresiasi itu. Langkah demikian tentu > mempermudah guru tersenyum. > Masa depan bangsa kita ditentukan oleh banyaknya senyum siswa. Senyum siswa > 70 persen ditentukan oleh senyum guru. Yakni, guru yang tersenyum lantaran > mampu beraktualisasi optimal buat menggali dan menumbuhkan potensi anak-anak > didiknya. Senyum-senyum itulah yang menentukan seberapa tinggi kemanusiaan > atau seberapa beradab bangsa kita mendatang. Dan kita pasti tidak ingin > menjadi bangsa perkasa yang hanya bisa menyeringai, namun tak bisa tersenyum > Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an > Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar > gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan > perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka > bersedih hati. (QS. 6:48) > > Kampus Unand limau Manis 25 April 2009 > > > > ------------------------------ > Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua > teman<http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/> > Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang > > > > > > > > > > ------------------------------ > Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? > <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/> > Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
